Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for Djoko Tjandra:
Kasus Djoko Tjandra masuk babak baru. Kasusnya yg sudah menyeret beberapa oknum di instansi penegak hukum kini mulai menyinggung nama-nama lain. Pada 10 Agustus 2020, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), membeberkan pihak yg diduga terlibat dalam kasus pelarian Djoko Tjandra. Yakni Jaksa Pinangki, Tommy Sumardi, Viady, & Rahmat S.
Nama Jaksa Pinangki memang sudah tak asing lagi di pusaran kasus Djoko Tjandra. Namun siapakah Tommy Sumardi, Viady, & Rahmat S?
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan keterlibatan Tommy Sumardi terjadi di kasus pelarian Djoko Tjandra pada April 2020. Ia diduga meminta Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo untuk memperkenalkannya ke pejabat Divisi Hubungan Internasional Polri yg membawahi NCB Interpol Indonesia. NCB selanjutnya menyampaikan ke pihak imigrasi bahwa red notice Djoko Tjandra sudah terhapus sejak 2014 karena tak diperpanjang Kejaksaan Agung. Tommy juga disebutkan memiliki anak perempuan yg bertunangan dengan anak mantan PM Malaysia Najib Razak. Unik sebab Najib Razak memiliki hubungan pertemanan dengan Djoko Tjandra.
Kedua adalah Viady, yg diduga sebagai partner kerja Djoko Tjandra & ikut dalam perjalanannya ke Pontianak sebelum Djoko Tjandra hengkang ke Malaysia.
Terakhir adalah Rahmat S, pria yg diduga terkait dengan Anita Kolopaking & Jaksa Pinangki. MAKI menduga, bahwa Rahmat S yg mengajak Anita untuk jadi pengacara Djoko Tjandra. Bahkan Rahmat sudah dua kali berjumpa Djoko Tjandra di Malaysia. Pada perjalanan perdana bersama jaksa Pinangki, sedangkan pada perjalanan kedua, Anita Kolopaking turut serta.
Sumber :Tempo [MAKI Ungkap 4 Nama yg Diduga Terlibat Kasus Djoko Tjandra, Ini Daftarnya]
Lantas siapakah nama-nama yg sudah disebutkan MAKI tersebut? Mari kita simak paparan berikut.
Pertama adalah Tommy Sumardi. Berdasarkan penelusuran, Tommy Sumardi adalah ayah dari politikus Golkar Fitri Apriansari Utami. Pada 23 Agustus 2017 lalu, Fitri jadi korban pengeroyokan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Saat kejadian, ia menelepon ayahnya yg ternyata kebetulan tengah bersama Ketua Umum Golkar Setya Novanto.
Sumber :Okezone [Politisi Muda Golkar Dianiaya di Jalan Jenderal Sudirman, Para Pelaku Langsung Diciduk Kurang dari 1x24 Jam]
Fitri Apriansari Utami ini lah yg disebut Koordinator MAKI bertunangan dengan anak mantan PM Malaysia Najib Razak, yakni Nazifuddin Najib pada 4 Mei 2019 lalu. Najib Razak tidak menghadiri acara pertunangan itu karena ia dicekal untuk mengerjakan perjalanan ke luar negeri setelah lengser dari tampuk kekuasaan pada 2018 silam. Sebagaimana diketahui, Najib Razak terjerat kasus korupsi miliaran dolar danang badan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Sumber :Sindonews [Putra Najib Razak Bertunangan dengan Politisi Indonesia]
Menarik, sebab 1MDB jadi penggagas gedung pencakar langit, Menara The Exchange 106 di kawasan pusat finansial elite Tun Razak Exchange. Pada 13 Mei 2015, 1MDB Real Estate, pengembang Tun Razak Exchange, menjual tanah letak proyek Exchange 106 kepada Mulia Group senilai 665 juta ringgit atau setara Rp 2,2 triliun dalam kurs saat itu. Mulia Group sendiri adalah perusahaan milik Djoko Tjandra, & Menara The Exchange 106 yg jadi gedung tertinggi ketiga di Malaysia jadi salah satu kantor miliknya.
Anita Kolopaking mengaku, Djoko Tjandra mengaku kerasan tinggal di negeri jiran. Ia bahkan dapat pergi ke mal tanpa khawatir ditangkap layaknya buron. Beliau sangat diapresiasi di sana, ujar Anita. Berdasarkan paparan ini dapat kita simpulkan ada hubungan yg erat antara Djoko Tjandra dengan Najib Razak sehingga seorang buronan seperti Djoko Tjandra dapat leluasa di Malaysia. Maka tak salah pula kiranya ketika MAKI menduga kalau Djoko Tjandra berteman dengan Najib Razak selama melarikan diri & berbisnis di Malaysia.
Sumber :Suara [ Nama Calon Besan jadi Saksi, MAKI Sebut Djoko Tjandra Kawan Najib Razak]
Hubungan Tommy Sumardi dengan Djoko Tjandra ternyata tak cuma melalui Najib Razak. Disebutkan sebelumnya, saat anak Tommy dilanda kasus pengeroyokan, ia tengah bersama Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Ternyata Setya Novanto ada keterkaitan dengan Djoko Tjandra di kasus bunk Bali.
Ketika bunk Bali milik Rudy Ramli dinyatakan BTO (bunk dalam Take Over), Djoko Tjandra turun tangan membantu. Saat itu bunk Bali masih memiliki tagihan ke BPPN sebesar Rp 900 miliar. Uang tersebut pada mulanya dipinjamkan ke bunk lain yg mengalami permasalahan likuiditas akibat krisis moneter 98. Namun upaya dalam penagihan yg sulit menyebabkan Djoko Tjandra menawarkan bantuan ke Rudy Ramli. Djoko mengaku punya banyak kenalan di pemerintah, mulai dari Jaksa Agung Baramuli hingga politikus Setya Novanto. Djoko & Setya Novanto jadi tukang tagih uang bunk Bali yg ada di bunk lain.
Lewat bantuan Djoko Tjandra, uang Rp 900 miliar itu akhirnya masuk ke bunk Bali meski setelah kontrak cassie dengan Djoko Tjandra berakhir dengan gagal tagih. Tapi ternyata Djoko Tjandra meminta bagian Rp 500 miliar. Rudy Ramli tak berkutik, ia harap selamat.
Fee Rp 500 miliar itu bocor ke media sehingga terjadi keributan. Uang itu lantas dikembalikan ke bunk Bali dalam bentuk rekening eskro, yg tidak dapat dicairkan siapa saja hingga status hukum uang itu jelas. Djoko Tjandra & Setya Novanto tetap merasa uang itu hak mereka sebagai tukang tagih. Maka Setya Novanto maju ke pengadilan & pengadilan pun mengabulkan gugatan Setya Novanto. Sejak itu orang mengenal Setya Novanto sebagai orang kuat.
Sumber :CNBC Indonesia [Dahlan Iskan Ungkap Kisah Lawas Djoko Tjandra-Bos bunk Bali]
Berdasarkan paparan tersebut, maka kuat dugaan bahwa Tommy Sumardi adalah salah satu orang yg berada dalam lingkaran jahat Djoko Tjandra, bersama-sama PM Malaysia Najib Razak & mantan Ketua DPR Setya Novanto. Tommy adalah politisi Golkar yg merupakan besan dari Najib Razak, & juga bapak dari tangan kanan Setya Novanto.
Orang kedua yg dipaparkan MAKI adalah Viady yg merupakan partner kerja Djoko Tjandra. Nama Viady sempat muncul dalam kasus resor di Pantai Geger, Bali. Proyek itu pernah dipersoalkan DPRD Bali karena ada laporan bahwa pembangunan resor mencemari lingkungan & melanggar tata ruang.
Dalam upaya mengklarifikasi tuduhan itu, ternyata anggota Dewan menemukan nama Joko Tjandra dalam perubahan izin mendirikan bangunan (IMB) resor. Mulanya pada 2007, IMB resor di kawasan Pantai Geger itu atas nama Joko Tjandra sebagai Direktur Utama PT Mulia Graha Tata Lestari. Tapi lewat IMB 29 Maret 2011, Djoko Tjandra mengalihkan IMB ke Viady Sutojo, selaku direktur utama baru PT Mulia Graha Tata Lestari. Dokumen itu diberikan izin juga karena melihat akta notaris dari Kementerian Hukum & HAM tertanggal 8 September 2008, yg mengatur soal perubahan susunan komisaris & direksi baru PT Mulia Graha Tata Lestari. Dalam akta itu, nama Joko Tjandra sudah tidak tercantum lagi baik di jajaran komisaris, direksi, maupun pemegang saham perseroan.
Sumber :Majalah Tempo [Siasat Buron di Pantai Geger]
Dengan mengatakan lain, setelah jadi buronan, Djoko Tjandra menjalankan usaha melalui beberapa orang kepercayaannya, seperti Viady Sutojo. Viady Sutojo ini sangat dipercaya Djoko Tjandra hingga-hingga ia pun meminta Viady menemaninya dalam perjalanan (pelarian) ke Pontianak.
Terakhir adalah Rahmat S. Ia disebut MAKI sebagai penghubung antara Djoko Tjandra dengan Anita Kolopaking. Ternyata Rahmat S adalah pria berkepala plontos yg berfoto bersama Anita Kolopaking & Jaksa Pinangki.
Sumber :INews [Sepak Terjang Anita Kolopaking, Pengacara Buron Djoko Tjandra]
Berdasarkan penelusuran, Rahmat S adalah Pengawas Koperasi Nusantara (Kopnus). Menarik, sebab Kopnus adalah Koperasi Simpan Pinjam yg banyak berisikan pensiunan PNS/TNI/Polri sebagai anggotanya. Mungkin ini pula yg jadi penyebab Djoko Tjandra membutuhkan Rahmat S sebagai jembatan antara dirinya dengan pihak ASN penegak hukum seperti Jaksa Pinangki yg selanjutnya menghubungkannya dengan pengacara Anita Kolopaking.
Kabar yg beredar di media sosial juga mengaitkan antara kedekatan Rahmat dengan Wapres Maruf Amin. Tapi semoga kabar ini hanyalah isapan jempol belaka, ketika peran Rahmat di kasus Djoko Tjandra terbongkar seluruhnya.
Sumber :Tribunnews [Kerja Sama dengan Koperasi Nusantara, MNC bunk Kucurkan Kredit Rp 200 Miliar]
Hari ini 08:59
Kasus Djoko Tjandra masuk babak baru. Kasusnya yg sudah menyeret beberapa oknum di instansi penegak hukum kini mulai menyinggung nama-nama lain. Pada 10 Agustus 2020, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), membeberkan pihak yg diduga terlibat dalam kasus pelarian Djoko Tjandra. Yakni Jaksa Pinangki, Tommy Sumardi, Viady, & Rahmat S.
Nama Jaksa Pinangki memang sudah tak asing lagi di pusaran kasus Djoko Tjandra. Namun siapakah Tommy Sumardi, Viady, & Rahmat S?
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan keterlibatan Tommy Sumardi terjadi di kasus pelarian Djoko Tjandra pada April 2020. Ia diduga meminta Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo untuk memperkenalkannya ke pejabat Divisi Hubungan Internasional Polri yg membawahi NCB Interpol Indonesia. NCB selanjutnya menyampaikan ke pihak imigrasi bahwa red notice Djoko Tjandra sudah terhapus sejak 2014 karena tak diperpanjang Kejaksaan Agung. Tommy juga disebutkan memiliki anak perempuan yg bertunangan dengan anak mantan PM Malaysia Najib Razak. Unik sebab Najib Razak memiliki hubungan pertemanan dengan Djoko Tjandra.
Kedua adalah Viady, yg diduga sebagai partner kerja Djoko Tjandra & ikut dalam perjalanannya ke Pontianak sebelum Djoko Tjandra hengkang ke Malaysia.
Terakhir adalah Rahmat S, pria yg diduga terkait dengan Anita Kolopaking & Jaksa Pinangki. MAKI menduga, bahwa Rahmat S yg mengajak Anita untuk jadi pengacara Djoko Tjandra. Bahkan Rahmat sudah dua kali berjumpa Djoko Tjandra di Malaysia. Pada perjalanan perdana bersama jaksa Pinangki, sedangkan pada perjalanan kedua, Anita Kolopaking turut serta.
Sumber :Tempo [MAKI Ungkap 4 Nama yg Diduga Terlibat Kasus Djoko Tjandra, Ini Daftarnya]
Lantas siapakah nama-nama yg sudah disebutkan MAKI tersebut? Mari kita simak paparan berikut.
Pertama adalah Tommy Sumardi. Berdasarkan penelusuran, Tommy Sumardi adalah ayah dari politikus Golkar Fitri Apriansari Utami. Pada 23 Agustus 2017 lalu, Fitri jadi korban pengeroyokan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Saat kejadian, ia menelepon ayahnya yg ternyata kebetulan tengah bersama Ketua Umum Golkar Setya Novanto.
Sumber :Okezone [Politisi Muda Golkar Dianiaya di Jalan Jenderal Sudirman, Para Pelaku Langsung Diciduk Kurang dari 1x24 Jam]
Fitri Apriansari Utami ini lah yg disebut Koordinator MAKI bertunangan dengan anak mantan PM Malaysia Najib Razak, yakni Nazifuddin Najib pada 4 Mei 2019 lalu. Najib Razak tidak menghadiri acara pertunangan itu karena ia dicekal untuk mengerjakan perjalanan ke luar negeri setelah lengser dari tampuk kekuasaan pada 2018 silam. Sebagaimana diketahui, Najib Razak terjerat kasus korupsi miliaran dolar danang badan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Sumber :Sindonews [Putra Najib Razak Bertunangan dengan Politisi Indonesia]
Menarik, sebab 1MDB jadi penggagas gedung pencakar langit, Menara The Exchange 106 di kawasan pusat finansial elite Tun Razak Exchange. Pada 13 Mei 2015, 1MDB Real Estate, pengembang Tun Razak Exchange, menjual tanah letak proyek Exchange 106 kepada Mulia Group senilai 665 juta ringgit atau setara Rp 2,2 triliun dalam kurs saat itu. Mulia Group sendiri adalah perusahaan milik Djoko Tjandra, & Menara The Exchange 106 yg jadi gedung tertinggi ketiga di Malaysia jadi salah satu kantor miliknya.
Anita Kolopaking mengaku, Djoko Tjandra mengaku kerasan tinggal di negeri jiran. Ia bahkan dapat pergi ke mal tanpa khawatir ditangkap layaknya buron. Beliau sangat diapresiasi di sana, ujar Anita. Berdasarkan paparan ini dapat kita simpulkan ada hubungan yg erat antara Djoko Tjandra dengan Najib Razak sehingga seorang buronan seperti Djoko Tjandra dapat leluasa di Malaysia. Maka tak salah pula kiranya ketika MAKI menduga kalau Djoko Tjandra berteman dengan Najib Razak selama melarikan diri & berbisnis di Malaysia.
Sumber :Suara [ Nama Calon Besan jadi Saksi, MAKI Sebut Djoko Tjandra Kawan Najib Razak]
Hubungan Tommy Sumardi dengan Djoko Tjandra ternyata tak cuma melalui Najib Razak. Disebutkan sebelumnya, saat anak Tommy dilanda kasus pengeroyokan, ia tengah bersama Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Ternyata Setya Novanto ada keterkaitan dengan Djoko Tjandra di kasus bunk Bali.
Ketika bunk Bali milik Rudy Ramli dinyatakan BTO (bunk dalam Take Over), Djoko Tjandra turun tangan membantu. Saat itu bunk Bali masih memiliki tagihan ke BPPN sebesar Rp 900 miliar. Uang tersebut pada mulanya dipinjamkan ke bunk lain yg mengalami permasalahan likuiditas akibat krisis moneter 98. Namun upaya dalam penagihan yg sulit menyebabkan Djoko Tjandra menawarkan bantuan ke Rudy Ramli. Djoko mengaku punya banyak kenalan di pemerintah, mulai dari Jaksa Agung Baramuli hingga politikus Setya Novanto. Djoko & Setya Novanto jadi tukang tagih uang bunk Bali yg ada di bunk lain.
Lewat bantuan Djoko Tjandra, uang Rp 900 miliar itu akhirnya masuk ke bunk Bali meski setelah kontrak cassie dengan Djoko Tjandra berakhir dengan gagal tagih. Tapi ternyata Djoko Tjandra meminta bagian Rp 500 miliar. Rudy Ramli tak berkutik, ia harap selamat.
Fee Rp 500 miliar itu bocor ke media sehingga terjadi keributan. Uang itu lantas dikembalikan ke bunk Bali dalam bentuk rekening eskro, yg tidak dapat dicairkan siapa saja hingga status hukum uang itu jelas. Djoko Tjandra & Setya Novanto tetap merasa uang itu hak mereka sebagai tukang tagih. Maka Setya Novanto maju ke pengadilan & pengadilan pun mengabulkan gugatan Setya Novanto. Sejak itu orang mengenal Setya Novanto sebagai orang kuat.
Sumber :CNBC Indonesia [Dahlan Iskan Ungkap Kisah Lawas Djoko Tjandra-Bos bunk Bali]
Berdasarkan paparan tersebut, maka kuat dugaan bahwa Tommy Sumardi adalah salah satu orang yg berada dalam lingkaran jahat Djoko Tjandra, bersama-sama PM Malaysia Najib Razak & mantan Ketua DPR Setya Novanto. Tommy adalah politisi Golkar yg merupakan besan dari Najib Razak, & juga bapak dari tangan kanan Setya Novanto.
Orang kedua yg dipaparkan MAKI adalah Viady yg merupakan partner kerja Djoko Tjandra. Nama Viady sempat muncul dalam kasus resor di Pantai Geger, Bali. Proyek itu pernah dipersoalkan DPRD Bali karena ada laporan bahwa pembangunan resor mencemari lingkungan & melanggar tata ruang.
Dalam upaya mengklarifikasi tuduhan itu, ternyata anggota Dewan menemukan nama Joko Tjandra dalam perubahan izin mendirikan bangunan (IMB) resor. Mulanya pada 2007, IMB resor di kawasan Pantai Geger itu atas nama Joko Tjandra sebagai Direktur Utama PT Mulia Graha Tata Lestari. Tapi lewat IMB 29 Maret 2011, Djoko Tjandra mengalihkan IMB ke Viady Sutojo, selaku direktur utama baru PT Mulia Graha Tata Lestari. Dokumen itu diberikan izin juga karena melihat akta notaris dari Kementerian Hukum & HAM tertanggal 8 September 2008, yg mengatur soal perubahan susunan komisaris & direksi baru PT Mulia Graha Tata Lestari. Dalam akta itu, nama Joko Tjandra sudah tidak tercantum lagi baik di jajaran komisaris, direksi, maupun pemegang saham perseroan.
Sumber :Majalah Tempo [Siasat Buron di Pantai Geger]
Dengan mengatakan lain, setelah jadi buronan, Djoko Tjandra menjalankan usaha melalui beberapa orang kepercayaannya, seperti Viady Sutojo. Viady Sutojo ini sangat dipercaya Djoko Tjandra hingga-hingga ia pun meminta Viady menemaninya dalam perjalanan (pelarian) ke Pontianak.
Terakhir adalah Rahmat S. Ia disebut MAKI sebagai penghubung antara Djoko Tjandra dengan Anita Kolopaking. Ternyata Rahmat S adalah pria berkepala plontos yg berfoto bersama Anita Kolopaking & Jaksa Pinangki.
Sumber :INews [Sepak Terjang Anita Kolopaking, Pengacara Buron Djoko Tjandra]
Berdasarkan penelusuran, Rahmat S adalah Pengawas Koperasi Nusantara (Kopnus). Menarik, sebab Kopnus adalah Koperasi Simpan Pinjam yg banyak berisikan pensiunan PNS/TNI/Polri sebagai anggotanya. Mungkin ini pula yg jadi penyebab Djoko Tjandra membutuhkan Rahmat S sebagai jembatan antara dirinya dengan pihak ASN penegak hukum seperti Jaksa Pinangki yg selanjutnya menghubungkannya dengan pengacara Anita Kolopaking.
Kabar yg beredar di media sosial juga mengaitkan antara kedekatan Rahmat dengan Wapres Maruf Amin. Tapi semoga kabar ini hanyalah isapan jempol belaka, ketika peran Rahmat di kasus Djoko Tjandra terbongkar seluruhnya.
Sumber :Tribunnews [Kerja Sama dengan Koperasi Nusantara, MNC bunk Kucurkan Kredit Rp 200 Miliar]
Hari ini 08:59