Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ilustrasi negara Singapura (Google)
SAHABATKASKUS - Penolakan negara Singapura atas kedatangan Abdul somad justru menciptakan fenomena unik yg membingungkan di tanah air.
Dimana pemerintah Singapura, publik singapura bahkan ulama di Singapura mempunyai sikap yg jelas & sederhana. Mereka menolak masuk kenegaranya orang orang yg memiliki pandangan yg berpotensi memecah belah warga Singapura yg majemuk.
Organisasi tokoh muslim Singapura yg tergabung dalam Grup Rehabilitasi Religius (RRG) buka suara terkait kasus Ustaz Abdul Somad (UAS) yg ditolak pemerintah negara tersebut.
Quote:
"Grup Rehabilitasi Religius merespons dengan rasa malu yg dalam & penyesalan yg amat sangat untuk sejawat penceramah yg muncul untuk menguasai & menyebarkan pandangan yg bertentangan diterima nilai-nilai Islami & universlal kepada kemanusiaan, belas kasih, rasa sayang syarat kepada sesama," begitu pernyataan RRG di unggahan Facebook, seperti dikutip The Strait Times.
Dikutip dari Portal news
Sementara sikap berbagai elemen masyarakat Indonesia justru membingungkan,
Yang memunculkan beragam reaksi & tidak satupun reaksi itu dapat memberikan kesejukan & ketentraman.
Ini benar benar aneh, & lucunya singapura yg menolak kedatangan seorang tokoh yg ditakutkan akan menyebar paham yg dapat menciptakan kisruh di negaranya,
justru dinegara tempat orang yg ditolak tersebut jadi kisruh sendiri.
Lihatlah bagaimana kisruh yg membingungkan ini ditampilkan oleh pendukung Abdul somad, dimana para pendukung tersebut berdemo & menuntut Pemerintah Singapura meminta maaf.
Minta maaf atas apa ? ayolah lihat dengan benar & jauhkan prasangka, karena dalam hal ini pemerintahan Singapura tidaklah mengerjakan tindakan rasis ke Abdul somad atau mengolok-oloknya, Justru pemerintah Singapura menganggap Abdul Somad merupakan tokoh yg berpengaruh, pengaruhnya lah yg ditolak.
Lalu pendukung Abdul somad juga menggambarkan kalau pemerintah Singapura anti Islam, Bukankah tokoh islam Singapura juga menolak kedatangan Abdul somad, & mereka juga melihat Abdul Somad adalah tokoh yg berpengaruh & mereka jelas mengkhawatirkan pengaruh dari Abdul somad.
Sementara pemerintah Indonesia sendiri tidak sanggup memberikan penjelasan yg dapat menenangkan, yg ditampilkan justru pemerintahan yg tak perduli dengan keresahan yg timbul dengan menyampaikan kalau hal tersebut bukan urusan kita.
Benar memang kebijakan negara lain bukan urusan kita, tetapi memberikan edukasi ke masyarakat itu penting untuk menjadikan masyarakat Indonesia jadi lebih bijak memahami sebuah kondisi.
Lalu tokoh tokoh di masyarakat Indonesia pun tak sanggup memberikan kesejukan di masyarakat, yg ada mereka seperti kipas tukang sate, yg menambah maraknya api dari arang.
Lihatlah beberapa tokoh justru bukan memberikan pandangan yg menentramkan, malah berkomentar kekanak-kanakan dengan mengejek & memberikan rasa marah dengan berkata basah basahan dukung yg mau pelesiran.
Quote:
"Basah-basahan buat belain orang yg mau jalan-jalan, belanja, pelesiran, foto-foto bersama istri muda ke Singapore,"
Dikutip dari portal news
Semua itu membingungkan, apakah karena di Indonesia itu cuma perduli kepada jumlah pendukung saja, sehingga orang orang cuma memanfaatkan keadaan untuk tujuan politik, tidak perduli sedikitpun untuk meredam & memberikan edukasi yg benar.
Masing masing bermain, cari dukungan baik dengan cara berpihak maupun tidak berpihak ke Abdul Somad, karena keduanya (yang berpihak maupun yg tidak berpihak ke Abdul Somad-pen) adalah jumlah massa yg dapat dipakai sebagai basis dukungan.
Lihat bagaimana para ulama Singapura dalam menjelaskan posisi agama islam sangat jelas bila dilihat dari jawaban tokoh islam di Singapura bagaimana dihinggakannya bahwa apa yg pernah dihinggakan oleh Abdul Somad "bertentangan diterima nilai-nilai Islami".
Sementara di ulama Negara sendiri tidak ada penjelasan soal polemik cara pandang Abdul somad di beberapa bagian ceramahnya, justru Abdul somad ditempatkan sebagai sebuah pion bagi politik negara ini, dijadikan bahan atau sarana untuk mendulang suara.
Akhirnya dapat kita lihat kalau pemerintah Singapura menganggap Abdul somad sebagai tokoh berpengaruh. justru Di Indonesia sendiri Abdul somad dipakai oleh orang orang sebagai pion politisasi.
Terimakasih sudah membaca thread ini hingga selesai, thread ini berdasarkan sudut pandang saya soal keadaan seorang warga negara Indonesia yg ditolak negara lain, bukan sudut pandang saya soal agama, semoga dapat dicermati dengan baik.
Penulis sutanjuga
Referensi : sumur1,sumur2,sumur3,sumur4, Hari ini 11:58