• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berbicara Dalam Bahasanya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Berbicara Dalam Bahasanya
1 Korintus 1:12; 2 Korintus 2:3,9

Suatu kali seorang ibu berkata kepada anaknya yang masih balita, Tomas, jangan main di ruang tamu. Nanti kalau ada tamu, repot membereskannya. sekarang bawa mainanmu keluar dari ruang tamu." Sementara itu, ibu tersebut pergi ke dapur untuk melanjutkan memasak. Setelah selesai memasak, sekitar satu jam kemudian, ibu ini pergi kekamar tidur dan bermaksud mengambil pakaian ganti. Betapa terkejutnya ibu ini ketika melihat kamar tidur yang berantakan dan kotor karena tanah dan pasir. Sementara itu, Tomas asyik bermain dengan kedua temannya. Kaki mereka sangat kotor, sepertinya mereka habis berjalan di luar rumah tanpa memakai alas kaki. Dengan nada tinggi, ibu ini bertanya,"Mengapa kamu main di kamar tidur?" Dengan terbata-bata sambil ketakutan Thomas menjawab, "Kata Ibu, Thomas tidak boleh main di ruang tamu." Thomas tidak tahu kalau dia juga dilarang main di kamar Tidur, Thomas hanya tahu kalau dia tidak boleh main di ruang tamu. Pengalaman ini membuat ibu tersebut menyadari bahwa seharusnya dia berkata dengan menggunakan bahasa anaknya. Untuk itu di kemudian hari dalam sebuah peristiwa yang hampir sama, dia berkata,"Thomas, kamu jangan main di kamar. Mari kita angkat mainanmu ini dan pindahkan ke teras. Kamu boleh main di sana."

Seringkali masalah terjadi karena salah pegertian. Pendengar tidak mengetahui apa maksud perkataan lawan bicaranya. Apalagi jika perkataan itu di sampaikan dengan pengantara atau melalui orang lain. Paulus pernah mengalami apa yang disebut dengan kesalah pahaman dengan jemaat. Keadaan ini diperparah dengan adanya orang yang amu mengambil keuntunggan dari peristiwa itu. Petrus menyaksikan bahwa mereka yang tidak memahami maksud surat-surat Paulus berusaha memutarbalikannya. Itulah sebabnya dalam beberapa kesempatan, Paulus menegaskan maksud suratnya dengan mengatakan sejelas-jelasnya sesuai dengan bahasa para pembacanya.

Berbicara adalah hal yang mudah, tetapi berbicara supaya pendengar menangkap maksud pembicaraan itu, sangatlah sulit. Salah satu cara yang sangat efektif supaya pendengar memahami maksud perkataan kita adalah dengan menggunakan bahasa mereka. Kita sebaiknya tidak berbicara dengan bahasa ilmiah kepada orang desa. Hamba Tuhan sebaiknya tidak berbicara dengan bahasa Teologis kepada jemaat awam, apalagi mereka petobat baru. Anak muda sebaiknya tidak menggunakan bahasa gaul ketika berbicara kepada orang tua. Demikian juga dalam kaitannya dengan perbedaan latar belakang suku, bahasa, kebudayaan, tingkat kehidupan ekonomi dan pendidikan, hendaklah kita memakai bahasa pendengar kita. Dengan cara ini kita menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu. Bukankah Allah sudah memberikan teladan dalam hal ini? Kehadiran Yesus adalah pernyataan Allah di dalam bahasa manusia.


DOA
Aku ingin menghindari kesalah pahaman dengan orang lain. Untuk itu mampukan aku ya Bapa untuk menggunakan bahasa Mereka. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
 
Pertamaxx...

^ Yap. Thank's for the post, Kk..
Renungan diatas mengingatkan kita supaya kita dapat mengembangkan komunikasi yang sehat. Perbedaan adat, budaya, level pendidikan, terkadang membuat seseorang dan yang lainna tidak bisa memahami maksud yang diutarakan oleh lawan bicarana. Apa yang kita katakan dari mulut kita tidak dapat dicabut kembali atau di [backspace]. Yang ada, saat kita berbicara, sama halnya kita menulis dengan menggunakan tinta yang tidak akan terhapus untuk selamana. Memiliki hikmat dalam berbicara sangat lah penting. Karena, sekalipun kecil, lidah (kata-kata) kita sangat berdampak.
Yakobus 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Yakobus 3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Yakobus 3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,

Sekalipun apa yang kita katakan bermaksud baik, kita harus mengingat pentingna SENI BERBICARA.
  • Lihat siapa lawan bicara kita, sesuaikan gaya bahasa kita dengan apa yang ia pahami.
  • Sampaikan segala sesuatuna dengan sangat lemah lembut dan sukacita sehingga lawan bicara kita tidak salah pengertian. (Di gereja saya, salah satu slogan yang diterapkan dalam pelayanan: "Saling memberitahu dan saling menanyakan dengan SANGAT LEMAH LEMBUT DAN SUKACITA")

Setiap hari, saat kita bertemu dengan seseorang..usahakanlah untuk menggunakan bahasa yang sopan dan dapat dimengerti oleh orang lain.

In Jesus Love,
Hazael Constantine:x

Menjadi Berhasil dan Selamatkan Jiwa Dimanapun Berada
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.