• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Benahi Transportasi, Jokowi Minta Bantuan Boediono

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
wCZtx.jpg


Setelah sempat tertunda, hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merealisasikan rencananya menemui Wakil Presiden Boediono guna membahas masalah transportasi di Jakarta.

Hal itu dilakukan Jokowi untuk lebih memudahkan komunikasi sehingga bisa langsung disambungkan dengan kementerian-kementerian dan BUMN, agar apa yang telah direncanakannya bisa dipercepat.

"Pertama, masalah transportasi, yang berkaitan dengan Kereta Api loopline. Karena tahun ini akan kita bangun yang underpass maupun flyover. Tapi mungkin dalam jangka panjang elevated rail," ujar Jokowi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2013).

Meski biaya yang dikeluarkan lebih mahal untuk konstruksi elevated rail, mantan Wali Kota Solo ini menyatakan hal itu dapat dilakukan share pembiayaan antara pihaknya dengan PT KAI, dengan perantara Wakil Presiden.

"Kedua, mengenai MRT, kami sudah sampaikan mengenai Lebak Bulus sampai HI, sudah diputuskan oleh Menko 49 persen oleh pusat : 51 persen oleh Pemprov. Yang ini kami terima dulu, karena kami enggak ingin lama-lama lagi memutuskan hanya gara-gara presentase," terangnya.

Pemprov DKI, kata Jokowi, tak mau terlalu lama lagi untuk memutuskan pembangunan proyek MRT dan juga Monorel yang sudah 26 tahun direncanakan itu. "MRT dan monorail ini kita putuskan sehari dua hari ini, sekalian biar semuanya jalan.

Namun, orang nomor satu di Jakarta ini menegaskan, dirinya akan tetap melakukan dengar pendapat dari seluruh stake holder sebelum dirinya benar-benar memutuskan kebijakan.

"Sebelumnya kami ingin uji publik lagi, sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi kita, biaya proyek berapa, nanti jatuh subsidi berapa, tiketnya, semua kita buka biar masyarakat tahu. Yang mau beri masukan, kritisi, input-input akan kami terima dalam public hearing," tandasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.