Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
1. Penghapus pensil
Jika melihat penghapus pensil yg kecil & cenderung tidak terlalu keras, kita akan tahu kalau kita terkena lemparan dari guru. Berarti kita sedang dalam masalah yg tidak terlalu berat. Contohnya yaitu kita sedang ramai di saat guru menjelaskan, dengan spontan maka guru akan melempar ke arah kita. Dalam hati kita pasti bertanya, kalau suatu lemparan tepat target pada peserta didik. Bisa dipastikan kalau guru tersebut suka membawa penghapus karet, yg gunanya untuk memberikan efek jera kepada peserta didik yg berperilaku buruk. Memang tidak terlalu sakit kalau terkena itu, biasanya alat ini dipakai oleh guru-guru perempuan.
2. Bolpoin/Pensil
Nah ini untuk kali agak masuk ke fase agak terlalu keras, pastinya kalau kita terkena ini entah di lempar atau dipukulkan kepada peserta didik tetap menciptakan peserta didik takut. Apalagi kalau yg mengerjakan oleh guru yg notabene terkenal dengan lemah lembutnya. Tetap alat ini begitu berbahaya sekali, karena kita tentunya jarang melihat kalau seorang guru yg jarang marah
3. Buku paket
Buku paket benda keras & tebal gansist, pelanggaran yg terjadi biasanya adalah kita terkena pukulan mengpakai benda tersebut. Kesalahan apa yg mengakibatkan kita terkena pukulan tersebut, biasanya adalah kita lupa ini gansist membawa puku paket. Dengan spontan maka seorang guru
akan memukulkan buku tersebut ke arah kepala kita, & biasanya bukunya dibentuk gulungan sehingga saat kita terkena lumayan syahdu pula rasanya. Buku paket memang di era pendidikan dulu begitu sakti, tak jarang kalau biasanya mendapat tugas yg banyak oleh seorang guru di dalam buku tersebut. Menurut ane gansist yg bikin heran hingga sekarang yaitu, kenapa kita memiliki buku tersebut kita masih di suruh mencatat mengambil point yg penting-penting. Bisa saja kan memakai spidol warna / memberikan garis tepi di bawahnya.
4. Penghapus papan tulis
Peristiwa ini terjadi saat seorang guru sedang menulis/menerangkan di papan tulis. Saat guru menulis di papan tulis entah memakai spidol/kapur pasti di tangan satunya memegang benda pusaka tersebut
5. Penggaris kayu
Penggunaan alat ini semestinya untuk menggaris di papan tulis. Tetapi akan beralih fungsikan jadi sebuah benda tajam di dalam kelas. Layaknya sebuah keris di jaman empu-empu, kalau dipakai guru yg berbeda kalau ada yg ribut di dalam kelas maka kembali akan berfungsinya sama-sama berbahayanya. Jangan salah benda ini sering terkena oleh kita saat, pemeriksaan kuku di Hari Senin
Jika seorang guru ditanya apakah sekarang ruang geraknya terbatasi untuk mencerdaskan anak bangsa? iya jelas terbatasi mereka sering dianggap itu cara antik & berbahaya. Masih dapat cara lain yg lebih mendidik untuk mengatasi peserta didik yg bermasalah. Kata-kata itu seringkali terucap oleh pakar-pakar pendidikan, yg tidak langsung terjun di dunia pendidikan mengajar di dalam kelas. Alangkah seyogyanya dapat diajak merasakan realita anak-anak jaman sekarang seperti apa saat di dalam kelas
Anak-anak yg biasanya pendiam jarang omong di dalam kelas, tetapi kalau di dunia maya heboh & jari-jarinya seolah-olah buas. Kata-kata yg keluar dari jarinya seolah-olah mengajak untuk mengerjakan pemberontakan, tetapi kalau keesokan paginya dieksekusi oleh guru langsung akan langsung menciut nyalinya. Dengan dalih di bajak teman lah hpnya, dibawa pacarnya dsb
Tetap semangat para pejuang pencerdas anak bangsa, sebagai garis depan dalam mencetak generasi penerus bangsa ini. Sudah selayaknya kita juga mengupgrade ilmu-ilmu kita, supaya tetap dapat bertahan dengan derasnya era kemajuan teknologi. Kita dapat menggunkan kemajuan iptek untuk mempermudah kita dalam menyampaikan materi kepada para peserta didik. Sinergi antara orang tua, guru & pemerintah perlu dilakukan kerja sama yg bagus. Simbiosis yg terbentuk tentunya jadi mutualisme.
Ane akhiri tulisan ane gansist, kalau ada tulisan ane yg kurang berkenan ane mohon maaf yg sebesar-besarnya.
Hari ini 19:58