Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Benda-benda yg berada dalam sebuah film sering jadi suatu hal yg menarik untuk disaksikan.
Bukan cuma kemewahan yg dapat ditampilkan dalam sebuah film akan tetapi apa yg dikonsumsi oleh para aktor juga dapat jadi suatu yg menarik kalau kita saksikan.
Para aktor yg sudah terpilih & berbakat tentunya dapat dengan piawai mengpakai suatu benda, tidak jarang kita dapat mengikuti & mendapatkan inspirasi dengan mengikuti bagaimana para seniman tersebut merasakannya.
Beberapa barang yg biasanya kita pakai dapat jadi karena pengaruh dari para seniman yg sudah menginspirasi kita.
Seperti rokok, rokok seringkali jadi simbol dari para seniman yg harap menunjukan bahwa dirinya adalah pemikir, serta kedewasaan dari citra yg harap dibangun oleh seniman tersebut.
Beberapa rokok yg ditampilkan seperti cerutu, yg dimana itu merupakan simbol dari pengusaha atau mafia dalam film tersebut. Dan kalau kita lihat dalam kehidupan nyata nampaknya seorang yg merokok cerutu cuma para orang-orang penting. Disamping karena harganya mahal, akses untuk mendapatkannya juga tidak semudah rokok biasa.
Alkohol juga merupakan suatu sarana yg dipakai para seniman untuk menunjukan bahwa dirinya adalah orang yg santai, bahagia, atau bahkan emosi.
Penggambaran alkohol pun biasanya disesuaikan dengan adegan seniman tersebut, kalau dirinya harap mengkonsumsi alkohol dengan cara santai & berbincang-bincang maka dirinya akan memesan minuman dengan cara on the rock, dengan mengatakan lain adalah minuman yg dicampur dalam gelas yg cukup besar.
Sedangkan kalau para seniman harap ditunjukan dengan cara mabuk yg seru, maka pilihannya dapat ditunjukkan dengan cara minuman gelas sloki, gaya minuman ini tentunya dapat jadi sarana untuk menampilkan cara minum yg keras & bertujuan untuk mabuk yg cepat,
Dengan gelas kecil & minuman murni, tentunya dapat menciptakan siapa saja yg menyaksikan berfikir bahwa minuman tersebut keras sekali.
Narkoba juga tidak ketinggalan sebagai ikonik para artis, berbagai macam gaya narkoba sudah pernah ditampilkan dalam sebuah film,
Mulai dari ganja, yg merupakan narkoba yg diidentikan oleh anak muda, hippies, orang yg santai, hingga tidak jarang di film-film menunjukan bahwa ganja sebaiknya tidak dimasukan kategori narkoba.
Beberapa negara bahkan hingga mengizinkan ganja atau dapat dikatakan bahwa mereka melegalkan ganja di negaranya, dikarenakan bahwa ganja memiliki kandungan yg sangat bermanfaat untuk umat manusia.
Ganja sendiri dalam film-film ditampilkan dengan berbagai macam cara, mulai dari dilinting seperti rokok, dipakai dengan bong, atau bahkan dibuat jadi makanan manis seperti kue.
Dan sering kalau ada adegan seniman yg mengpakai ganja, pada akhirnya pasti akan menampilkan adegan mereka yg bahagia atau bahkan visual-visual kemenangan.
Selain ganja terdapat juga kokain yg dipakai sebagai ikon seniman yg memiliki kekayaan luar biasa.
Biasanya kokain ini dipakai oleh para bandar-bandar narkoba yg memiliki kesuksesan luar biasa, baik dalam segi penjual narkoba atau bahkan orang-orang kaya yg mencoba bersenang-senang.
Kokain sendiri identik dengan wanita-wanita seksi yg cantik luar biasa, & biasanya adegan yg sudah menampilkan kokain akan berakhir dengan pesta yg hingga tidak sadar, atau bahkan kebahagian luar biasa.
Kokain sendiri dipakai dengan cara dihirup dengan uang, atau benda spesifik lainnya yg langsung mengpakai hidung penggunanya.
Selain benda-benda yg dikonsumsi, tidak ketinggal dengan kendaraan.
Seperti misalnya mobil mewah, dengan seniman mengpakai mobil mewah maka dapat menunjukan bahwa mereka adalah jiwa yg tangguh & menyukai mesin.
Jika seniman mengpakai BMW maka dirinya dapat dikategorikan sebagai anak muda yg sukses, atau kalau dirinya mengpakai Mercedes maka dia adalah seorang yg penting atau bahkan pejabat.
Penggunaan-penggunaan suatu hal kepada seniman tidaklah tanpa alasan, akan ada suatu citra tentunya yg harap dibangkitkan kepada penonton.
Terima kasih sudah membaca, hingga jumpa.
Hari ini 17:49Bukan cuma kemewahan yg dapat ditampilkan dalam sebuah film akan tetapi apa yg dikonsumsi oleh para aktor juga dapat jadi suatu yg menarik kalau kita saksikan.
Para aktor yg sudah terpilih & berbakat tentunya dapat dengan piawai mengpakai suatu benda, tidak jarang kita dapat mengikuti & mendapatkan inspirasi dengan mengikuti bagaimana para seniman tersebut merasakannya.
Beberapa barang yg biasanya kita pakai dapat jadi karena pengaruh dari para seniman yg sudah menginspirasi kita.
Seperti rokok, rokok seringkali jadi simbol dari para seniman yg harap menunjukan bahwa dirinya adalah pemikir, serta kedewasaan dari citra yg harap dibangun oleh seniman tersebut.
Beberapa rokok yg ditampilkan seperti cerutu, yg dimana itu merupakan simbol dari pengusaha atau mafia dalam film tersebut. Dan kalau kita lihat dalam kehidupan nyata nampaknya seorang yg merokok cerutu cuma para orang-orang penting. Disamping karena harganya mahal, akses untuk mendapatkannya juga tidak semudah rokok biasa.
Alkohol juga merupakan suatu sarana yg dipakai para seniman untuk menunjukan bahwa dirinya adalah orang yg santai, bahagia, atau bahkan emosi.
Penggambaran alkohol pun biasanya disesuaikan dengan adegan seniman tersebut, kalau dirinya harap mengkonsumsi alkohol dengan cara santai & berbincang-bincang maka dirinya akan memesan minuman dengan cara on the rock, dengan mengatakan lain adalah minuman yg dicampur dalam gelas yg cukup besar.
Sedangkan kalau para seniman harap ditunjukan dengan cara mabuk yg seru, maka pilihannya dapat ditunjukkan dengan cara minuman gelas sloki, gaya minuman ini tentunya dapat jadi sarana untuk menampilkan cara minum yg keras & bertujuan untuk mabuk yg cepat,
Dengan gelas kecil & minuman murni, tentunya dapat menciptakan siapa saja yg menyaksikan berfikir bahwa minuman tersebut keras sekali.
Narkoba juga tidak ketinggalan sebagai ikonik para artis, berbagai macam gaya narkoba sudah pernah ditampilkan dalam sebuah film,
Mulai dari ganja, yg merupakan narkoba yg diidentikan oleh anak muda, hippies, orang yg santai, hingga tidak jarang di film-film menunjukan bahwa ganja sebaiknya tidak dimasukan kategori narkoba.
Beberapa negara bahkan hingga mengizinkan ganja atau dapat dikatakan bahwa mereka melegalkan ganja di negaranya, dikarenakan bahwa ganja memiliki kandungan yg sangat bermanfaat untuk umat manusia.
Ganja sendiri dalam film-film ditampilkan dengan berbagai macam cara, mulai dari dilinting seperti rokok, dipakai dengan bong, atau bahkan dibuat jadi makanan manis seperti kue.
Dan sering kalau ada adegan seniman yg mengpakai ganja, pada akhirnya pasti akan menampilkan adegan mereka yg bahagia atau bahkan visual-visual kemenangan.
Selain ganja terdapat juga kokain yg dipakai sebagai ikon seniman yg memiliki kekayaan luar biasa.
Biasanya kokain ini dipakai oleh para bandar-bandar narkoba yg memiliki kesuksesan luar biasa, baik dalam segi penjual narkoba atau bahkan orang-orang kaya yg mencoba bersenang-senang.
Kokain sendiri identik dengan wanita-wanita seksi yg cantik luar biasa, & biasanya adegan yg sudah menampilkan kokain akan berakhir dengan pesta yg hingga tidak sadar, atau bahkan kebahagian luar biasa.
Kokain sendiri dipakai dengan cara dihirup dengan uang, atau benda spesifik lainnya yg langsung mengpakai hidung penggunanya.
Selain benda-benda yg dikonsumsi, tidak ketinggal dengan kendaraan.
Seperti misalnya mobil mewah, dengan seniman mengpakai mobil mewah maka dapat menunjukan bahwa mereka adalah jiwa yg tangguh & menyukai mesin.
Jika seniman mengpakai BMW maka dirinya dapat dikategorikan sebagai anak muda yg sukses, atau kalau dirinya mengpakai Mercedes maka dia adalah seorang yg penting atau bahkan pejabat.
Penggunaan-penggunaan suatu hal kepada seniman tidaklah tanpa alasan, akan ada suatu citra tentunya yg harap dibangkitkan kepada penonton.
Terima kasih sudah membaca, hingga jumpa.