Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kehidupan sering saja ada yg namanya "benar & salah" keduanya tak dapat dipisahkan. Keduanya seakan saling berkaitan, bagaikan dua sisi mata uang yg tak dapat dijauhkan.
Lantas ada pertanyaan apakah benar & salah itu mutlak?
Ketika kita mencari benar & salah dalam satu hal ternyata tidak didapatkan mengatakan mutlak. Jadi pada dasarnya benar & salah itu relatif, sesuatu yg tidak tetap & dapat berubah tergantung darimana perspektif yg melihatnya.
Apa yg kita anggap benar belum tentu orang lain akan menilai hal yg sama dengan yg kita perspektifkan, dapat saja menurut mereka hal itu salah.
Gimana semakin bingung?
Begini sob, kita contohkan satu kasus yaitu 'membunuh' mau dilihat dari segala sisi perspektif manapun kita tahu hal itu adalah 'salah'.
Mengambil nyawa orang lain, dengan sengaja, bahkan tak sungkan & segan pelaku secara sadar membunuh orang itu. Bila dilakukan cuma untuk dendam pribadi maka pelaku akan dituduh 'salah'.
Namun bila pelaku dalam keadaan perang membela negara atau agama yg bersangkutan apakah penilaiannya tetap salah. Tentu tidak membunuh musuh yg menginjak tirani dapat dibenarkan oleh kedua pihak yg berseteru.
Bahkan kalau tidak membunuh akan terbunuh & menerima kekalahan, perang adalah salah satu jalan untuk membenarkan tindakan yg dilakukan.
Kalau di lihat dari sisi baik & jahat, semua hal yg mengakhiri nyawa orang lain adalah tindakan jahat. Hak mereka dirampas dengan dibunuh, hingga tak dapat lagi mencicipi sedap hidup di bumi. Bila memaafkan musuh, jelas itu sebuah kebaikan namun perspektif orang dapat saja menilai hal itu 'salah' karena musuh akan dapat saja menyerang balik disaat mereka lengah.
Jadi kalau ada orang yg berkata benar, belum tentu orang itu benar karena pandangan kebenaran akan beda persepsi tergantung darimana orang itu melihatnya.
Contoh kasus lain, mencuri itu salah tetapi ketika ia mencuri karena lapar, & tetangganya yg kaya tak peduli dengan hidup dirinya maka yg salah akan berbeda pandangan. Bukan si pencuri tetapi tetangga yg kaya!! Apakah pelaku dapat dibilang baik tidak tentu pelaku sudah bertindak jahat, memgambil hak milik orang lain adalah sebuah kejahatan tetapi apakah tindakannya benar? Bisa saja dibenarkan karena ia mencuri memang kepepet, tidak ada lagi yg dapat dimakan. Kalau tidak mencuri ia akan mati kelaparan.
Disinilah kita harus akui tidak selamanya yg benar itu benar & yg salah itu salah. Namun yg baik itu pasti baik & yg jahat memang jahat.
Sayangnya kita sering mencari yg benar & salah, hingga melupakan perbuatan yg baik & sering mengerjakan perbuatan yg jahat.
Jangan hingga berkata Eli,Eli,LamaSabachthani!. padahal manusia sendiri yg mengerjakan kejahatan.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik
Pic : google