• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bercanda Boleh, Tapi Jangan Bercandain Hal Ini!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bercanda Boleh, Tapi Jangan Bercandain Hal Ini!


Cangkeman.net - Bully berkedok candaan kini kian ramai ditemui, terlebih saat mengatakan "Baper" mulai populer di kalangan masyarakat. Banyak hal yg sejak dahulu dianggap sensitif & tidak layak dijadikan guyonan, kini benar-benar los dolalias kebablasan dijadikan bahan lelucon. Jika yg dibercandain merasa sakit hati & tidak terima akan lelucon yg dilontarkan, manusia-manusia semprul ini justru berlindung pada kalimat, "Off baperan" atau "Males ah, nggak dapat diajak bercanda. Hidupnya kaku kaya kanebo."

Padahal, dalam bermasyarakat tentu kita tidak dapat berbuat semau sendiri. Ada banyak aturan & norma-norma dalam bermasyarakat yg harus dipatuhi. Membuat guyonan yg kebablasan termasuk menyalahi aturan & norma-norma yg berlaku. Tidak dapat juga untuk terus menerus berlindung pada tuduhan bahwa orang lain baperan & sejenisnya. Karena memang ada beberapa hal yg tidak boleh dijadikan. Nah, beberapa hal tersebut saya rangkum di bawah ini.

1. Bercandain Fisik Orang
Saat ada orang menjadikan fisik sebagai bahan candaan, saat itulah saat yg tepat untuk baper. Kalimat-kalimat seperti, "Kok kurusan?", "Coba dikurusin lagi, pasti cantik.", "Coba enggak jerawatan, pasti lebih cakep." serta berbagai ungkapan yg menjurus ke penampilan atau fisik seseorang itu enggak banget buat diucapkan. Kalau ada orang seperti itu, rasanya harap sekali ku slepet dengan kalimat, "Coba lu diem, pasti kondusif tentram ini dunia."

Biasakanlah untuk menahan diri dalam mengomentari fisik seseorang. Kecuali mereka meminta pendapat, kalau pun sudah dimintai pendapat ya tolong hinggakan pendapat dengan cara yg se-elegan mungkin supaya tidak melukai perasaannya. Karena kita tidak tau usaha macam apa yg sudah dilakukan oleh orang tersebut supaya memiliki penampilan yg sesuai dengan standar masyarakat.

2. Meragukan Gender Seseorang
Selain fisik, perilaku meragukan gender seseorang juga masuk dalam daftar hal sensitif yg sebaiknya dihindari. Bukan apa-apa, ucapan seperti, "Loh beneran suka bola? Kamu kan cewek." atau ungkapan, "Eh ngapain anda cuci piring? Kamu kan cowok." serta hal lainnya yg mengkotak-kotakkan antara suatu hal dengan gender tertentu. Sungguh, itu bukanlah hal yg menyenangkan untuk beberapa orang.

3. Pujian yg Mengandung Pelecehan
Sering tidak disadari bahwa ada beberapa pujian yg ternyata di dalamnya mengandung unsur pelecehan. Contohnya adalah kalimat-kalimat yg diucapkan kepada lawan tipe seperti, "Hai cewek, cantik banget sih.". Itu terkadang menciptakan orang yg diberi pujian merasa risih. Tidak cuma bagi perempuan, pujian yg mengandung pelecehan ini juga dapat dialami oleh kaum adam.

4. Menjadikan Seseorang Sebagai Objek Lelucon
Memang ada beberapa orang yg santai-santai saja apabila jadi objek lelucon di depan umum. Tapi bukan berarti hal itu dapat diterapkan kepada semua orang. Menjadikan seseorang sebagai bahan bercandaan bukanlah suatu hal yg bijak. Belajarlah untuk peka & mengerti & memilah mana orang yg dirasa nyaman & tidak nyaman kalau dijadikan objek lelucon.

5. Bercandaan Fisik
Sadar atau tidak, terkadang karena sudah larut dalam bercandaan, maka akan ada sesi main fisik, contohnya seperti tabok-menabok atau toyor kepala orang yg ada di dekatnya. Hal ini tentu saja bukan suatu tindakan yg sopan & patut ditiru, apalagi kalau dilakukan kepada orang yg belum terlalu akrab. Lebih baik memang tidak melibatkan sentuhan fisik pada seseorang saat bercanda. Karena tidak semua orang juga dapat menerima dengan sukarela ditabok-tabok atau ditoyor kepalanya.

Tulisan ini ditulis oleh Yunita Devika Damayanti di Cangkeman pada tanggal 11 Februari 2022.
Hari ini 14:51
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.