byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan dengan penuh sukacita. Berbagai rangkaian kegiatan mulai dari renungan malam di taman makam pahlawan hingga mengikuti detik-detik pembacaan teks proklamasi, serta aneka acara digelar untuk memeriahkan dirgahayu RI.
Pertanyaannya, apakah dengan cara seperti itu bangsa ini menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah mengantarkan ke gerbang kemerdekaan? Ironis, faktanya bangsa ini belum memberikan penghargaan yang layak bagi mereka yang berjasa. Lihat saja atau silahkan datang ke Komplek Asrama Badak Putih II Teplan dan Asrama Denpom III Siliwangi Lawang Gintung.
Di sana mantan para pejuang yang seharusnya di akhir masa hidupnya tinggal memikirkan untuk beribadah malah mereka terancam. Ratusan veteran pejuang kemerdekaan ini tempat tinggalnya yang ditinggalinya sejak puluhan tahun akan segera di eksekusi.
Kini para veteran kembali berjuang melawan musuhnya. Tapi musuh yang dihadapinya kali ini adalah bangsanya sendiri, alias pemerintah. Saat ini para veteran ini melakukan banding untuk menolak eksekusi. Lalu dimanakah penghargaan bagi veteran ini?
Nyawa dan pengorbanan selama berjuang melawan penjajah sudah tidak berarti. "Kami tidak membutuhkan penghargaan yang diberikan pemerintah. Yang kami butuhkan adalah tempat tinggal ini," ujar Mayor Purn Supakat. Dia menambahkan, "Darah, nyawa, teman-teman kami yang tertembak biarlah untuk cucu-cucu kami bukan untuk bangsa ini."