• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Begini Cara Menghemat Bensin Saat Mudik Lebaran

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Begini Cara Menghemat Bensin Saat Mudik Lebaran


Ilustrasi - Kendaaan pemudik melintas di Jalan Tol Semarang-Solo, Boyolali, Jawa Tenga. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wpa/am.​



Perjalanan mudik Lebaran dapat dilakukan lebih ekonomis energi kalau pengendara memperhatikan gaya mengemudi, kondisi kendaraan, serta perencanaan perjalanan, & prinsip penghematan energi yakni menekan energi yg terbuang dari beberapa sumber utama.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa energi paling banyak terbuang dari tiga faktor utama, yaitu gaya mengemudi yg agresif, kendala dari ban & gesekan kendaraan dengan jalan, serta tambahan beban pada kendaraan. Selain itu, pengemudi juga perlu mengendalikan konsumsi energi melalui perencanaan rute & waktu keberangkatan yg tepat.

"Mengemudi terlalu cepat, sering mengerjakan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yg tidak diantisipasi akan menciptakan konsumsi energi meningkat signifikan," ujar Yannes ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (12/3/2026), dikutip dari Antara.

Selain gaya mengemudi agresif yg dapat menciptakan konsumsi energi meningkat signifikan, Yannes menyebut kondisi lalu lintas yg tidak diantisipasi sehingga menyebabkan polastop-and-gojuga dapat memperburuk efisiensi.

Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15-30 persen di jalan tol & 10-40 persen pada kondisi lalu lintas padat, mengatakan dia.

Karena itu, persiapan sebelum perjalanan jadi faktor penting untuk menghemat bahan bakar. Pengemudi juga disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi sehat melalui servis berkala, mengganti oli sesuai interval, serta menjaga filter udara tetap bersih supaya mesin dapat bekerja optimal.

Selain itu, tekanan ban juga perlu diperiksa sebelum berangkat. Tekanan ban sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dharap.

"Tekanan ban yg kurang dapat meningkatkanrolling resistancesehingga konsumsi bahan bakar jadi lebih boros".

Rolling resistanceadalah kendala yg muncul ketika ban kendaraan bergulir di permukaan jalan, sehingga mesin membutuhkan energi tambahan untuk menjaga kendaraan tetap bergerak.

Secara sederhana,rolling resistanceterjadi karena ban tidak benar-benar kaku. Saat ban menyentuh jalan, bentuknya sedikit berubah (tertekan), lalu kembali ke bentuk semula saat berputar. Proses deformasi ini menyebabkan beberapa energi terbuang sebagai panas.

Selama perjalanan, pengemudi dianjurkan menjaga gaya berkendara yg stabil. Akselerasi sebaiknya dilakukan secara bertahap & laju dijaga konstan. Jika kendaraan dilengkapi fiturcruise control, fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menolong menjaga kestabilan kecepatan.

Pada perjalanan di jalan tol, sedikit menurunkan laju juga dapat memberikan penghematan yg cukup terasa karena konsumsi energi meningkat tajam pada laju tinggi. Sementara itu, saat menghadapi kemacetan, penghematan terbesar biasanya berasal dari mengurangi agresivitas berkendara serta menghindari kondisi mesin menyala terlalu lama tanpa bergerak.

"Terakhir, kurangi beban bawaan tidak perlu di bagasi, hindari penggunaanroof rackkosong yg meningkatkan kendala kendaraan," jelas Yannes.

SUMBER​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.