Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber : theindonesianinstitute.com
Ngomongin undang-undang yg satu ini memang tak ada habisnya. Beberapa pekan yg lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta masyarakat untuk aktif memberikan kritik kepada kinerja pemerintah.
Pernyataan Presiden Jokowi tersebut tentunya memiliki respon yg beragam dari masyarakat, ada yg meresponnya dengan positif, lantas ada juga yg merespon pernyataan tersebut dengan nada sinis.
Khusus yg sinis ini, reaksi saya sih wajar-wajar aja mengingat di Indonesia tersayang ini, ada aja ganjalan masyarakat ketika harap mengutarakan pendapat. Ganjalannya apa? Ya Undang-Undang (UU) ITE tentunya.
Sumber : mangunipost.com
Seperti yg kita tau, UU ITE itu pada intinya merupakan sebuah undang-undang yg mengatur segala aktivitas penyebaran informasi & kegiatan transaksi berbasis elektronik, ya wajar sih, mengingat kepanjangannya aja Undang-Undang Informasi & Transaksi Elektronik. UU ITE ini mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2008 silam.
8 tahun kemudian atau tepatnya di tahun 2016, UU ITE ini mengalami revisi pertamanya, hingga pada akhirnya jadi UU ITE yg kita terapkan per-tulisan ini dibuat.
Nah, pasca UU ITE edisi revisi 2016 tersebut resmi berlaku berkat dukungan dari semua fraksi di DPR-RI pada saat itu, beragam reaksi terkait undang-undang tersebut makin berdatangan aja, ada yg menyambutnya dengan positif karena undang-undang tersebut dapat mengendalikan aktivitas digital jadi lebih baik, namun ada juga yg menyambutnya dengan negatif karena undang-undang tersebut dinilai dapat menghambat masyarakat untuk bebas berpendapat.
Sumber : padek.jawapos.com
Dan reaksi negatif tersebut lama-lama kejadian juga. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yg dipidana dengan UU ITE ini. Kebanyakan dari mereka tentunya dituntut pake pasal 27 ayat (3) UU ITE (pasal terkait pelaku penghinaan & pencemaran nama baik di media elektronik), & pasal 28 ayat (2) UU ITE (pasal terkait pelaku ujaran kebencian atau permusuhan perseorangan kepada suatu suku, agama, ras, dan/atau antar golongan (SARA) tertentu).
Muka duanya UU ITE di Indonesia ini
Yap, kalo menurut saya, UU ITE ini sangatlah bermuka dua. Di satu sisi, undang-undang tersebut berguna sekali untuk menjaga kestabilan penyampaian informasi yg aktual, tajam, & terpercaya, serta dapat juga dijadikan "alat" untuk mengatur jalannya transaksi elektronik dengan lancar & tentunya kondusif dari segala serangan-serangan jahat.
Namun di satu sisi, UU ITE ini dapat aja jadi "benalu" bagi masyarakat yg harap bebas berpendapat. Sekalinya pendapat kita dikira menyinggung beberapa orang, dapat aja si orang yg tersinggung tersebut laporin kita ke polisi dengan alasan menghina junjungannya itu.
Sumber : alinea.id
Sebenernya dapat aja sih kedua pasal karet tersebut dihapus, dengan catatan, masyarakatnya sendiri jangan gampang baperan & dikit-dikit lapor polisi aja nih kalo misalkan nemu orang yg berpendapatnya agak menyinggung, entah itu sedikit menyinggung, ataupun kelewat menyinggung sampe bawa-bawa SARA sekalipun. Kenapa begitu? Karena yg bikin UU ITE itu ada di negara ini yaorang-orang yg baperan & gampang tersinggung itu, iya gak?
Kalo misalkan diri kalian sendiri masih dikit-dikit baperan & gampang tersinggung sih, alangkah baiknya tuh pasal karet UU ITE mending tetep dipertahanin aja sekalian, salah sendiri jadi orang baperan & gampang tersinggung.
Solusi
Sumber : detik.com
Atas permasalahan yg terjadi pada UU ITE tersebut, Presiden Jokowi pun akhirnya menciptakan kebijakan merevisi UU ITE untuk kedua kalinya.
Jujur, saya sih cuma dapat berharap, semoga saja pemerintah dapat lebih selektif lagi dalam merevisi UU ITE ini, khususnya selektif dalam memilah kasus mana yg sangat dapat dipidana dengan UU ITE, & kasus mana pula yang semestinya tak dapat dipidana dengan UU ITE.
Sekali lagi, kalo pemerintah keukeuh mau menghapus pasal-pasal karet UU ITE tersebut, kuncinya satu, suruh masyarakat & kalian sendiri untuk jangan jadi orang yg baperan & gampang tersinggung sampe dikit-dikit lapor polisi, OK.
Referensi Thread :
- cnnindonesia.com/nasional/20210208110408-20-603540/jokowi-masyarakat-harus-aktif-hinggakan-kritik-dan-masukan
- hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt520aa5d4cedab/pencemaran-nama-baik-di-media-sosial--delik-biasa-atau-aduan
- nasional.tempo.co/read/1434218/jokowi-minta-revisi-uu-ite-ini-aneka-respon-anak-buahnya
Rekomendasi Thread:
Plus-Minus dari Clubhouse, Si Aplikasi Viral Akhir-Akhir Ini(HT)
Ngomongin Battle Royale Dewan Pers vs. Buzzer(HT)
Tracing COVID-19 oleh TNI-Polri, Apakah Itu Brilian?
5 Konten YouTube yg Cocok Buat Si Idealis
Selamat Jalan, Ustadz Maaher
Apakah Benar Kita Dibungkam Rezim?
Apakah SJW itu Benar-Benar Meresahkan?
BuzzeRp itu Apaan Sih Sebenarnya?
Benarkah Sistem Bersalah?(HT)
Trump Di-Banned Twitter, Pengekangan Kebebasan Berpendapat Kah?
6 Alasan Orang Sinis Sama Vaksin Sinovac(HT)
Mengenal Jang Hansol : YouTuber Korea Medhok yg Serba Bisa
Rewind Time : Perkembangan Ponsel di Indonesia Sepanjang Era 2010-an(HT)
Nostalgia Sejenak Sama Seri-Seri Ponsel Nokia Jadul(HT)
Apakah Benar Trending YouTube Indonesia Isinya Selalu Sampah?(HT)
Apakah Benar Keluarga Gen Halilintar Tak Punya Bakat?(HT)
Membahas Jagat Review : Channel YouTube Gadget Paling Detail se-Indonesia
Mengenal Kolor Ceplok : Content Creator yg Mendadak Cenayang
6 Profesi yg Bisa Didapat dari Adanya Internet
Ngomongin Bang Ripiu : YouTuber Spesialis Gadget yg Medhok
Review Konten-Konten Tanboy Kun : YouTuber Kuliner Paling Rakus se-Indonesia
7 Channel YouTube Tara Arts yg Mungkin Kalian Sukai
Apakah Benar Konten Podcast di YouTube itu Gak Sesuai Tempatnya?
6 Alasan Indonesia Butuh Anak Muda
7 Video Terkeren dari Tara Arts, Cocok Banget Buat Nemenin Waktu Luang Kamu
Hari ini 17:57Plus-Minus dari Clubhouse, Si Aplikasi Viral Akhir-Akhir Ini(HT)
Ngomongin Battle Royale Dewan Pers vs. Buzzer(HT)
Tracing COVID-19 oleh TNI-Polri, Apakah Itu Brilian?
5 Konten YouTube yg Cocok Buat Si Idealis
Selamat Jalan, Ustadz Maaher
Apakah Benar Kita Dibungkam Rezim?
Apakah SJW itu Benar-Benar Meresahkan?
BuzzeRp itu Apaan Sih Sebenarnya?
Benarkah Sistem Bersalah?(HT)
Trump Di-Banned Twitter, Pengekangan Kebebasan Berpendapat Kah?
6 Alasan Orang Sinis Sama Vaksin Sinovac(HT)
Mengenal Jang Hansol : YouTuber Korea Medhok yg Serba Bisa
Rewind Time : Perkembangan Ponsel di Indonesia Sepanjang Era 2010-an(HT)
Nostalgia Sejenak Sama Seri-Seri Ponsel Nokia Jadul(HT)
Apakah Benar Trending YouTube Indonesia Isinya Selalu Sampah?(HT)
Apakah Benar Keluarga Gen Halilintar Tak Punya Bakat?(HT)
Membahas Jagat Review : Channel YouTube Gadget Paling Detail se-Indonesia
Mengenal Kolor Ceplok : Content Creator yg Mendadak Cenayang
6 Profesi yg Bisa Didapat dari Adanya Internet
Ngomongin Bang Ripiu : YouTuber Spesialis Gadget yg Medhok
Review Konten-Konten Tanboy Kun : YouTuber Kuliner Paling Rakus se-Indonesia
7 Channel YouTube Tara Arts yg Mungkin Kalian Sukai
Apakah Benar Konten Podcast di YouTube itu Gak Sesuai Tempatnya?
6 Alasan Indonesia Butuh Anak Muda
7 Video Terkeren dari Tara Arts, Cocok Banget Buat Nemenin Waktu Luang Kamu