• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berbagi Makanan Untuk Kelompok Rentan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Berbagi Makanan Untuk Kelompok Rentan


Nama Wida Septarina, 50 tahun, cukup diketahui di kalangan pelaku PR (Public Relation) di Jakarta. Bersama sang suami, M. Hendro Utomo, 54 tahun, Wida mendirikan perusahaan Lotus Marketing & Public Relation Co., pada 2006, yang kiprahnya cukup luas. Tapi, di luar dunia PR yg bercitra gebyar-gebyar & wangi, pasangan Wida & Hendro punya aktivitas lain yg menciptakan mereka sering keluar masuk gang becek untuk berbagi makanan.

Wida & Hendro adalah pendiri Foodbank of Indonesia (FOI), lembaga nirlaba yg kegiatannya menampung makanan dari pihak-pihak yg berkelebihan kepada masyarakat yg memerlukan. Kegiatan ini yg menciptakannya harus berurusan dengan klien yg cukup berbeda dari dunia PR. Mereka mendirikan FOI pada Mei 2015 sebagai bagian dari jaringan The Global Foodbank Netwok, jaring lembaga swadaya masyarakat yg berbagi makanan dengan mereka yg membutuhkan.

Di Indonesia masih banyak lho orang yg kesulitan mengakses makanan, & pada sisi yg lain banyak bahan makanan yg terbuang sia-sia, mengatakan Wida, alumnus Sastra Rusia daricFakultas Ilmu Budaya UI, yg juga meraih gelar S-2 Ilmu Komunikasi dari UI itu. Kelebihan makanan itulah yang dikumpulkan Foodbank of Indonesia untuk kemudian disalurkan pada para beneficaries (penerima manfaat). Makanan itu diberikan dalam bentuk siap makan, tak perlu diolah lagi.

Dikelola dari sebuah bangunan di Jalan Abdul Majid Dalam III No. 2B Komplek Deplu Cipete Jakarta Selatan, Foodbank of Indonesia (FOI) itu kini sudah mengelola jaringan vlayanan di 31 titik, tersebar di berbagai daerah, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga keNusa Tenggara Barat, & Sulawesi Selatan. Bantuan makanan ini kami berikan khususnya bagi kelompok rentan, yakni anak-anak, lansia & beberapa lainnya dari kalangan dhuafa, mengatakan Wida.

Dalam operasional sehari-hari, FOI dibantu oleh tak kurang dari 300 relawan, yg umumnya dari warga masyarakat di sekitar titik layanin. Mereka yg sehari-hari melayani sekitar 11.400 anak-anak & 1.400 lansia penerima manfaat.
Untuk target ke anak-anak misalnya, FOI bekerja sama dengan sejumlah PAUD (pendidikan anak usia dini). Menurut survei yg dilakukan oleh FOI, sekitar 27 persen siswa PAUD yg nota bene anak di bawah usia lima tahun (balita) itu berangkat ke sekolah dalam kondisi belum makan pagi. Bahkan, di daerah perkotaan padat & miskin, jumlahnya dapat mencapai 40-50 persen, tutur Hendro Utomo seperti tertulis di laman web resmi FOI.

Secara umum, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan tahun 2018, 3.9% balita di Indonesia mengalami gizi buruk (severe malnutrition) & 13.8% lainnya menderita gizi kurang (underweight). Siswa pada sejumlah PAUD, yg bekerja sama dengan FOI, menerima makanan tambahahan berupa bubur kacang hijau, susu, roti isi, biskuit, sereal yg dicampur susu, susu, & banyak kombinasi lainnya. FOI juga memantau akibat dari pemberian makanan itu, & hasilnya secara biasa berat badan anak-anak PAUD itu naik secara signifikan.

Respons on Emergency

Di tengah lonjakan pandemi Covid-19 Juli-Agustus 2021, bekerja sama dengan sebuah perusahaan obat Zipmex Indonesia, selama 10 hari FOI mengoperasikan Dapur Pangan berbasis Masyarakat & memasok 2.600 paket makanan siap santap setiap harinya bagi masyarakat yg terdampak. Paket makanan sehat itu diprioritaskan bagi warga prasejahtera yang menjalani isolasi berdikari di sekitar Jakarta.

Sebanyak 10 Dapur Pangan FOI (DPF) yg dioperasikan. Program #Zipmex-Peduli terjun bergotong royong menyumbang perkakas dapur. Puluhan relawan terjun menolong memasak, mengemas & mendistribusikannya.Makanan sehat jadi hal penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi Covid-19. Semoga, melalui aksi ini, setiap orang dapat mendapatkan makanan sehat, ujar Co-Founder Zipmex Indonesia, Raymond Sutanto dalam pers rilisnya.

Satu set peralatan dapur itu diterima oleh PAUD Flamboyan, Kebayoran Lama, yg jadi salah satu titik layanin FOI. Kordinator PAUD Flamboyan, Septi, mengatakan bahwa bantuan alat masak itu dapat berguna hingga masa pasca pandemi. Bila pandemi mereda, mengatakan Septi, PAUD Flamboyan dapat memanfaatkannya untuk program pemberian makanan tambahan rutin untuk anak-anak, & bila memungkinkan dapat juga menolong korban banjir yg sering melanda Kebayoran Lama.

Respons on Emergency Disaster (RED) ialah salah satu program layanin FOI. Kegiatan RED bersifat temporer, pada keadaan kebencanaan. Ada pula Program Sayap dari Ibu (SADARI), yg merupakan kegiatan Intervensi pangan & gizi harian bagi anak usia 3 5 tahun, dengan asa anak-anak dapat tumbuh sehat mempunyai sayap untuk terbang di masa depannya.

Mentari Bangsaku merupakan program yg mencakup intervensi pangan & edukasi pada siswa PAUD & SD. Seperti di PAUD Flamboyan, Kebayoran Lama, Jakarta, misalnya, relawan FOI secara rutin menyajikan makanan bergizi untuk bocah-bocah balita itu. Ada pula Dapur Pangan FOI, yakni program pemberian pangan yg ditujukan kepada lansia & fakir miskin.

Berikutnya adalah bunk Pangan Kita (Bangkit), yg merupakan kegiatan pendampingan & pemberdayaan bagi keluarga prasejahtera yg memiliki anak balita dengan status gizi buruk. Di luar program reguler ini sering kali FOI menjalankan aksi tematik, seperti terkait Hari Ibu 22 Desember, dengan aksi membagikan susu untuk masyarakat yg memerlukan.

Donasi

Dalam menjalankan programnya Foodbank of Indonesia (FOI) bekerja sama dengan banyak pihak, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta seperti industri obat, industri makanan, susu, bunk, pasar swalayan, hotel, restauran & katering & banyak lainnya. Untuk hotel, restoran & katering, makanan yg disumbangkan dipastikan bukan makanan sisa, melainkan kelebihan stok yg belum keluar dari kemasan. Kami menyortirnya secara ketat & yg kami bagikan adalah makanan yg layak santap, mengatakan Wida Septarina.

Agar dapat dijadikan dalam keadaan hangat, relawan FOI memanasinya kembali di atas kompor & memastikan semuanya masih ddalam kondisi segar & higenis. Makanan itu kemudian dikemas ulang ke dalam nasi boks & diantar ke alamat para penerima manfaat.

Memanfaatkan makanan yg sudah diproduksi & diproses, namun tidak terserap, adalah salah satu misi foodbank network itu. Maka, lembaga nirlaba ini didorong untuk hadir di negara-negara yg praktek ekonominya sering terlalu memanjakan para kostumer yang lapar mata, kemudian memproduksi makanan melampaui jumlah yg dapat terserap lingkungan pasarnya.

Hotel, restoran, & katering di Indonesia, sering dipaksa mengerjakan pemborosan atas tuntutan kostumer. Katimbang terbuang mubazir, lembaga seperti FOI itulah yg dapat memanfaatkannya. Indonesia tergolong negara yg boros bersama negara-negara seperti Denark, Belanda, Kanada.

Untuk pasar swalayan atau minimarker, kadang mereka menghadapi kelebihan stok. Maka, sebelum barang kadaluwarsa mereka menyumbangkan kelebihan stok itu lembaga sosial seperti FOI. Dalam mengelola organisasinya, FOI bersikap terbuka, transparan, & terus menjaga akuntabilitasnya.

Laporan tahunan FOI dibuka untuk publik. Untuk kegiatan 2019 misalnya, dalam laporan tahunnya FOI menyebut menerima bantuan sekitar Rp. 8 Milyar. Yang dalam bentuk barang berupa 6.733 kg produk industri makanan, 490 ton produk makanan yg awet, 1.057 kg susu, 1.367 kg makanan beku, 2.325 kg buah & sayur, 489.670 kg barang kemasan eceran seperti biskuit, roto & masih banyak lainnya. Semuanya dibagi ke 30 titik layanin untuk sekitar 13.000 penerima manfaat.

Sejauh ini tak ada komplain kepada layanin FOI. Para donatur mengakui dedikasi Wida & Hendro Utomo dalam menjalankan kendali Foodbank of Indonesia. Tak heran bila pasangan suami-isteri ini meraih apresiasi & penghargaan dari berbagai pihak. Antara lain, mereka mendapat penghargaan dari BeritaSatu TV pada akhir 2020 lalu.

Wida & Hendro termasuk dalam jajaran peraih penghargaan People and Inspiration dari Televisi Berita Satu, Mereka meraih nilai tertinggi untuk katagori Kepedulian Sosial.


Penulis : Indy Keningar


Hari ini 19:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.