yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Rakyat Amerika Serikat tengah berduka menyusul tewasnya 12 orang dalam penembakan di kota Aurora, Colorado. Hal ini juga diwujudkan di Gedung Putih dengan pengibaran bendera setengah tiang.
Bendera setengah tiang dikibarkan atas perintah Presiden Barack Obama. Dia juga menyerukan agar hal yang sama dilakukan di seluruh kantor pemerintahan hingga hari Rabu depan.
Diberitakan CNN, sebagai bentuk belasungkawa, Obama membatalkan jadwal kampanyenya di Fort Myers, Florida. Dia mengatakan bahwa politik bisa menunggu di lain hari.
"Ini adalah saat-saat untuk berdoa dan bercermin. Kekerasan macam ini sangat tidak masuk di akal, di luar nalar," kata dia sebelum kembali bertolak ke Washington.
Rival Obama dalam pemilihan presiden mendatang, Mitt Romney, juga melakukan hal yang sama. Dia tidak berpidato saat berkampanye di New Hampshire dan menyerukan para pendukungnya untuk mengheningkan cipta.
"Hati kami terluka ketika mendengar tragedi ini. Semoga pelakunya bisa segera diadili," kata Romney, dilansir Reuters.
Pelaku diketahui bernama James E. Holmes, 24, yang mengaku sebagai Joker, musuh Batman. Dia menembaki para penonton di sebuah bioskop di Aurora pada premier film terbaru Batman "The Dark Knight Rises." Selain 12 tewas, sebanyak 59 orang terluka.
Holmes diketahui adalah mahasiswa S2 yang dikeluarkan dari Universitas Colorado-Denver fakultas ilmu syaraf. Keluarga Holmes dalam pernyataan tertulis juga menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada para korban.
"Duka cita kami kepada keluarga dan kawan yang ditinggalkan. Kami minta media untuk menghargai privasi kami di saat-saat yang sulit ini," tulis pernyataan keluarga Holmes, dikutip dari BBC.
Duka cita juga disampaikan oleh sutradara film Batman yang menginspirasi pembunuhan tersebut, Christopher Nolan. Dia mengatakan bahwa penyerangan itu sangat biadab dan tidak bisa dimaafkan.
"Berbicara mewakili para pemain dan kru 'The Dark Knight Rises' saya ingin menyampaikan kesedihan yang mendalam atas tragedi yang terjadi terhadap warga Aurora," kata Nolan.
Bendera setengah tiang dikibarkan atas perintah Presiden Barack Obama. Dia juga menyerukan agar hal yang sama dilakukan di seluruh kantor pemerintahan hingga hari Rabu depan.
Diberitakan CNN, sebagai bentuk belasungkawa, Obama membatalkan jadwal kampanyenya di Fort Myers, Florida. Dia mengatakan bahwa politik bisa menunggu di lain hari.
"Ini adalah saat-saat untuk berdoa dan bercermin. Kekerasan macam ini sangat tidak masuk di akal, di luar nalar," kata dia sebelum kembali bertolak ke Washington.
Rival Obama dalam pemilihan presiden mendatang, Mitt Romney, juga melakukan hal yang sama. Dia tidak berpidato saat berkampanye di New Hampshire dan menyerukan para pendukungnya untuk mengheningkan cipta.
"Hati kami terluka ketika mendengar tragedi ini. Semoga pelakunya bisa segera diadili," kata Romney, dilansir Reuters.
Pelaku diketahui bernama James E. Holmes, 24, yang mengaku sebagai Joker, musuh Batman. Dia menembaki para penonton di sebuah bioskop di Aurora pada premier film terbaru Batman "The Dark Knight Rises." Selain 12 tewas, sebanyak 59 orang terluka.
Holmes diketahui adalah mahasiswa S2 yang dikeluarkan dari Universitas Colorado-Denver fakultas ilmu syaraf. Keluarga Holmes dalam pernyataan tertulis juga menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada para korban.
"Duka cita kami kepada keluarga dan kawan yang ditinggalkan. Kami minta media untuk menghargai privasi kami di saat-saat yang sulit ini," tulis pernyataan keluarga Holmes, dikutip dari BBC.
Duka cita juga disampaikan oleh sutradara film Batman yang menginspirasi pembunuhan tersebut, Christopher Nolan. Dia mengatakan bahwa penyerangan itu sangat biadab dan tidak bisa dimaafkan.
"Berbicara mewakili para pemain dan kru 'The Dark Knight Rises' saya ingin menyampaikan kesedihan yang mendalam atas tragedi yang terjadi terhadap warga Aurora," kata Nolan.