Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dari judulnya ngeri-ngeri sedap negara sekelas Inggris dimana sekutunya hampir di berbagai belahan dunia, ternyata ada upaya untuk menggulingkan Sukarno. Tentu hal ini jadi menarik, & menciptakan kita bertanya benar atau hoax?
Ane tidak dapat menyimpulkan secara detil, tetapi di salah satu media massa memberikan bacaan yg menarik & kalau kita tarik garis lurus tentu masuk akal, tetapi mungkin saja ini propaganda terserah agan berada di pihak mana?
Suatu kejadian kalau berbeda sudut pandang akan menimbulkan berbagai persepsi, sedangkan media akan condong melihat berita yg dapat di goreng untuk menimbulkan opini yg di harapkan mereka.
Oke dimulai dari tahun 1965 seorang pakar propaganda Norman Reddaway diundang kepala Kementerian Luar Negeri Inggris Joe Garner, ia diberikan sejumlah uang sekitar 100.000 poundsterling tujuannya cuma satu bagaimana dirinya dapat menggulingkan Sukarno.
Kemudian Reddeway pergi ke Singapura lalu menuju Phoenix Park, disana ada sebuah tempat rahasia dimana ada Kementerian Luar Negeri Inggris, Badan Dinas Intelijen Rahasia Inggris (SAS atau M16), serta Badan Intelijen Pusat AS (CIA) ketiganya ini membahas untuk menciptakan propaganda anti Sukarno di awal 1960an.
Apa yg menyebabkan mereka menciptakan skenario itu? Disini dapat dilihat pada tulisan Paul Lashmar & James Oliver pada bukuBritain's Secret Propaganda War 1948-77, tujuannya tidak lain adalah sumber daya alam.
Namun kalau kita tarik mundur ke Belakang, padahal nyatanya Inggris & Amerika ada andil akbar kemerdekaan Indonesia.
Secara logika Indonesia merdeka hasil bantuan dari Amerika Serikat ketika mengalahkan Jepang & juga Inggris dimana sekutu tidak mengerjakan lagi agresinya, bahkan ketika seluruh wilayah Indonesia sudah banyak dikuasai sekutu dengan dua kali serangan 1947 & 1948 walau berbagai perjanjian dilakukan dari perjanjian Linggarjati pada 1946, perjanjian Renville pada 1948, & perjanjian Roem-Royen pada 1949.
Lalu lewat DK PBB di Paris pada 22 Desember 1948 mereka evaluasi serangan militer Belanda ke II & menahan petinggi Indonesia, hingga akhirnya Indonesia membentuk pemerintahan darurat di Sumatra Barat disingkat PDRI yg dipimpin Syarifuddin Prawiranegara. Bahkan skenario terburuk bila PDRI tumbang akan ada pemerintahan cadangan di New Delhi, India yg dipimpin oleh Dr. Soedarsono, L.N. Palar, & A.A Maramis.
Tapi ketika sidang PBB Belanda seakan menutupi & mengklaim bahwa semua baik-baik saja, lantas dikirimlah KTN (Komisi Tiga Negara)
Richard C Kirby dari Australia (wakil Indonesia)
Frank B Graham dari Amerika Serikat (pihak netral)
Paul Van Zeeland Belgia (wakil Belanda)
Dan klaim Belanda dianggap tidak benar, hal itu menciptakan mata dunia terbuka. Amerika yg awalnya netral pun ambil posisi supaya kembali mengadakan perundingan yg lebih serius dalam hal ini.
Maka dari situ Indonesia mulai dekat dengan Amerika ini ditandai dengan Maramis & Palar terbang ke New York, bersama dengan Dr. Soemitro Djojohadikusumo disini mereka bicara hal penting yaitu harap kerjasama ekonomi dengan Amerika Serikat, tak hingga disitu delegasi Indonesia juga datang untuk mengikuti Konferensi Inter-Asia di New Delhi diundang oleh Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, pada 20-23 Januari 1949.
Dukungan dari beberapa negarapun menguat, walau Belanda tetap ngotot tetapi resolusi DK PBB pun tetap terbit pada 28 Januari 1949. Dan karena Belanda tetap ngoto maka terjadilah peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Disini Belanda terpojok & mulailah babak baru dengan adanya perundingan yg lebih serius lagi yaitu Konferensi Meja Bundar atau KMB, & Belanda akui kedaulatan Indonesia dengan syarat wajib bayar hutang Belanda.
Kenapa Amerika & Inggris bantu Indonesia? Jelas jadi pertanyaan bukan.
Ada nilai stategis, baik itu ekonomi & juga geografis. Di tahun 1959 saja investasi Inggris di Indonesia sudah mencapai 300 juta poundsterling, apalagi dimasa kolonial Inggris EIC kalah pintar berdagangnya dengan VOC di Indonesia bahkan selat malaka jadi rute kapal perang Amerika, jadi dapat dianggap semua punya kepentingan.
Kenapa Inggris mau menggulingkan Sukarno?
Ketika itu Sukarno seakan tidak tahu berterima kasih, & melihat kebijakan yg diambil Sukarno di tahun 1950an dengan nasionalis-radikalnya akan menjegal invstasi mereka di nusantara.
Apalagi terkait dengan komunis, kalau Indonesia jadi negara komunis akan membahaya wilayah asia tenggara lainnya. Disinilah mulai diausun strategi untuk upaya penyingkiran Sukarno dari singgasana, lantas terjadilah kudeta merangkak yg dilakukan karena adanya peristiwa G30SPKI.
Bayangkan dari aksi itu yg tidak tahu siapa dalangnya, mereka pun dihabisi hingga akarnya & disini Suharto akhirnya mengakhiri kisah Sukarno dengan manis. Bahkan menariknya lagi,di tanggal 5 Oktober 1965 Alec Adams, seorang penasihat politik Panglima Tertinggi Kerajaan Inggris, yg mengurus politik Asia Timur hingga Tenggara, ia menyarankan Kementerian Luar Negeri Inggris supaya menjadikan PKI sumber dari masalah, dibuat bersalah dalam kacamata orang awam & juga militer.
Propaganda demi propaganda pun dilakukan hasilnya, Sukarno pun tumbang. Akhirnya Inggris & Amerika jadi sahabat Indonesia, pengelolaan alam di dominasi oleh mereka.
Bagaimana menurutmu apa benar Inggris seperti itu atau cuma hoax belaka? See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik
Pic : google