Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Belajar Dulu Baru Beramal
Akibat beramal tanpa tuntunanAkibat dari amalan yg tanpa tuntunan, amalan yg tidak ada dalilnya, cuma menciptakan amalan tersebut tertolak & sia-sia.
Al Bara bin Azib radhiyallahu anhu menuturkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan khutbah kepada para sahabat pada hari Idul Adha setelah mengerjakan shalat Idul Adha. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Siapa yg shalat seperti shalat kami & menyembelih kurban seperti kurban kami, maka ia sudah mendapatkan pahala kurban. Barangsiapa yg berkurban sebelum shalat Idul Adha, maka itu hanyalah sembelihan yg ada sebelum shalat & tidak teranggap sebagai kurban.
Abu Burdah yg merupakan paman dari Al Bara bin Azib dari jalur ibunya berkata,
Wahai Rasulullah, saya sudah menyembelih kambingku sebelum shalat Idul Adha. Aku tahu bahwa hari itu adalah hari untuk makan & minum. Aku bahagia kalau kambingku adalah binatang yg perdana kali disembelih di rumahku. Oleh karena itu, saya menyembelihnya & saya sarapan dengannya sebelum saya shalat Idul Adha.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun berkata,
Kambingmu hanyalah kambing biasa (yang dimakan dagingnya, bukan kambing kurban). (HR. Bukhari no. 955)
Coba perhatikan. Lihatlah bagaimanakah akibat dari beramal tanpa tuntunan. Jika ibadahnya asal-asalan, tanpa dasar ilmu & tanpa dalil, beramal cuma atas dasar amalan itu baik, maka tidak akan diterima amalan tersebut. Perhatikanlah baik-baik apa yg terjadi pada sahabat di atas. Niatannya baik supaya biasa sarapan dengan hasil kurbannya. Sayangnya, ia menyembelih sebelum waktunya. Akibatnya, kurbannya hanyalah dinilai daging biasa. Maka ibadah lainnya berlaku seperti itu. Jika suatu amalan tidak didasari dengan dalil yg shahih dari Al Quran & hadits, maka amalan tersebut jadi sia-sia.
Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa menciptakan suatu perkara baru dalam agama kami ini yg tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak. (HR. Bukhari no. 20 & Muslim no. 1718)
Orang yg mengerjakan amalan tanpa tuntunan benar-benar merugi, amalannya sia-sia belaka & tidak diterima. Dalam ayat Al Quran disebutkan,
Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yg paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yg sudah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104)
Ibnu Masud pernah berkata pada orang yg amalannya mengada-ada, tanpa pakai tuntunan padahal niatan orang tersebut benar-benar baik,
Betapa banyak orang yg mengharapkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya. (HR. Ad Darimi 1: 79. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayyid)
Sumber tulisan : Rumasyo