• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Belanda Pernah Bangkrut Gara-gara Bunga Tulip

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Belanda Pernah Bangkrut Gara-gara Bunga Tulip


Kisah soalThe Tulipomania(Tulip Mania) yg terjadi di Belanda tahun 1636 ini menarik & dapat jadi contoh. Apalagi gara-gara kembang tulip ini dapat menciptakan Belanda jadi bangkrut.

Belanda Pernah Bangkrut Gara-gara Bunga Tulip


Seorang penulis asal Skotlandia, Charles Mackay, menulis fenomenabanyak orang rela menghabiskan gaji mereka selama setahun cuma untuk memiliki umbi langka dari tulip. Dengan asa supaya dapat dijual kembali, & meraup keuntungan yg berlipat-lipat ganda. Mackay pun menjuluki fenomena ini sebagai:The Tulipomania(Tulip Mania) & sekarang jadi satu istilah dalam ilmu ekonomi.

Nah anehnya, kembang ini juga bukan tanaman khas Belanda. Kehadiran kembang tulip di benua Eropa berasal dari benih & biji pemberian Kekaisaran Ottoman Turki. Benih & biji itu dibawaperwakilan Ferdinand I (Kaisar Roman), Ogier de Busbecq pada tahun 1554 . Ia kemudian menyebarkannya ke beberapa kota penting di Eropa: Vienna, Augsburg, Anrtwerp, & Amsterdam.

Karena bunganya unik, maka banyak orang menyukai & kemudian menanamnya di pekarangan rumah. Sekitar tahun 1593 pakar botani Carolus Clusius mendirikan pos penelitian di Leiden guna menanam serta mengembangkan benih maupun biji tulip supaya sanggup berdaptasi. Alhasil, tak lama kemudian tulip mulai tumbuh & popularitasnya menanjak di kalangan khalayak ramai.

Belanda Pernah Bangkrut Gara-gara Bunga Tulip


Banyak orang mencari bibit Bunga Tulip karena langka & eksotis. Tulip jadi incaran para Hortikulutura & pakar botani termasuk Carolus Clusius. Ia kemudian fokus untuk mempelajari Tulip. Ia tertantang untuk menghasilkan aneka tipe tulip hasil persilangan dengan berbagai pola warna.

Salah satu pola aneh yg dianggap langka adalah kembang tulip berpola belang dengan dua atau lebih tipe warna. Namun, seiring berjalannya waktu para pakar botani akhirnya mengetahui kalau ternyata penyebab warna tulip jadi belang karena virus yg menciptakan tulip itu mengalami saki. Sehingga tidak dapat dengan sempurna mengeluarkan warna & terjadi kebelangan.

Para pakar botani melihat hal tersebut indah & mulai berlomba-lomba membiakan kultivar tulip baru yg lebih unik & indah. Pada awalnya para pakar botani Belanda saling memamerkan kultivar yg sudah mereka hasilkan di antara mereka sendiri.

Mereka membentuk jaringan antar pakar botani yg saling mempertukarkan umbi induk tulip & kultivarnya. Namun, lama kelamaan jaringan penggemar tulip ini berkembang & permintaan akan kultivar tulip ini muncul juga dari mereka yg bukan pakar botani, yaitu para penggemar kembang biasa.

Dari Mulut ke Mulut

Orang-orang tajir Belanda yg hidup bergelimang uang itu mulai tertarik untuk mengoleksi kembang tulip. Salah satu kultivar saat itu adalah kultivar tulip penemuannya Clusius.

Pada tahun 1623 ada orang tajir yg berani menawar 10 umbi kultivar penemuan milik Clusius dengan uang sejumlah 12.000 gulden. Uang sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk membeli sebuah rumah mewah di Kota Amsterdam saat itu. Kabar tentang keindahan tulip penemuan Clusius, serta dengan harganya yg luar biasa mahal dengan cepat menyebar ke tengah masyarakat.

Hal ini semakin menarik rasa keharaptahuan orang. Apalagi ada bumbu kisah keindahan, kelangkaan, & prestise. Orang makin penasaran untuk harap tahu & memiliki kembang tulip. Beberapa orang melihat ini sebagai peluang bisnis. Perburuan kepada kultivar tulip ini pun dimulai.

Umbi tulip jadi barang berharga yg dicari banyak orang. Di tahun 1633, umbi tulip jadi semacam mata uang untuk bertukar dengan barang berharga lainnya. Rumah mewah, lahan pertanian, & peternakan dengan mudah berpindah tangan demi segenggam umbi tulip.

Demam tulip semakin menggiurkan seiring terdengarnya kabar tentang orang-orang yg kaya mendadak dari hasil berjual beli umbi kembang tulip. Saking gilanya, satu buah umbi tulip penemuan Clusius harganya mencapai 5.000 gulden & pada tahun 1637. Harga tersebut naik dua kali lipat jadi 10.000 gulden.

Para sejarawan menggambarkan nilai tersebut saat itu cukup untuk memberi makan beberapa keluarga selama beberapa puluh tahun atau uang tersebut cukup untuk membeli rumah mewah di wilayah elite Amsterdam, sebuah rumah mewah dengan taman indah di depannya. Padahal saat itu, nilai properti di Amsterdam adalah yg paling mahal di dunia.

Puncak dari fenomena ini adalah Tulip Mania yg terjadi selama tahun 1636 hingga awal tahun 1637. Masyarakat dari berbagai kalangan, tak peduli bangsawan, tentara, tukang sepatu, tukang kayu, tukang batu, & penebang pohon, semua terlibat pada kegilaan akan kembang tulip ini. Saking cepatnya perdagangan umbi tulip, sebuah umbi tulip dapat berpindah tangan 10 kali dalam sehari. Seperti halnya kemunculannya yg misterius, demam tulip seolah menghilang dalam semalam.

Pada awal februari 1637, pasar tulip mulai kolaps. Harga tulip yg sudah tidak terjangkau lagi menciptakan permintaan menurun. Tanpa permintaan harga kembang tulip mulai turun dengan cepat. Orang-orang mulai menjual koleksi tulip mereka & dampaknya terlalu banyak penawaran barang yg menciptakan harga semakin hancur tak terkendali. Yang terjadi kemudian adalah bencana finansial bagi beberapa akbar mereka yg terlibat bisnis tulip.

Persengketaan karena krisis finansial makin sering terjadi khususnya terkait hutang. Banyak orang mendadak jatuh miskin cuma dalam waktu semalam. Fenomena tulip mania berakhir dengan kisah sedih bagi beberapa pelakunya.

Sumber Disini gan !!
Hari ini 14:18
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.