Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
dulu, yg sering kita dengar tentang orang orang yahudi itu ya kalau nggak sesuatu yg negatif atau macam macam hal yg buruk yg sudah di brainstorming dari cerita atau tulisan yg banyak dibilang orang. namum seiring waktu presepsi itu bergeser ketika saya mencari tau tentang kelompok yahudi lebih dalam, seperti tentang bagaimana cara mereka berdagang pasca perang dunia 2, berdemokrasi hingga mengatur pola kehidupan.
hingga saya ingat suatu waktu salah satu teman saya pernah menciptakan lelucon seperti
ih! rapih banget dompet lo, kaya orang yahudi.entah apa sebenarnya maksud dari lelucon ini tetapi yg pasti ras yahudi memiliki intrik atau daya tarik tersendiri.
walaupun ada banyak hal yg dapat kita pelajari dari orang-orang yahudi, saya pribadi percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berhasil dalam kehidupan tanpa memandang ras & kebangsaan.
menjadisukses secara finansial, baik dalam bisnis atau karier, bukan tentang jadi orang lain, tetapi belajar bagaimana jadi diri sendiri.
mempelajari & memahami budaya & perilaku orang lain adalah salah satu cara untuk meningkatkan diri (menurut saya).
dalam beberapa film yg pernah saya lihat, saya melihat betapa disiplin & bersemangatnya orang-orang yahudi dalam berinovasi & memulai bisnis. seperti sejumlah mahasiswa MBA dari program akselerator universitas (didalam film the unknow nuclear scientis) yg mengajukan & menunjukkan ide bisnis mereka yg semuanya hebat & keren.
budaya kreatif yg sama yg membentuk banyak startup yahudi yg sukses jadi banyak perusahaan seperti Facebook, Google, Viber, Whatsapp, & Waze. Tidak mengherankan bahwa Israel diketahui sebagai Negara Start-up karena memiliki komunitas perusahaan teknologi terbesar kedua di dunia, kedua setelah Amerika Serikat.
orang-orang yahudi tidak cuma sukses dalam kewirausahaan teknologi tinggi tetapi juga di bidang lain.misalnya, beberapa akbar merek garmen terkenal saat ini dimiliki oleh orang Yahudi seperti Calvin Klein, Ralph Lauren, Liz Claiborne, Donna Karan, Kenneth Cole, Marc Jacobs, & Guess. Merek konsumen populer lainnya seperti Levis, Haggen Dazs, Starbucks, Mattel, & bahkan pakaian Hollywood akbar seperti MGM, Paramount, Twentieth Century Fox, Columbia, Warner Brothers & Universal Studios semuanya didirikan oleh pengusaha Yahudi.
pemeringkatan Forbes baru-baru ini dari para milyarder top dunia mengungkapkan bahwa sekitar 12 persen dari mereka adalah orang yahudi. di antara orang-orang yahudi terkaya dalam daftar adalah Larry Ellison dari Oracle, Michael Bloomberg dari Bloomberg LP Media, Paul Allen dari Microsoft, Michael Dell dari Dell Computer, Mark Cuban dari Dallas Mavericks, Steven Spielberg, Carl Icahn & George Soros.
bagaimana minoritas kecil seperti orang-orang yahudi yg mewakili kurang dari 1 persen populasi dunia dapat jadi sangat sukses secara finansial? apa nilai mereka? pelajaran bisnis apa yg berharga yg dapat kita pelajari darinya?
menurut Steven Silbiger, penulis buku terlaris The Jewish Phenomenon: 7 Keys to Wealth Wealth of a People, orang-orang yahudi sangat termotivasi untuk unggul dalam segala hal yg mereka lakukan karena mereka memiliki dorongan kuat untuk membuktikan sesuatu. mereka harap membuktikan kepada diri mereka sendiri, keluarga mereka & dunia bahwa segala sesuatu dapat berubah jadi lebih baik meskipun sejarah panjang penganiayaan kepada mereka.
pernahkah anda merasa diremehkan oleh teman atau kerabat anda karena anda tidak kaya? gimana perasaan anda tentang dipisahkan secara psikologis karena anda bukan milik mereka? Kita dapat belajar dari orang-orang yahudi bahwa alih-alih marah pada diri sendiri atau keluarga kamu, anda dapat mengubah rasa sakit itu jadi kekuatan anda dengan jadi lebih terdorong dalam upaya anda sehingga suatu hari nanti anda dapat membuktikan kepada semua orang bahwa anda dapat berhasil juga.
ketika anda terdorong untuk mencapai sesuatu, anda perlu menetapkan tujuan jangka panjang anda & menemukan cara untuk mencapainya. salah satu cara untuk mempersiapkan diri adalah berinvestasi dalam pendidikan. kalau anda merasa bahwa penghasilan anda tidak cukup, mungkin sekarang saatnya untuk mempelajari beberapa keterampilan baru untuk meningkatkan kapasitas penghasilan kamu. kalau anda merasa perlu mempelajari cara berinvestasi & menumbuhkan uang kamu, daftarkan diri anda dalam kursus perencanaan keuangan pribadi.
menurut Silbiger, orang yahudi sangat menghargai pendidikan. memperoleh pengetahuan demi pengetahuan adalah nilai inti kaum yahudi.orang-orang yahudi percaya bahwa ketika anda dilengkapi dengan pendidikan yg tepat, anda dapat selamat dari segala krisis dalam hidup.
Silbiger juga mengatakan bahwa orang yahudi percaya bahwa kekayaan adalah tujuan yg layak untuk diperjuangkan. pantang dari kesenangan duniawi bukanlah cita-cita Yahudi.
para pendiri bangsa yahudi dalam perjanjian lama seperti Abraham, Ishak & Yakub tidak miskin.faktanya, mereka sangat kaya dengan tanah & ternak yg berlimpah. kalau anda benar-benar harap jadi kaya, kami harus mengubah pola pikir kamu.
ada kekayaan yg dapat didapat; ada uang di jalanan. namun, seseorang perlu mengharapkan uang ini, memperhatikannya dengan cermat, & mengumpulkannya.
untuk surga membimbing seseorang dengan cara yg dia harapkan sebagai pepatah Yahudi terkenal.
ini bukan untuk mengatakan bahwa anda harus terobsesi dengan uang. itu cuma berarti mengatakan bahwa ketika rumah keuangan anda teratur, akan lebih mudah bagi anda untuk mengejar kehidupan rohani kamu.
Hari ini 04:55