• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bedanya Pria dan Wanita Atasi Stres

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ketika dihadapkan pada situasi penuh stres atau berbahaya, pria dan wanita menggunakan cara yang berbeda untuk meresponsnya. Para peneliti di Australia mengungkapkan, pria lebih cenderung merespons stres dengan cara lebih agresif dibandingkan wanita. Pria akan mencari cara untuk melawannya, atau justru melarikan diri dari masalah tersebut, sedangkan perempuan mencoba meredakannya dengan mencari dukungan sosial dari orang terdekatnya, dan meminta bantuan mereka.

"Reaksi melawan dan lari ini lebih terlihat agresif dan dominan pada pria, sementara perempuan lebih cenderung mengatasi stres dengan cara yang lebih 'bersahabat'," ungkap Dr Joohyung Lee, peneliti dari Prince Henry's Institute di Melbourne.

Dari penelitian sebelumnya, telah ditunjukkan bahwa situasi stres mengaktifkan pelepasan hormon tertentu ke dalam tubuh yang bisa memicu timbulnya respons untuk melawan atau lari dari stres. Sayangnya, penelitian ini hanya difokuskan pada pria. Sedangkan penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Dr Joohyung Lee dan Prof Vincent Harley dari Monash University melibatkan responden pria maupun wanita.

Menurut Joohyung dan Vincent, perbedaan respons terhadap stres disebabkan adanya satu gen dalam diri pria yang disebut gen SRY. Gen ini bisa memengaruhi suasana hati dan otak manusia selama stres, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan menimbulkan reaksi agresif seperti menghadapinya, atau justru membebaskan diri. Ketika stres, gen ini akan membuat pria lebih galak dan lebih mudah meledak.

Namun, gen SRY ini tidak terdapat pada diri wanita. Gen ini banyak dipengaruhi oleh hormon estrogen dan hormon-hormon lainnya, sehingga tidak menimbulkan suatu reaksi agresif pada perempuan. Mereka berusaha untuk mengatasi stres dengan curhat pada sahabat, menyendiri, atau dengan menangis. Tetapi ketika tingkat stres sudah begitu tinggi hingga menyebabkan depresi, perempuan juga bisa meledak dan marah-marah untuk sekadar melampiaskan kekesalan dan tekanan yang dihadapinya.kompas.com
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.