Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gak kerasa udah hampir sebulan semenjak Resident Evil Village atau Resident Evil 8 dirilis untuk konsol & PC. Seri terbaru dari franchise game garapan CAPCOM ini punya segudang hal yg memorable bagi para pemain maupun para fans, mulai dari para karakter, alur cerita hingga latar tempatnya. Nah, salah satu latar tempat di dalam game tersebut adalah sebuah kastil yg bernama Castle Dimitrescu. Kastil ini dimiliki oleh salah satu tabiat antagonis dalam game yang namanya Alcina Dimitrescu.
Nih yg punya kastil
Nah, satu waktu pas Ane lagi jalan-jalan di situs Reddit, ada salah satu fans "Resident Evil" yg berhasil mengidentifikasi kastil di dunia nyata yg jadi inspirasi dari Castle Dimitrescu ini. Seperti apa wujudnya? Ini Dia...
Quote:
Seorang fans "Resident Evil" sekaligus user Reddit dengan akun Smooth_Skin_Operator berhasil mengidentifikasi sebuah kastil yg berada di negara asalnya, yaitu Rumania dengan Castle Dimitrescu. Kastil tersebut bernama Peles Castle.
Perbandingan antara Castle Dimitrescu dengan Peles Castle
Peles Castle adalah sebuah kastil yg terletak di Pegunungan Carpathian, dekat kota Sinaia, Prahova County, Rumania. Kastil ini dibangun dengan gaya new-Renaissance & Gothic. Periode pembangunannya sendiri berlangsung pada saat pemerintahan Raja Carol I (Prince Karl of Hohenzollern-Sigmaringen) tengah berlangsung. Sang Raja mengaku jatuh sayang saat melihat pemandangan di lahan kosong seluas 5 kilometer persegi(1,9 mil persegi) di kawasan pegunungan. Barulah pada 1873, proyek pembangunan kastil pun dibuat. Sama halnya seperti membangun sebuah rumah atau gedung, yg namanya arsitektur sangatlah diperlukan. Berterimakasihlah pada Johannes Schultz, seorang arsitek asal Jerman yg berhasil menciptakan rancangan original yg indah bagi kastil ini. Tidak cuma Schultz, Dia juga dibantu oleh 2 arsitek asal Republik Ceko dalam proyek pembangunan Peles Castle ini, yaitu Carol Benesch & Karel Liman.
Raja Carol I
Untuk kisaran biaya yg dipakai dalam proyek pembangunan kastil ini ditaksir mencapai 16 juta Lei, atau kalau dikonversikan ke dalam mata uang US Dolar, sebesar 120 juta US Dolar (sekitar 1,7 triliun Rupiah). Pada pelaksanaan pembangunannya, dibutuhkan sekitar 300-400 orang kuli bangunan untuk membangun kastil ini. Selang 4 tahun berjalannya proyek pembangunan kastil, sempat terjadi Perang Kemerdekaan Rumania terhadap Kekaisaran Ottoman yang berlangsung selama kurang lebih 1 tahun lamanya (1877-1878). Hal tersebut menciptakan proyek pembangunan kastil ini sempat terhambat. Usai masa perang berakhir, proyek pun dilanjut. Bahkan, proses pengerjaannya pun tergolong cepat pada saat itu. Pada tahun 1883, Peles Castle diresmikan oleh Raja Carol I sebagai Istana Kerajaannya. Meski begitu, ada beberapa pembangunan tambahan yg dikerjakan hingga tahun 1914.
Pada 1947 usai Raja terakhir Rumania, Raja Michael I dilengserkan oleh rezim komunis, seluruh aset Kerajaan termasuk Peles Castle disita oleh mereka. Namun pada akhirnya, per tahun 1953 kastil tersebut diresmikan sebagai Museum. Akan tetapi, sekitar tahun 1975 hingga 1989 kala Nicolae Ceauescu berkuasa sebagai diktator di Rumania, Museum Peles sempat ditutup untuk biasa olehnya. Bahkan, kawasan sekitar Museum (yang dinamakan Peles Estate) juga dijadikan sebagai kawasan State Protocol Interest Area, yang artinya cuma orang-orang tertentu saja yg boleh masuk ke kawasan Peles. Akibatnya, Museum pun jadi tak terurus, bahkan kayu-kayu penyangga di dalam Museum pun hingga ditumbuhi oleh jamurSerpula lacrymans, sebuah jamur yg sanggup menciptakan kayu jadi kering & membusuk. Beruntung, pasca peristiwa Revolusi Desember 1989 di Rumania, Museum ini pun kembali dibuka untuk biasa hingga sekarang.
Ngomongin dikit seputar beberapa detail dari Peles Castle, kastil ini memiliki luas sebesar 3.200 meter persegi(34.000 kaki persegi/square feet), memiliki lebih dari 170 ruangan & 30 kamar mandi. Di setiap ruangannya, terdapat tema yg berbeda-beda & mengambil inspirasi dari berbagai macam kebudayaan dunia. Sebagai Museum, Peles Castle menyimpan ribuan koleksi mulai dari peralatan perang di zaman dulu, lukisan, patung, persenjataan & lain-lain. Semua koleksi tersebut juga berasal dari kebudayaan lainnya yg ada di dunia. Buat kalian yg tertarik untuk mengunjungi Castle Dimitrescu in real life ini, kalian dapat datang berkunjung pada hari Selasa dari jam 11 pagi hingga 5 sore & hari Rabu-Minggu di jam 9 pagi hingga 5 sore. Jangan lupa buat bawa duit, paspor, kamera & badan yg fit buat mengunjungi kastil ini ya?
Sebagai Museum, ada 8 bagian kastil yg biasa dijadikan sebagai spot wisata yg paling sering dikunjungi oleh Museum, diantaranya :
1. Holul de Onoare (The Hall of Honour), aula ini merupakan rancangan asli dari Karel Liman yg selesai dikerjakan pada tahun 1911. Pahatan kayunya yg indah & eksotis jadi daya tarik terbesar bagi spot wisata yg terdiri dari 3 lantai ini.
2. Apartamentul Imperial (The Imperial Suite), tempat ini merupakan sebuah tempat untuk menghargai Kaisar Austria, Franz Joseph I selaku sahabat dari Keluarga Kerajaan Rumania. Yang bertugas sebagai dekorator (orang yg mengerjakan dekorasi ruangan) adalah Auguste Bembe. Ia terinspirasi dari gaya Barok (Baroque) Austria pada zaman kekuasaan Ratu Maria Theresa. Disini, kalian dapat melihat cover dinding dari Kordoba, Spanyol yg sudah berusia lebih dari 500 tahun.
3. Sala Mare de Arme (The Grand Armory or The Arsenal), sesuai namanya (Arsenal yg artinya Tempat Persenjataan), tempat ini menyimpan koleksi persenjataan pada zaman dahulu yg jumlahnya mencapai 1.600 buah, terdiri dari baju zirah, pedang, tombak, perisai, kapak hingga panah. Disinilah kita dapat melihat baju zirah yg dipakai oleh Raja Carol I saat memenangkan Perang Kemerdekaan dari Ottoman.
4. Sala Mic de Arme (The Small Armory), masih sama seperti spot ketiga, namun luasnya lebih kecil dari spot tersebut. Disini, kalian dapat melihat koleksi persenjataan yg pernah dipakai oleh para tentara Ottoman, seperti baju zirah, perisai, pedang, tombak, kapak, & lainnya.
5. Sala de Teatru (The Playhouse), spot yang satu ini memiliki gaya Barok Perancis. Disini, kalian dapat melihat berbagai macam lukisan dari pelukis ternama dunia, diantaranya Gustav Klimt & Frantz Matsch.
6. Sala Florentin (The Florentine Room), spot yang satu ini kental dengan gaya Italian Renaissancenya. Disini, kalian juga dapat melihat berbagai macam karya seni asal negeri Pizza di dalamnya.
7. Salonul Maur (The Moorish Salon), buat yg suka dengan budaya ketimuran, spot ini sangat cocok buat kalian. Disini, kalian dapat melihat berbagai macam permadani khas Persia & Ottoman, juga menikmati tema ruangan yg terinspirasi dari bangsa Moor, bangsa Muslim dari zaman pertengahan yg tinggal di Al-Andalus (Semenanjung Iberian termasuk Spanyol & Portugis zaman sekarang) & juga Maroko & Afrika Barat.
8. Salonul Turcesc (The Turkish Parlor), di spot ini, kalian dapat menikmati keindahan dekorasi khas Kekaisaran Ottoman di zaman dahulu. Disini, kalian dapat menemukan berbagai macam permadani khas Anatolia (sebuah kawasan di wilayah Asia Barat Daya)dan Persia. Buat kalian yg udah capek keliling Museum & pengen nyantai sambil ngerokok, disinilah terdapat smoking room buat para pengunjung.
Source
eles Castle
Hasil Screenshot Ane dari Reddit
Hari ini 18:09