• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Begini Rasanya Ikut BEM Kampus

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Begini Rasanya Ikut BEM Kampus


Penulis: Muhamad Irfan Kusbiantoro
Editor: Asri Candra Wanodya

Cangkeman.net -Salah satu hal menarik yg berkembang di kalangan mahasiswa adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa atau sering disingkat BEM. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan dalam berbagai hal termasukskillskepemimpinan,public speaking, manajemen organisasi, & kemampuan lainnya. BEM umumnya akan memiliki banyak program kerja alias proker yg diawasi oleh lembaga legislatif tiap tingkatannya. Program kerja inilah sebagai bentuk ujung tombak yg menentukan eksistensi BEM bagi mahasiswa yg saat itu jadi anggotanya.

Menurut saya hal menarik yg berkembang di kalangan mahasiswa adalah pernyataan bahwa BEM hanyalah sebatas EO (Event Organizer) yg kerjanya cuma mengadakan berbagai event untuk menunjukkan eksistensi dari tiap angkatan saja. Event lagi & lagi, mereka cuma sibuk rapat & rapat, ditambah embel-embel aneh dalam pamflet oprec jodoh kalau beruntung, katanya. Hal ini umumnya mmembua mahasiswa berpendapat bahwa BEM semestinya lebih fokus dalam melayani mahasiswa, entah menciptakan program pengembangan skills atau penyelesaian berbagai permasalahan mahasiswa.

Sebelum membahas BEM sebagai EO (Event Organizer), ada beberapa persepsi yg harus diluruskan. Walau namanya mengandung mengatakan eksekutif, BEM bukanlah lembaga layaknya pemerintah dalam sistem trias politica. Akan sangat tidak tepat kalau menyamakan BEM dengan pemerintah suatu negara. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal yg tidak dimiliki oleh BEM.

Pengurus BEM sendiri juga mahasiswa aktif yg mengikuti perkuliahan, nggak cuma fokus pada BEM saja saudara!. Terlebih dengan banyaknya tugas perkuliahan ataupun tugas dari keluarga, maupun calon mertua. Walaupun begitu mereka sanggup meluangkan waktunya untuk berpikir, bekerja keras mengadakan program kerja yg tujuannya memberikan manfaat bagi kalian mahasiswa. Kebanyakan orang yg mengatakan bahwa BEM sebatas EO (Event Organizer) adalah mereka yg tidak pernah merasakan jadi pengurus BEM ataupun mereka yg pernah jadi pengurus BEM, namun kurang aktif atau kurang memahami peran kerja BEM secara komprehensif.

Pernyataan mengenai BEM cuma sebagai EO (Event Organizer) seolah memang terkesan negatif. Namun kalau kita cermati, stempel EO (Event Organizer) itu ternyata tidak sepenuhnya salah. Dengan catatan event yg diadakan oleh BEM bukanlah sebatas eventceremonialseperti event seremoni ulang tahun organisasi atau event penyambutan hari akbar dengan berpesta. Jika kalian amati event yg diadakan oleh BEM justru memiliki tujuan memberi kebermanfaatan bagi mahasiswa dalam mengembangkanskillsmereka. Sebagai contoh adalah event seminar beasiswa, diskusi publik, kuliah umum, olimpiade, & berbagai pelatihan. Event-event tersebut justru memberikan manfaat akbar bagi mahasiswa. Bukan sebatas event potong kue & tiup balon atau joget-joget saja. Dengan begitu BEM memang EO (Event Organizer), cuma saja event yg dibuatnya adalah event yg sangat bermanfaat bagi mahasiswa.

Kemudian lihatlah lagi lebih luas, ternyata banyak agenda dari BEM yg bukan sekadar mengadakan event saja. Di antaranya adalah peran advokasi, peran informasi, & peran sosial politik. Tiga peran BEM inilah yg membedakan BEM dengan lembaga lainnya. Peran lainnya yg menyanggah anggapan BEM cuma sebatas EO (Event Organizer) adalah peran sosial. Berbagai kegiatan sosial dilakukan oleh BEM. Contoh sederhananya adalah penggalangan dana kalau ada musibah, ataupun mengadakan program kerja yg bertajuk santunan kepada kalangan masyarakat tertentu.

Selain kedua peran tersebut, peran lainnya adalah peran komunikasi. BEM merupakan jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan birokrat kampus. Berbagai kebijakan kampus yg dibuat oleh birokrat umumnya akan disebarluaskan melalui BEM terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, BEM mewakili mahasiswa untuk berkomunikasi mendiskusikan berbagai permasalahan-permasalahan mahasiswa yg ada.

Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa peran BEM bukan sebatas sebagai EO (Event Organizer). Ada banyak peran lainnya yg umumnya tidak disadari oleh mahasiswa luas. Terlebih bagi mahasiswa yg sedari awal sudah pesimis kepada BEM dengan jarang mengikuti kegiatan yg ada, menolak hadir di kajian atau seminar, dapat pengumuman tidak dibaca, & lain-lain. Akan jadi tidak bijaksana kalau mengatakan BEM cuma sebatas EO (Event Organizer).

Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 15 Januari 2023.
Hari ini 08:43
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.