• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Begini Peta Kemacetan di Blok A dan B Pasar Tanah Abang

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ig1Ct.jpg
Kemacaten di jalanan depan Pasar Blok A Tanah Abang merupakan pemandangan yang dapat dilihat tiap harinya. Setiap hari, pada jam-jam tertentu, kemacetan tak terelakkan di kawasan niaga terbesar di Asia Tenggara itu.

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi memetakan secara khusus kemacetan yang terjadi di daerah tersebut. Kemacetan salah satunya berasal dari pertemuan beberapa arus kendaraan hingga mengerucut menjadi dua lajur.

Setidaknya, Kepala Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat Muslim menyebut ada sembilan lajur yang kemudian menyempit keluar menjadi dua lajur.

Sembilan lajur tersebut berasal dari beberapa sumber salah satunya, pintu keluar Blok A Tanah Abang. Pintu keluar kendaraan Pasar Blok A ditetapkan sebagai titik awal.

Di sana terdapat dua pintu keluar yang langsung menuju Jalan Fachrudin mengarah ke Cideng. Di titik ketiga bersumber dari pintu keluar kendaraan Pasar Blok B Tanah Abang.

Kendaraan yang keluar dari titik ketiga itu otomatis akan sedikit tersendat karena harus bergantian dengan kendaraan dari Pasar Blok A Tanah Abang.

"Satpam di sana berusaha untuk melancarkan arus dari Blok A karena ada penumpukan kalau lagi jam keluar," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat Muslim kepadaKompas.com di kantornya, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).

Titik keempat dan kelima bersumber dari arus kendaraan di Jalan Kebon Jati. Kendaraan tersebut memiliki akses dua lajur dan berbelok ke jalan depan Pasar Blok A dan B Tanah Abang.

Lalu lintas dari arah Jalan Kebon Jati biasanya terpantau padat. Kendaraan tersebut tidak hanya ada minibus atau sepedamotor, tapi juga bus-bus angkutan umum besar.

"Bahkan, jika ada bus besar yang ingin berbelok dari Jalan Kebon Jati, kendaraan di belakang bus tidak bisa memakai satu lajur sampingnya," kata Muslim.

Titik keenam bersumber dari kendaraan Jalan KH Mas Mansyur yang berputar ke arah Cideng di depan Pasar Blok B Tanah Abang.

Kendaraan dari arah ini biasanya akan tersendat dan berebut dengan kendaraan dari arah Jalan Kebon Jati yang berbelok ke jalan depan Pasar Blok A dan B Tanah Abang. Titik ketujuh dan kedelapan berasal dari kendaraan Jalan Wahid Hasyim.

Dari Jalan Wahid Hasyim dua lajur kendaraan biasanya menuju arah Cideng. Kendaraan tersebut akan bertemu dengan kendaraan dari titik pertama hingga keenam.

Pertemuan kendaraan di jalan depan Pasar Blok A Tanah Abang pun diakhiri dengan titik kesembilan. Kendaraan di titik ini berasal dari Jalan Fachrudin yang berputar menuju Cideng.

"Bayangkan dari sembilan lajur kemudian berebut untuk keluar hingga dua lajur," kata Muslim.

Dua lajur tersebut mengarah ke Cideng. Kendaraan-kendaraan tersebut biasa terpantau menumpuk di depan Pasar Blok A Tanah Abang.

Penumpukan kendaraan pun merembet ke jalan lainnya. Misalnya Jalan Kebon Jati dan Jalan Wahid Hasyim. Rekayasa lalu lintas Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat pun memutar otak lebih keras.

Muslim membuat rekayasa dengan dua alternatif yakni pertama penutupan dua putaran yakni pertama dari Jalan Fachrudin ke arah Cideng. Kedua, Jalan Mas Mansyur arah ke Cideng (depan Blok B Tanah Abang) pada pukul 14.00-17.00 WIB.

Kedua pembatasan bus yang melintas di depan Pasar Blok A dan B Tanah Abang. Bus yang biasanya melintas di depan jalan tersebut sebanyak 78, dikurangi menjadi 40 bus.

Sebanyak 38 bus lainnya diputari lewat jalan baru, yakni via Stasiun Tanah Abang, yakni dari Jalan Jati Baru - Jalan Kebon Jati - Jalan Jati Bunder - Jalan Jati Baru - Jalan Kebon Sirih.

"Meski bukan untuk menyelesaikan masalah kemacetan, tapi ini sedikit mengurai kemacetan di Pasar Tanah Abang pada jam-jam kantor," kata Muslim.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.