Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for Munarman:
Subuh hari di Stadion Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, 24 Agustus 2019 lalu datanglah sesosok pria yg mengenakan kemeja koko biru & kopiah hitam. Pria tersebut bukanlah pria sembarangan, ia adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies datang untuk mengikuti salat subuh berjamaah dalam acara milad Front Pembela Islam (FPI) ke-21 sekaligus seremoni hari kemerdekaan RI ke-74.
Usai salat, Anies memberi sambutan di mana dirinya mendorong FPI untuk lebih berkontribusi pada masyarakat. Sebab menurutnya di Jakarta sudah terasa manfaat dari kehadiran FPI. Perlu ditegaskan bahwa usia 21 tahun itu masih pendek untuk ukuran peradaban & perjuangan umat. Ke depan FPI harus menunjukkan sebagai perekat umat & bangsa Indonesia. Di Jakarta sendiri sangat terasa kehadiran FPI yg memberi manfaat, ujar Anies.
Di akhir sambutannya, Anies juga menyapa & mendoakan perjuangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab yg kala itu tak dapat hadir karena masih berada di Arab Saudi.
Sumber :Tribunnews [Anies Baswedan: Di Jakarta Sangat Terasa Kehadiran FPI yg Memberi Manfaat]
Pernyataan Anies itu sekaligus menunjukkan bahwa ia satu-satunya gubernur yg mendukung keberadaan FPI serta mendapatkan dukungan penuh dari FPI. Ia pun terlihat dekat dengan para pimpinan FPI, seperti Rizeiq Shihab.
Namun, sekitar dua tahun kemudian, Gubernur Anies terlihat menjaga jarak dengan salah satu pentolan FPI Munarman khususnya setelah yg bersangkutan terlibat terorisme ISIS.
Padahal beberapa waktu yg lalu, buzzer politik Eko Kuntadi mengatakan Gubernur Anies adalah orang yg paling dirugikan dengan ditangkapnya Munarman. Pasalnya, Anies sangat berutang kepada FPI & tokoh-tokohnya karena sudah sukses mengantarkannya jadi orang nomor satu di ibu kota.
Eko menilai, Anies pasti menyadari sepak terjang FPI. Ia mengetahui bagaimana organisasi yg kini terlarang itu jadi momok. Akan tetapi, demi kepentingan politik, Anies memilih menyanjung FPI setinggi langit.
Sumber :Warta Ekonomi [Anies Berutang Banyak pada Munarman & FPI]
Namun ada kesalahan dari evaluasi Eko Kuntadi kepada hubungan Anies dengan FPI & Munarman. Anies tidak memiliki kedekatan spesifik dengan Munarman, ia cuma memiliki kedekatan spesial dengan Rizieq Shihab.
Buktinya dapat terlihat saat Rizieq Shihab datang ke Indonesia. Anies Baswedan merupakan salah seorang yg dianggap Rizieq berjasa meringankan bebannya di kasus kerumunan prokes, selain Menkopolhukam Mahfud MD & Ketua Satgas Covid-19 Donny Monardo.
Sebagai informasi, Menko Mahfud tidak mempidanakan kerumunan massa Rizieq di Bandara Soetta, padahal massa yg hadir di bandara jauh lebih banyak dibandingkan acara di Petamburan.
Sumber :Sindo News [Kerumunan di Bandara Soetta Tak Diproses, Habib Rizieq: Terima Kasih Mahfud MD]
Sementara soal kerumunan di Petamburan, Rizieq mengucapkan terima kasih kepada Anies Baswedan & Doni Monardo. Sebab Gubernur Anies sudah peduli kepada acara Maulid Nabi di Petamburan dengan menyampaikan supaya tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Sedangkan perhatian Doni Monardo terlihat saat kepala BNPB itu mau membagian masker hingga hand sanitizer kepada pengunjung acara.
Sumber :Tempo [Rizieq Shihab Titip Terima Kasih untuk Anies Baswedan & Doni Monardo]
Dari informasi tersebut maka kita dapat menilai bahwa kedekatan Anies Baswedan dengan FPI justru pada Rizieq Shihab, bukan pada Munarman. Apalagi Munarman bukanlah golongan Habib atau petinggi agama. Ia hanyalah pengacara yg secara kebetulan bersilangan jalan dengan FPI & Rizieq Shihab.
Karier Munarman berawal dari sukarelawan di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Palembang pada 1995. Ia kemudian jadi Koordinator Kontras Aceh pada 1999 2000. Sederet jabatan tersebut menciptakannya terpilih sebagai Ketua TLBHI periode 2002 2007.
Minat Munarman pada gerakan Islam muncul saat dia jadi anggota Tim Pengacara Abu Bakar Baasyir pada 2002. Selepas mendampingi Baasyir, Munarman mulai dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dari HTI, Muanrman mengenal sejumlah tokoh Islam garis keras, termasuk mantan ketua FPI Rizieq Shihab. Terlebih saat mereka jadi tetangga dalam lapas usai proses hukum aksi menolak kenaikan harga BBM.
Selepas dari lapas, Munarman ditawari bergabung dengan FPI pada 2009, beberapa kali menjabat ketua bidang beberapa divisi, hingga akhirnya jadi sekretaris umum.
Sumber :Kompas [Sepak Terjang Munarman, dari Aktivis di YLBHI hingga Jadi Orang Kepercayaan Rizieq Shihab]
Sumber :IDN Times [Profil Munarman, Pengacara Rizieq Shihab yg Ditangkap Densus 88]
Perjalanan karir Munarman menunjukkan bahwa di adalah aktivis kiri yg berubah haluan jadi kanan.
Mungkin saja perubahan idealisme yg drastis dari kiri ke kanan menyebabkan Munarman berpandangan ekstrim. Sebab, pada akhirnya bobrok Munarman terbongkar. Ia ternyata jadi musuh dalam selimut bagi FPI yg menyatakan menolak ISIS. Munarman justru menghadiri baiat ISIS di beberapa tempat di Indonesia.
Menariknya, saat Munarman terciduk, Anies justru tengah mengunjungi pesantren & makam ulama di Jawa Timur. Seolah-olah ia sudah mengetahui bahwa Munarman akan tertangkap & ia tak mau terjebak pertanyaan media terkait hubungannya dengan Munarman.
Secara logika, kalau ia membela Munarman, tentu ia akan ditinggal pendukungnya yg merupakan kelompok nasionalis. Namun kalau ia mengutuk perbuatan Munarman, maka ia pun akan kehilangan basis suara FPI yg memang masih beranggapan Munarman tidak bersalah.
Atau, mungkinkah safari politik ke pesantren & makam ulama yg dilakukan Anies di tengah masalah yg menimpa Munarman merupakan caranya mengingatkan basis pendukungnya di FPI, bahwa Munarman adalah sosok pendukung ISIS yg berhasil masuk ke ring satu Rizieq untuk memanfaatkan pengaruh Imam Besar FPI tersebut?
Hari ini 21:06
Subuh hari di Stadion Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, 24 Agustus 2019 lalu datanglah sesosok pria yg mengenakan kemeja koko biru & kopiah hitam. Pria tersebut bukanlah pria sembarangan, ia adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies datang untuk mengikuti salat subuh berjamaah dalam acara milad Front Pembela Islam (FPI) ke-21 sekaligus seremoni hari kemerdekaan RI ke-74.
Usai salat, Anies memberi sambutan di mana dirinya mendorong FPI untuk lebih berkontribusi pada masyarakat. Sebab menurutnya di Jakarta sudah terasa manfaat dari kehadiran FPI. Perlu ditegaskan bahwa usia 21 tahun itu masih pendek untuk ukuran peradaban & perjuangan umat. Ke depan FPI harus menunjukkan sebagai perekat umat & bangsa Indonesia. Di Jakarta sendiri sangat terasa kehadiran FPI yg memberi manfaat, ujar Anies.
Di akhir sambutannya, Anies juga menyapa & mendoakan perjuangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab yg kala itu tak dapat hadir karena masih berada di Arab Saudi.
Sumber :Tribunnews [Anies Baswedan: Di Jakarta Sangat Terasa Kehadiran FPI yg Memberi Manfaat]
Pernyataan Anies itu sekaligus menunjukkan bahwa ia satu-satunya gubernur yg mendukung keberadaan FPI serta mendapatkan dukungan penuh dari FPI. Ia pun terlihat dekat dengan para pimpinan FPI, seperti Rizeiq Shihab.
Namun, sekitar dua tahun kemudian, Gubernur Anies terlihat menjaga jarak dengan salah satu pentolan FPI Munarman khususnya setelah yg bersangkutan terlibat terorisme ISIS.
Padahal beberapa waktu yg lalu, buzzer politik Eko Kuntadi mengatakan Gubernur Anies adalah orang yg paling dirugikan dengan ditangkapnya Munarman. Pasalnya, Anies sangat berutang kepada FPI & tokoh-tokohnya karena sudah sukses mengantarkannya jadi orang nomor satu di ibu kota.
Eko menilai, Anies pasti menyadari sepak terjang FPI. Ia mengetahui bagaimana organisasi yg kini terlarang itu jadi momok. Akan tetapi, demi kepentingan politik, Anies memilih menyanjung FPI setinggi langit.
Sumber :Warta Ekonomi [Anies Berutang Banyak pada Munarman & FPI]
Namun ada kesalahan dari evaluasi Eko Kuntadi kepada hubungan Anies dengan FPI & Munarman. Anies tidak memiliki kedekatan spesifik dengan Munarman, ia cuma memiliki kedekatan spesial dengan Rizieq Shihab.
Buktinya dapat terlihat saat Rizieq Shihab datang ke Indonesia. Anies Baswedan merupakan salah seorang yg dianggap Rizieq berjasa meringankan bebannya di kasus kerumunan prokes, selain Menkopolhukam Mahfud MD & Ketua Satgas Covid-19 Donny Monardo.
Sebagai informasi, Menko Mahfud tidak mempidanakan kerumunan massa Rizieq di Bandara Soetta, padahal massa yg hadir di bandara jauh lebih banyak dibandingkan acara di Petamburan.
Sumber :Sindo News [Kerumunan di Bandara Soetta Tak Diproses, Habib Rizieq: Terima Kasih Mahfud MD]
Sementara soal kerumunan di Petamburan, Rizieq mengucapkan terima kasih kepada Anies Baswedan & Doni Monardo. Sebab Gubernur Anies sudah peduli kepada acara Maulid Nabi di Petamburan dengan menyampaikan supaya tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Sedangkan perhatian Doni Monardo terlihat saat kepala BNPB itu mau membagian masker hingga hand sanitizer kepada pengunjung acara.
Sumber :Tempo [Rizieq Shihab Titip Terima Kasih untuk Anies Baswedan & Doni Monardo]
Dari informasi tersebut maka kita dapat menilai bahwa kedekatan Anies Baswedan dengan FPI justru pada Rizieq Shihab, bukan pada Munarman. Apalagi Munarman bukanlah golongan Habib atau petinggi agama. Ia hanyalah pengacara yg secara kebetulan bersilangan jalan dengan FPI & Rizieq Shihab.
Karier Munarman berawal dari sukarelawan di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Palembang pada 1995. Ia kemudian jadi Koordinator Kontras Aceh pada 1999 2000. Sederet jabatan tersebut menciptakannya terpilih sebagai Ketua TLBHI periode 2002 2007.
Minat Munarman pada gerakan Islam muncul saat dia jadi anggota Tim Pengacara Abu Bakar Baasyir pada 2002. Selepas mendampingi Baasyir, Munarman mulai dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dari HTI, Muanrman mengenal sejumlah tokoh Islam garis keras, termasuk mantan ketua FPI Rizieq Shihab. Terlebih saat mereka jadi tetangga dalam lapas usai proses hukum aksi menolak kenaikan harga BBM.
Selepas dari lapas, Munarman ditawari bergabung dengan FPI pada 2009, beberapa kali menjabat ketua bidang beberapa divisi, hingga akhirnya jadi sekretaris umum.
Sumber :Kompas [Sepak Terjang Munarman, dari Aktivis di YLBHI hingga Jadi Orang Kepercayaan Rizieq Shihab]
Sumber :IDN Times [Profil Munarman, Pengacara Rizieq Shihab yg Ditangkap Densus 88]
Perjalanan karir Munarman menunjukkan bahwa di adalah aktivis kiri yg berubah haluan jadi kanan.
Mungkin saja perubahan idealisme yg drastis dari kiri ke kanan menyebabkan Munarman berpandangan ekstrim. Sebab, pada akhirnya bobrok Munarman terbongkar. Ia ternyata jadi musuh dalam selimut bagi FPI yg menyatakan menolak ISIS. Munarman justru menghadiri baiat ISIS di beberapa tempat di Indonesia.
Menariknya, saat Munarman terciduk, Anies justru tengah mengunjungi pesantren & makam ulama di Jawa Timur. Seolah-olah ia sudah mengetahui bahwa Munarman akan tertangkap & ia tak mau terjebak pertanyaan media terkait hubungannya dengan Munarman.
Secara logika, kalau ia membela Munarman, tentu ia akan ditinggal pendukungnya yg merupakan kelompok nasionalis. Namun kalau ia mengutuk perbuatan Munarman, maka ia pun akan kehilangan basis suara FPI yg memang masih beranggapan Munarman tidak bersalah.
Atau, mungkinkah safari politik ke pesantren & makam ulama yg dilakukan Anies di tengah masalah yg menimpa Munarman merupakan caranya mengingatkan basis pendukungnya di FPI, bahwa Munarman adalah sosok pendukung ISIS yg berhasil masuk ke ring satu Rizieq untuk memanfaatkan pengaruh Imam Besar FPI tersebut?
Hari ini 21:06