• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Belum Ada Pembahasan, Harga BBM Batal Naik 1 November?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
28TBc.jpg
Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah belum menyinggung pembahasan realokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam sidang kabinet, Senin (27/10/2014).

Sebagaimana diketahui, santer tersiar kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo akan menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 November 2014.

Melihat belum adanya tanda-tanda pembahasan terkait subsidi BBM, ada indikasi kenaikan harga BBM bersubsidi batal terjadi 1 November 2014. “Saya belum bisa mengatakan kapan, tapi semua keniscayaan. Kalau enggak, bebannya begitu luar biasa,” kata Sofyan saat ditemui seusai rapat internal, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Meski pada sidang kabinet Senin lalu pemerintah belum membahas terkait subsidi BBM, Sofyan mengatakan, pembahasan akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, masalah subsidi BBM ini menjadi concern utama semua orang, termasuk pemerintah.

“Bukan berarti dinaikkan, tapi mengalokasikan subsidi itu pada yang lebih produktif,” imbuh Sofyan.

Sementara itu, terkait dengan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, Sofyan menjelaskan, saat ini draf perubahan sedang dikerjakan oleh Kementerian Keuangan.

Menurut Sofyan, perubahan APBN 2015 bisa dilakukan segera setelah pemerintah mengajukan draf kepada parlemen. Sofyan menyebut pentingnya perubahan APBN 2015 karena banyak janji Presiden Joko Widodo yang harus direalisasikan.

“APBN 2015 itu disusun sebelum pemerintah Pak Jokowi dilantik. Sedangkan pemerintah ini kan punya janji-janji yang harus di-deliver. Nah, ini kemudian membutuhkan perubahan APBN,” kata Sofyan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.