al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Beralih ke Era Sentuh dan Ketik
12 April 2009
Paling tidak, kita bisa melihatnya pada Consumer Electronics Show 2009 di Las Vegas, Januari silam. Teknologi touch screen di pameran ini benar-benar menggila, mendominasi pameran gadget terbesar di Amerika itu. Hampir semua vendor menyuguh kan ponsel baru dengan teknologi layar sentuh dan keyboard QWERTY. Hanya beberapa produk yang masih mengandalkan numeric keypad.
AT&T Inc misalnya. Perusahaan berbasis wireless terbesar kedua setelah Verizon Wireless itu mengenalkan enam ponsel. Ada touch screen, juga QWERTY. Samsung Electronics Co, pemegang market ponsel tertinggi di AS, dalam boothnya tidak memamerkan satu pun ponsel yang ”mengandung” keypad. Semuanya touch screen. Menurut CTIA Wireless, penyelenggara pameran, tanda-tanda perubahan ini disebabkan popularitas SMS dan pemakaian internet yang semakin naik.
Dari data yang dikumpulkannya, pengguna ponsel di AS mengirimkan 1 triliun messagestahun lalu. Ini berarti naik tiga kali lipat ketimbang 2007. Kebiasaan ber-SMS juga berselancar internet membuat produsen harus mengembangkan desain ponsel mereka.
Berdasarkan data NPD Group, salah satu perusahaan riset global, 31 persen pasar ponsel AS pada kuartal keempat 2008 diisi ponsel yang mempunyai keyboard QWERTY. Lantas, apakah ponsel dengan keypad numeric bakal segera punah? Ross Rubin, analis NPD (National Purchase Diary), berpendapat bahwa ponsel ber-keypad numeric ternyata masih mempunyai pasar cukup menonjol, terutama di luar AS.
Negara-negara berkembang ternyata masih mengandalkan ponsel jenis ini. ”Meskipun touch screen tumbuh besar di seluruh dunia, masyarakat di beberapa negara juga tetap butuh SMS, bahkan dengan jumlah lebih banyak. Untuk berpindah ke touch screen atau juga QWERTY, butuh waktu untuk adaptasi,” sebut Rubin.
Bagaimana pasar Indonesia? Apakah terjadi hal yang sama? Tanda-tandanya memang demikian. Ponsel-ponsel high end berbasis typewriter-style keyboards mulai merajalela. BlackBerry ikut membidani lahirnya ponsel high-end versi kecil yang mengandalkan keyboard QWERTY. Setahun belakangan, ponsel-ponsel layar sentuh juga menyerang habis-habisan.
Alat komunikasi berpapan ketik QWERTY juga makin digencarkan. Menurut Hero Tjokro Ardi, Head of Mobile Phones Division PT Samsung Electronics Indonesia (SEI), ini adalah fenomena dunia yang mau tidak mau harus diikuti. ”Arah trennya memang ke sana. Kami sendiri harus bergerak menyambut datangnya era baru.
Kami sudah menyiapkan strategi untuk itu,” sebut Hero ketika dihubungi Seputar Indonesia melalui ponselnya. Ya. SEI sudah menyiapkan jurus untuk menyambut era QWERTY keyboard yang makin meluas. Mulai bulan depan, ponsel-ponsel baru berkeyboard QWERTY Samsung akan diperkenalkan ke publik. Ini akan dilakukan setiap bulan dengan jumlah ponsel tiga hingga empat unit.
Hero membocorkan bahwa ponsel-ponsel berbasis keyboard QWERTY merek Samsung yang baru itu akan dipasarkan dengan harga Rp 2 jutaan. ”Kita tahu, kalau ponsel ber-keyboard QWERTY selalu harganya mahal. Kami membidik pasar yang lain, dengan target para eksekutif muda,” katanya.
Soal touch screen, Hero juga tak mau tutup mata. Menurut dia, ponsel touch screen mempunyai pasar yang berbeda. Gadget jenis ini lebih ditujukan untuk orang-orang yang membutuhkan fitur gaming dan internet lebih banyak. ”Semakin banyak orang yang tidak bisa hidup tanpa internet. Tahun ini secara periodik Samsung akan merilis model baru ponsel touch screen,” ucap Hero.
(Sumber: http://www.seputar-indonesia.com)