• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

BENARKAH ADAM MALIK ADALAH MATA-MATA CIA?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
BENARKAH ADAM MALIK ADALAH MATA-MATA CIA?


Sebelum ke Inti Cerita, sebelumnya Ane akan membahas dulu bagaimana dapat judul diatas lahir...

Yaps, judul diatas lahir setelah keluarnya buku yg di tulis oleh Tim Weinar, Wartawan The New York Times,peraih Hadiah Pulitzer Membongkar Kegagalan CIA - Spionase Amatiran Sebuah Negara Adidaya (Judul Asli : Legacy of Ashes The History of CIA) tahun 2008.

Di dalam buku tersebut banyak sekali bukti-bukti skenario & kelemahan-kelemahan CIA dalam menjalankan misi intelegennya. Salah satu yg di singgung dalam buku tersebut adalah pernyataan Clyde McAvoy yg mengaku sudah merekrut Adam Malik, Ulasan tersebut dimulai dari halaman 329.

Sebenarnya, Buku ini bukan bermaksud untuk memghakimi Adam Malik, namun Buku ini lebih memojokkan CIA sebagai dalang penghancur negara-negara yg bersebarangan dengan kepentingan Amerika Serikat. Dan memaparkan kegagalan-kegagalan yg dialami oleh CIA, agen rahasia yg paling bergengsi di dunia. Karena sesuai dengan Pengakuan John Perkins dalam buku Confession of EHM & John Pilger dalam film dokumenternya tentang Indonesia yg berjudul The New Rulers of the World mempertegas bahwa Amerika Serikat sangat berkepentingan menghancurkan pemerintahan Soekarno yg anti Imperaliasme Modern melalui korporasi & kebijakan ekonomi & politik kapitalis.

Oke Gan, itu sedikit pengantar dari saya supaya isi Tulisan & Judul, saling berkolerasi.

Spoiler for Adam Malik Mata-Mata CIA:

Rupanya Soeharto tidak sendirian didalam memenuhi ambisinya jadi penguasa militer & Orde Baru ada 3 serangkai yg memang didisain oleh CIA untuk menggulingkan Bung Karno salah satunya seorang yg menyusup pada Partai Golongan KIRI atau Partai Murba , yaitu Adam Malik yg kemudian keluar dari Partai Murba dimana semua Pimpinan & pengurus Partai Murba dijebloskan ke Penjara atau dikucilkan termasuk Chaerul Saleh Ketua MPR yg seorang anti komunis juga tetapi pro Sukarno yg ditahan & meninggal dalam penjara.

Tiga serangkai satu lagi adalah Sultan Hamengkubuwono IX karena dianggap sebagai tokoh masyarakat jawa , seperti Kita ketahui Pasukan Cakrabirawa Pimpinan Letnan Kolonel Untung & kostrad banyak berasal dari Kodam Diponegoro yg jadi pelaku & penumpas G30 S PKI dimana wilayah tersebut adalah wilayah yg dikuasai oleh Sultan Hamengkubuwono IX selaku tokoh masyarakat jawa oleh karenanya tidaklah mengherankan jumlah pembantaian terbesar pada simpatisan PKI ada di JawanTengah khususnya wilayah Jogja - Solo - Semarang , pada akhirnya kedua tokoh ini mencapai jabatan tertinggi di Indonesia walaupun dibawah Suharto , Sultan Hamengkubuwono jadi Wakil Presiden perdana RI pada Masa Orde Baru & Adam Malik jadi Wakil Presiden berikutnya.

Dari 800 lebih halaman di buku Membongkar Kejahatan CIA karya Tim Weiner, wartawan The New York Times yg pernah meraih Pulitzer, cerita soal Indonesia cuma makan 5 halaman saja, dimulai pada halaman 329. Meski sekelumit, namun pengakuan perwira CIA bahwa Adam Malik adalah agen CIA menggegerkan Tanah Air.

"Saya merekrut & mengontrol Adam Malik," ujar Clyde McAvoy, perwira CIA itu, dalam sebuah wawancara pada tahun 2005. McAvoy berjumpa dengan Adam Malik di sebuah tempat rahasia & kondusif di Jakarta pada 1964.

"Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yg pernah kami rekrut," tambah McAvoy.

Adam Malik dirinci lebih dalam lagi setelah itu. Disebutkan, dalam beberapa pekan yg menegangkan pada bulan Oktober 1965, Negara Indonesia terpecah dua.

Tim Weiner menulis, "CIA berusaha mengkonsolidasi sebuah pemerintah bayangan, sebuah kelompok tiga serangkai yg terdiri atas Adam Malik, Sultan yg memerintah di Jawa Tengah, & perwira tinggi angkatan darat berpangkat mayor jenderal bernama Suharto.

"Malik memanfaatkan hubungan dengan CIA untuk mengadakan serangkaian pertemuan rahasia dengan Duta Besar Amerika yg baru di Indonesia, Marshall Green. Sang Duta Besar mengatakan bahwa dia berjumpa dengan Adam Malik "di sebuah letak rahasia" & mendapatkan "gambaran yg sangat jelas tentang apa yg dipikirkan Suharto & apa yg dipikirkan Malik serta apa yg mereka usulkan untuk dilakukan" buat membebaskan Indonesia dari komunisme melalui gerakan politik baru yg mereka pimpin, yg disebut Kap-Gestapu.

Dengan semakin dipengaruhi Soekarno oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kebijakannya, Malik mendirikan Lembaga Pemeliharaan Sukarnoisme (BPS). Organisasi ini bertujuan untuk menerjemahkan ide-ide Sukarnois dalam pengertian non-Komunis & mengpakai nama Sukarno untuk mengkritik PKI. Sukarno tidak mengabaikan hal ini & melarang BPS pada tahun 1965. Bersama dengan Jenderal Abdul Haris Nasution & Ruslan Abdulgani, Malik dibenci oleh PKI karena sikap anti-Komunisnya.

Pada tahun 1965, sesuai arsip dari CIA, Malik menerima 50 juta rupiah untuk mengeksekusi eks PKI, mengutip "Duta Besar Green tanggal 2 Desember 1965 pengesahan pembayaran rahasia senilai 50 juta rupiah kepada" kelompok aksi yg diilhami oleh tentara tetapi staf sipil [Kap -Gestapu] ... masih membawa beban upaya represif saat ini yg ditujukan kepada PKI "Dokumen segera menyusul, mungkin tanggapan CIA kepada proposal ini sejak 3 Desember 1965 (ditulis oleh William Colby dari divisi Timur Jauh CIA kepada Departemen Luar Negeri William Bundy), ditahan seluruhnya dari volume. (Hal. 379380) ".

Pada tahun 1966 adalah tahun di mana Sukarno kehilangan kekuasaan eksekutifnya saat ia menyerahkannya kepada Letnan Jenderal Suharto melalui keputusan Presiden yg diketahui sebagai Supersemar. Meski Soekarno tetap mempertahankan gelar Presiden, semua kekuasaan de facto ada di tangan Soeharto. Perombakan Kabinet terjadi, di mana Malik mengambil posisi Menteri Luar Negeri. Malik bersama Soeharto & Hamengku Buwono IX membentuk tiga serangkai untuk membalikkan kebijakan Sukarno.

Sebagai Menteri Luar Negeri, Malik mengerjakan perjalanan ke negara-negara Barat untuk menjadwal ulang pembayaran utang. Malik juga mundur dari Partai Murba tahun itu untuk menempatkan dirinya lebih sejalan dengan kebijakan ekonomi rezim baru yg lebih terbuka. Partai Murba pernah jadi partai yg menolak investasi asing. Pada tahun 1967, Malik, bersama dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Thailand, Singapura, & Wakil Perdana Menteri Malaysia secara resmi membentuk ASEAN dalam upaya untuk membentuk front persatuan dalam menghadapi peluasan Komunis di Vietnam.

Tim Weiner juga menulis, "Pada pertengahan bulan Oktober 1965, Malik mengirimkan seorang pembantunya ke kediaman perwira politik senior kedutaan, Bob Martens, yg pernah bertugas di Moskow ketika Malik juga bertugas di sana sebagai diplomat Indonesia. Martens menyerahkan kepada utusan Malik itu sebuah daftar yg tidak bersifat rahasia, yg berisi nama 67 pemimpin PKI, sebuah daftar yg sudah dia rangkum dari kliping-kliping surat kabar komunis."

Pada bagian lain disebutkan juga bahwa Duta Besar Green, McGeorge Bundy (Penasihat Keamanan Nasional) & Bill Bundy (Asisten Menlu untuk Timur Jauh), melihat Suharto & Kap-Gestapu layak mendapat bantuan AS. Namun Duta Besar Green mengingatkan bahwa bantuan itu tidak boleh berasal dari Pentagon atau Deplu. Program bantuan itu tidak akan dapat dirahasiakan; risiko politisnya sangat besar. Akhirnya disepakati bahwa uang itu harus ditangani oleh CIA.

Mereka sepakat untuk mendukung militer Indonesia dalam bentuk bantuan obat-obatan senilai US$ 500.000 yg akan dikirimkan melalui CIA dengan pengertian bahwa angkatan darat akan menjual obat-obatan tersebut untuk mendapatkan uang tunai.

Dubes Green, setelah berunding dengan Hugh Tovar, mengirimkan pesan telegram kepada Bill Bundy, yg merekomendasikan pembayaran uang dalam jumlah yg cukup akbar kepada Adam Malik:

"Ini untuk menegaskan persetujuan saya sebelumnya bahwa kita menyediakan uang tunai sebesar Rp 50 juta (sekitar $ 10 ribu) buat Malik untuk membiayai semua kegiatan gerakan Kap-Gestapu. Kelompok aksi yg beranggotakan warga sipil tetapi dibentuk oleh militer masih memikul kesulitan yg diakibatkan oleh semua upaya represif yg sedang berlangsung...

Kesediaan kita untuk menolong dia dengan cara ini, menurut saya , akan menciptakan Malik berpikir bahwa kita setuju dengan peran yg dimainkannya dalam sebuah kegiatan anti-PKI, & akan memajukan hubungan kerja sama yg baik antara dia & angkatan darat.

Kemungkinan terdeteksinya atau terungkapnya dukungan kita dalam hal ini sangatlah kecil, sebagaimana setiap operasi "tas hitam" yg sudah kita lakukan."

Tim Weiner juga menulis, "Sebuah gelombang akbar kerusuhan mulai meningkat di Indonesia. Jenderal Suharto & gerakan Kap-Gestapu sudah membunuh begitu banyak orang. Dubes Green kemudian memberi tahu Wapres Hubert H Humprey dalam sebuah pembicaraan di kantor wakil presiden di Gedung Capitol bahwa "300.000 hingga 400.000 orang sudah dibantai" dalam "sebuah pertumpahan darah besar-besaran".

Wakil Presiden menyebutkan bahwa dia sudah mengenal Adam Malik selama bertahun-tahun, & Dubes memujinya sebagai "salah satu orang terpintar yg pernah dia temui." Malik dilantik sebagai menteri luar negeri, & dia diundang untuk berbincang-bincang selama 20 menit dengan Presiden Amerika di Oval Office. Mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang tentang Vietnam.

Pada akhir pembicaraan mereka, Lyndon Johnson mengatakan bahwa dia memiliki perhatian amat akbar tentang perkembangan di Indonesia & dia mengirimkan salam hangatnya untuk Malik & Suharto. Dengan dukungan AS, Malik kemudian terpilih jadi ketua Sidang Umum PBB."

Baik atau buruk bahkan sepahit apapun kebenaran Tetap harus diungkap demi kemajuan bangsa ini Karena dengan mengenal sejarah Kita dapat memperbaiki yg salah & berbuat untuk lebih baik khususnya bagi kedaulatan rakyat Indonesia .

Kembali lagi, Ini hanyalah Opini yg terlahir setelah Keluarnya Buku yg di tulis Oleh Tim Weiner, Wartawan The New York Times yg menyebut Adam Malik Agen CIA, dengan Judul Membongkar Kegagalan CIA (2008)



SUMBER: BENARKAH CIA MEREKRUT ADAM MALIK? Hari ini 04:30
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.