• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berhati-hatilah memarahi anak-anak!

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
147
Poin
63
Ini adalah kisah tragis, dimana sebuah keluarga* dalam satu hari kehilangan dua orang anaknya! Seorang anak mati kehabisan*darah dan yang satunya mati terlindas mobil.

Sebuah keluarga bahagia dengan 2 orang anak, yang bungsu adalah laki-laki berumur 3 tahun dan yang sulung adalah perempuan berumur 5 tahunan. Keluarga tersebut mempunyai* seorang Pembantu/Pengasuh yang

bekerja dan tinggal di rumah mereka.**

Setiap keluarga didunia ini pasti mempunyai cara-cara tertentu yang* menjadi kebiasaan dalam memberikan pengertian kepada anak-anak mereka* entah itu dalam hal tindakan, contoh-contoh atau ucapan-ucapan saat memberikan “ancaman” agar menghentikan prilaku-prilaku yang tidak*dikehendaki. Untuk keluarga ini, terlontar kata-kata: “Kalau ngompol* terus, nanti dipotong tititnya!!”**

Mungkin kata-kata tersebut sering* terlontar dari mulut seorang pembantu/pengasuh (atau bahkan mungkin orang* tuanya) ketika memarahi/menghukum/mengancam anak laki-laki yang masih* berumur 3 tahunan.

Suatu ketika, pembantu/pengasuh tersebut pergi sebentar membeli sesuatu dan meninggalkan ke-2 anak majikannya di rumah*dan anak lelaki kecil itu ditinggalkan dalam keadaan tertidur.**

Ketika* si adik mengompol dalam tidurnya, Si kakak seketika mengambil pisau dan* memotong titit si adik. Akibatnya darah segera mengucur tidak ada henti* dari titit adiknya. Saat si pembantu datang, dan mengetahui hal ini maka bukan main shoknya Ia! Ia segera melaporkan kejadian ini kepada majikannya. Sementara si kakak, karena takut dimarahi, Ia sudah lari* bersembunyi.

Ketika siorang tua melihat kondisi si bungsu, dengan darah* berhamburan kemana-mana, maka paniklah Ia! Saat itu tidak ada satupun urusan dimukabumi ini yang hendak dilakukannya kecuali segera membawa si bungsu ke rumah sakit! Dengan segera ia mengambil kunci mobil dan*mengangkat si Bungsu kedalam mobilnya, menghidupkan mobil dan secara* tancap gas untuk dibawa kerumah sakit.

Si kakak yang sangat ketakutan* atas perbuatannya, saat itu, justru tengah bersembunyi di kolong mobil….terlindas dan mati seketika itu juga!.

Sungguh* …mengenaskan…!!!

***

Cerita ini merupakan kisah nyata, tetangga dari*kakak Wyat.**

***

Hikmah dari cerita ini adalah hindari berkata-kata kasar, mengancam, menghukum, dan hal-hal negatif di hadapan* anak-anak.*
 
:(:(...............sungguh tragis..................../hmm....semoga ini bisa mengingatkan para ortu/sob
 
.tragis juga kisahnya
.nah ini lah yang harus di perhatkan oleh para oranga tua kadang2 orang tua sering kecoplosan kalau lagi marah2 sama anak2 nya...... namanya saja anak2 mungkin apa yang dia lakukan masih di luar kesadarannya jadi untuk para ornga tua haruslah memahami hal tersebut sehingga hal2 yang kita inginkan ga bakalan terjadi.......

.kisah ini haruslah menjadi satu renungan bagi setiap orng tua
 
how very tragic it was /sob

iya sih aku punya adik, tapi untungnya beda umurnya 7 tahun.. Jadi bisa mencontoh yg baik, halah :P
 
Mengenaskan sekali, secara saya tidak pernah memikirkan kejadian seperti ini bakal terjadi.
Satu hal yang benar adanya adalah anak - anak jangan terlalu dibiarkan diurus sama pembantu dan kasih sayang orang tua lah yang menjadi sumber kasih sayang dan kepribadian seorang anak.

Saya ada cerita singkat tentang seorang pembokat tetangga, seorang anak dan orang tua anak tersebut (bos), ini kasus nyata di daerah Kalimantan Barat(*tidak disebutkan nama kotanya).
Ini menyangkut kata - kata yang sering diucap oleh seorang pembokat yang notabene pendidikannya masih kurang (*sebagian besar). Suatu saat anak tersebut sebut saja Andi, dia nakal dan Andi dikata'in oleh pembokat tetangga bahwa "Nanti saya potong tit** kamu ya" dan tiba2 Andi nangis (*karena sensitifitas anak itu tinggi) dan melapor ke orang tuanya.
Karena ketidakpahaman antara orang tua atas laporan Andi, maka orang tua tersebut melaporkan perilaku pembokat ke kantor polisi dan di kantor polisi pembokatnya digebukin sampai sekarat dan beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa pembokatnya sudah meninggal dunia.
Sebab kejadian ini terjadi di kota kecil, maka hal ini tidak diangkat dan dibahas secara terbuka. Ini saya ceritakan sebagai bahan pertimbangan saja buat kita - kita agar lebih bijak dalam bertindak.

Sekian, terima kasih. :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.