• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berantas Bibit Hubungan Toksik Satu Ini Dengan Stalking

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hai Gan sis!! Apakah anda pernah dengar istilah "Toxic Relationship" atau Hubungan Toksis atau hubungan beracun? Saya sendiri sebelumnya sudah pernah mendengar istilah ini. Namun baru belakangan ini saja secara spesifik browsing istilah mengatakan yg belakangan selama Pandemi Covid-19 semakin trending.

Quote:
Berantas Bibit Hubungan Toksik Satu Ini Dengan Stalking

Ilustrasi Hubungan Toksik - herstory.co.id


Itulah yg mendorong saya membahasnya di thread ini. Selama Pandemi orang-orang banyak menghabiskan waktu di rumah. Jadi lebih banyak waktu berinteraksi dengan keluarga, teman & pasangan. Dan anda tahukah apa yg terjadi, seperti mengatakan pepatah: "jauh bau harum, dekat bau bangke".


Singkatnya Toxic Relationship ini sesuai namanya, racun. Artinya sebuah hubungan yg gak sehat. Sebab dalam hubungan tersebut merugikan satu pihak & menguntungkan pihak lainnya. Saya gak tahu persisnya seperti apa. Tapi yg jelas saya menyakini dalam suatu hubungan itu harus memberi manfaat di kedua belah pihak. Minimal jangan hingga merugikan salah satu pihak.


Sejauh yg saya tahu, ciri-ciri hubungan beracun itu salah satunya kebohongan. Dari sini saya punya pengamatan sendiri yg akan saya ceritakan sekarang. Saya akan menyebutnya sebagai "bibit hubungan Toksik".


Setelah tahu apa itu hubungan Toksik, saya jadi paham & sadar, bahwa disekitar saya kerap ditemukan apa yg saya sebut bibit hubungan Toksik. Sebuah kebohongan yg dipakai untuk menjalin hubungan baru dengan orang lain.


Misalnya orang-orang yg sering berbohong tentang masa lalunya & mengeluhkannya pada orang lain. Sering menceritakan keburukan mantan pada gebetan atau pacar barunya. Guna menarik simpati gebetannya.


Padahal yg diceritakan itu tidak benar. Dan gak sedikit orang-orang yg sering mengeluhkan pasangannya pada orang lain, justru kenyataannya hubungan asmaranya baik-baik saja. Bisa saja hal ini jadi pintu perselingkuhan kalau keluhan-keluhan tersebut diceritakan pada lawan tipe yg bukan pasangannya.


Hubungan begini benar-benar toksik, menurut saya. Berhubungan sama orang-orang begini memang sangat menyebalkan. Selain menjual kesedihan, juga suka mengadu domba.


Bayangkan saja, kita sudah bersimpati pada orang tersebut karena masa lalunya. Eh tahunya dirinya baik-baik saja bahkan bahagia sama pasangannya.


Dan hubungan toksik seperti ini tidak cuma terjadi pada hubungan asmara saja. Dalam pertemanan, tetangga hingga keluarga juga sering terjadi. Dimana saat dekat dengan Si A, maka Si B menjelekkan-jelekan Si C. Begitupun ketika Si B dekat dengan Si C, maka Si A yg perburuk citranya. Tipe-tipe begini memang racun banget.


Jika sudah begini, saya punya solusinya. Stalking aja bos!! Ini saya cerita sesuai pengalaman sendiri. Btw, GanSis dapat baca thread saya lainnya tentang Stalking disini.


Saya pernah berhadapan dengan orang seperti itu. Persis sama seperti yg saya ceritakan diatas. Sesuatu yg saya sebut bibit hubungan toksik. Orang tersebut mengatakan hidupnya begini & begitu. Tidak bahagia dengan hubungannya yg lalu. Tapi begitu di stalk, ketahuan bohongnya.


Mungkin ini sisi baik dari digitalisasi, era keterbukaan informasi & stalking yg selama ini dianggap jelek, tetapi ada kalanya stalking juga berguna.


Jadi saat ada orang baru mengatakan ini & itu, mengapa tidak untuk kita coba mencari tahu di internet. Toh kalau lamaran kerja juga di cek jejak digitalnya.


Hubungan toksik itu benar-benar sangat menyebalkan. Jika sudah terperangkap, sulit untuk keluar dari lingkarannya. Jadi kenali bibit-bibit kebohongan hubungan toksik sejak, berantas dengan stalking.


Mungkin ini memang gak etis. Tapi saya berpegang pada prinsip, kalau datang suatu kabar padamu. Maka jangan langsung percaya. Usahakan untuk cari tahu kebenarannya. Jika pada akhirnya kecewa itu tetap datang, setidaknya saya sudah usaha.

Rianda Prayoga
Binjai, 18 Februari 2021 Hari ini 20:13
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.