• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Belum Ada Agenda Jokowi soal Transjakarta

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
NtUy8.jpg

Saat pencalonan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan bahwa salah satu prioritas dalam pengembangan transportasi massal adalah dengan memperbaiki manajemen layanin transjakarta dan mempercepat penambahan jumlah koridor. Meski demikian, Kepala Badan layanin Umum (BLU) Transjakarta M Akbar mengaku belum mendapat agenda untuk berdiskusi dengan Jokowi.

"Belum ada (agenda), sampai saat ini belum," kata M Akbar, yang ditemui dalam acara diskusi yang diadakan Ikatan Alumni ITB dengan tema "Utak-atik Transportasi Jakarta" di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012) malam.

Ia menjelaskan, program peningkatan layanin untuk jangka pendek yang sedang digarap BLU adalah penyediaan bus-bus pengumpan (feeder) yang dioperasikan langsung oleh BLU. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengaturan armada. "Saat ini bus feeder itu sudah ada 15 unit," kata Akbar.

Dalam acara diskusi tersebut, pengamat transportasi Harun Al-Rasyid Lubis berpendapat bahwa sebagai program jangka pendek, BLU dapat memaksimalkan 12 koridor busway yang telah ada. Caranya dengan menambah jalur pengumpan (feeder) dan menambah jumlah bus. Dengan cara tersebut saja, transjakarta sudah dapat menyaingi daya angkut KRL.

"Andai fokus dengan pengembangan 12 koridor saja diperkirakan dapat mengangkut 1,5 juta penumpang per hari. Hari ini masih 320.000 per hari," kata Harun.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Hendrik Karmin menyatakan keyakinannya pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam membawa perubahan bagi transportasi massal di Jakarta. Hal itu pernah diutarakan langsung oleh Jokowi saat bertemu Ikatan Alumni ITB pada bulan Ramadhan lalu.

"Kuncinya ada pada leadership (kepemimpinan). Kita punya banyak ahli di Jakarta yang bisa diberdayakan untuk memperbaiki transportasi. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dan dapat memberdayakan sumber daya manusia yang sudah banyak kita miliki," ujar Hendrik.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.