• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Benarkah Hujan Bisa Ganggu TV Satelit?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
MLu0A.jpg

Jika Anda berlangganan TV satelit, baik di rumah, di kantor, atau di rumah kost, tentu layanin bermasalah ketika hujan bukan sesuatu yang baru. Apalagi ketika hujan besar dengan halilintar yang bersahut-sahutan, layar TV bisa mendadak gelap. Semua saluran TV tidak bisa diakses.

Pertanyaannya, apakah hujan yang menjadi penyebab siaran TV satelit terganggu?

Jawabannya, ya. How It Works Daily melansir, TV satelit umumnya menggunakan frekuensi EM dalam jangkauan gelombang mikro.

Panjang gelombang itu antara satu milimeter ke satu meter dengan radio frekuensi antara 0.3 - 300 GigaHertz (GHz). Gelombang ini sangat mudah diserap oleh air. Dengan begitu, air hujan bisa mengurangi kekuatan sinyal atau siaran.

st_03_1.jpg

Tetapi, penyelenggara layanin TV satelit mensiasati gangguan uplink itu dengan memperbesar atau memperkuat gelombang mikro, juga menggunakan beberapa stasiun uplink di lokasi yang berbeda agar siaran TV tetap stabil, sehingga pelanggan tetap dapat menikmatinya.

Namun, ada kalanya siaran TV tetap mati ketika hujan besar mengguyur sekitar rumah pelanggan. Pasalnya, jika gelombang mikro dipaksakan menyala dengan jumlah besar, decoder atau alat penerima gelombang di rumah pelanggan tidak pasti kuat menerimanya. Risiko terburuk, alat decoder malah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Di Indonesia, ada beberapa stasiun televisi berlangganan satelit yang populer, misalnya Indovision, Aora TV, Nexmedia, dan YesTV. Dahulu, sempat ada Astro yang cukup membumi. Namun, perusahaan asal Malaysia itu ditutup karena perseteruan antara pemilik saham Astro Malaysia dan Grup Lippo.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.