Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber : google/PortalMadura.com
Banyak tipe bulian yg ada didunia ini, yaitu verbal, fisik, sosial, cyberbullying atau bahkan perundungan seksual.
Gw nggak bahas pengertian atau jenis-jenis bulian diatas. Tapi yg gw mau tulis disini adalah mencangkup semua tipe bulian, yaitu berhenti membuli.
Seremeh remehnya bulian, lo nggak tau gimana efek akbar hasil dari bulian lo.
Jadi gini, ada contoh yg keliatan remeh banget.
Di kelas ada kelompok yg superior. Mereka diketahui kocak & menciptakan seisi kelas jadi ramai. Bercanda bagaikan bukti diri mereka. Semua hal dapat diubah jadi candaan yg buat banyak orang tertawa. Namun ada satu siswa yg pendiam & kurang dapat bergaul. Dia ikut tertawa kalau kelompok superior sedang gesrek gesreknya. Tapi ada kejadian dimana siswa pendiam jadi merasa takut.
Yaitu ketika dia jadi objek tertawaan teman-teman. Si pelakunya adalah kelompok superior. Mereka bercanda & objek candaannya adalah siswa si pendiam. Dan itu terjadi terus menerus.
Orang lain menganggap lucu, & gw pikir kadang-kadang jenaka juga. Tapi tau efeknya?
Besar, ya.. efeknya besar. Dia jadi takut masuk kelas, dia jadi nggak pede & dia semakin merasa terkucilkan, lalu berimabas dengan kegiatan belajar & sekolahnya.
Orang lain menganggap kejadian itu biasa aja, sekedar candaan & kalimat yg sering terucap dari kelompok superior kepada si pendiam adalah,
"Jangan baper..."
"Kita cuman bercanda..."
"Maaf maaf.. cuman bercanda doang"
"Kita cuman bercanda..."
"Maaf maaf.. cuman bercanda doang"
Dan mereka tetap sering menjadikan si siswa pendiam sebagai objek candaan.
.
.
.
"Ketika objek bulian lo diam & nggak dapat balas, disaat itulah lo harus sadar bahwa orang yg lo buli sedang mengalami efeknya."
.
.
Pembulian bukan berarti akibat benci. Seperti contoh diatas yaitu dapat jadi cuman gara-gara becandaan doang. Apapun yg kelewatan juga jadi nggak baik. Sedangkan semua orang sudah pasti pernah jadi tokoh yg membuli maupun dibuli. Seenggaknya tau batas & sadar akan perubahan yg terjadi. Kalo nggak suka diam aja, kalo udah kelewatan minta maaf yg tulus, kalo sekarang masih suka membuli berhenti, kalo sekarang jadi objek bulian ayo bangkit dari keterpurukan.
Gan / sist semuanya, hati & pikiran manusia siapa yg tau. Setiap orang punya sifat yg berbeda-beda. Dalam menyikapi hal pun setiap orang punya cara masing-masing. Jika kita dapat menganggap semua itu adalah candaan, apa semua orang dapat juga menganggapnya candaan?
Nggak ada yg tau.
.
.
"Ketika objek bulian lo diam & nggak dapat balas, disaat itulah lo harus sadar bahwa orang yg lo buli sedang mengalami efeknya."
.
.
Pembulian bukan berarti akibat benci. Seperti contoh diatas yaitu dapat jadi cuman gara-gara becandaan doang. Apapun yg kelewatan juga jadi nggak baik. Sedangkan semua orang sudah pasti pernah jadi tokoh yg membuli maupun dibuli. Seenggaknya tau batas & sadar akan perubahan yg terjadi. Kalo nggak suka diam aja, kalo udah kelewatan minta maaf yg tulus, kalo sekarang masih suka membuli berhenti, kalo sekarang jadi objek bulian ayo bangkit dari keterpurukan.
Gan / sist semuanya, hati & pikiran manusia siapa yg tau. Setiap orang punya sifat yg berbeda-beda. Dalam menyikapi hal pun setiap orang punya cara masing-masing. Jika kita dapat menganggap semua itu adalah candaan, apa semua orang dapat juga menganggapnya candaan?
Nggak ada yg tau.
~Untuk dia & mereka..
Hari ini 05:41