• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Berantas Teroris, Indonesia Contoh Singapura & Arab

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
zusx6.jpg

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris, mengatakan Indonesia dapat mencontoh cara Singapura dan Arab Saudi dalam melakukan deradikalisasi yang efektif kepada masyarakat. Sehingga hal itu dapat meminimalisir aksi teror di negaranya.

"Pengamatan kami Singapura dan Arab Saudi yang telah melaksanakan deradikalisasi secara efektif," kata Irfan Idris di Jakarta, Sabtu 8 September 2012.

Menurutnya Singapura dan Arab Saudi telah melaksanakan sertifikasi dai dan Imam di negaranya. Dengan sertifikasi, maka pemerintah negara tersebut dapat mengukur sejauh mana peran ulama dalam menumbuhkan gerakan radikal sehingga dapat diantisipasi.

Indonesia sendiri dinilai cukup berhasil dalam menekan radikalisme. Banyak negara yang datang ke BNPT untuk belajar langsung ke BNPT dan menerapkan pola BNPT dalam mencegah aksi teror.

Ia menjelaskan BNPT dalam melakukan aksi pencegahan selalu menggandeng seluruh lapisan masyarakat mulai dari RT/RW hingga pimpinan pondok pesantren termasuk juga pelatihan kepada pegawai lapas agar tidak terjadi perekrutan pelaku aksi teror di dalam penjara.

Sementara itu, peneliti gerakan Islam Indonesia, Edi Sudrajat, menjelaskan untuk menimalisir aksi teror maka pemerintah harus mensejahterakan rakyatnya. Pemahaman kekerasan terjadi ketika orang tersebut menilai terjadi kondisi ketidakadilan di dalam masyarakat.

"Ajaran kekerasan tidak akan bisa berkembang di dalam masyarakat yang sejahtera dan cinta damai begitu juga sebaliknya, ajaran kekerasan itu akan hidup saat kondisi masyarakat tidak adil," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.