• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Begini Mengganti Sokbreker Sepeda Motor yang Aman

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
DoxM.jpg

Saat sepeda motor terasa limbung, lalu tiba-tiba ”membuang” ke kanan atau kiri saat melewati jalan ”keriting”, garis kejut, atau lubang, tandanya sokbreker tak lagi sehat. Inilah gejala-gejala yang mewajibkan pengguna sepeda motor megganti sistem suspensi.

Saat Anda menggantinya dengan suspensi orisinal, tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan, karena ukuran dan jenis sokbreker dijamin sama. Masalah akan timbul ketika sokbreker pengganti adalah barangaftermarket.

”Jelas beda (antara suspensi orisinal dan aftermarket). Tingginya tidak sama, kelenturannya juga. Banyak yang bisa mengganti, tapi lebih nyaman atau tidak tergantung ukuran yang dipilih,” sambar Rusmanto, mekanik toko aksesori sepeda motor Dua Saudara di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Ada beberapa langkah yang harus diperhitungkan jika mengganti sokbreker. Berikut panduannya:

1. Beli sokbreker pengganti yang sesuai dengan ukuran (panjang) aslinya. Sebaiknya beli suku cadang asli. Tapi kalau pun lebih suka model dan performa produk aftermarket, usahakan mempunyai ukuran sama untuk memudahkan pemamasangan dan tidak membuat sepeda motor jadi tak seimbang.

2. Jika beli sokbreker bekas, periksa secara teliti. Cek apakah sokbreker bekas terdapat pengelasan ulang, pengecatan ulang, pengelupasan lubang baut bawah, dan tarik-tekan apakah fungsinya normal.

3. Ketika dipasang, ukur ketinggian yang diinginkan. Sokbreker pada umumnya terdapat setelan ketinggian sekaligus jarak uliran per. Jangan terlalu tinggi karena motor akan tidak seimbang.

4. Untuk sepeda motor matik, tingkat kesulitannya lebih besar. Sokbreker pengganti harus benar-benar sama persis ukurannya. Berbeda ukuran mengakibatkan oleng jika dipakai berboncengan dan menemui jalan bergelombang.

5. Untuk sepeda motor modifikasi, ukur tingkat kemiringan yang pas dan jarak antara pangkal bawah suspensi dengan ujung lengan ayun. Ukuran ini bergantung pada konsep modifikasi yang dilakukan.

6. Coba setelah dipasang. Jika terjadi gejala aneh setelah mengganti sokbreker, berarti Anda harus mencari lagi suspensi yang sesuai dengan spesifikasi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.