Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kebanyakan gadis muda pasti membayangkan perkawinan dengan pemuda impiannya. Tampan, baik, bertanggung jawab, setia, & kalo dapat yg tajir melintir.
Setiap gadis sedari masa remaja sudah membayangkan bagaimana bahagianya berada di pelaminan bersama sang pangeran.
Membayangkan hidup berdikari bersama suami, memiliki minimal dua anak, tak pernah kekurangan sandang pangan & papan, serta dapat hidup menua bersama dengan suami tersayang.
Yang ada cuma mereka berdua, dunia milik mereka & anak-anak mereka. Pokoknya semua yg serba bahagia.
sumber gambar
Namun, pada kenyataannya tidak begitu GanSis, berani & siap berkeluarga, berarti harus berani & juga siap dengan segala tanggung jawab yg ada.
Kita nggak boleh cuma memikirkan enaknya malam perdana & malam-malam selanjutnya saja, tetapi ada hak, sudah tentu ada tanggung jawab & kewajiban yg harus dilaksanakan dengan baik.
Berikut ini beberapa hal yg harus dihadapi seorang perempuan setelah menikah:
1. Hamil
Kehamilan jadi suatu kebahagian & kebanggaan tersendiri bagi seorang perempuan. Karena salah satu tujuan utama dari sebuah perkawinan ialah untuk mendapatkan keturunan.
2. Ngidam
Rasa mual, pusing, bahkan lemes di masa kehamilan itu wajar-wajar saja, ditambah ngidam pharap ini pharap itu, syukurnya suami ane dulu mau nuruti semua permintaan ane.
3. Melahirkan
Di sinilah letak perjuangan perempuan yg akan segera jadi ibu. Bagaikan bergantung nyawa pada sehelai rambut, kalau anak kita bandel nggak mau nurut perkataan orang tuanya, apalagi hingga berkata-kata kasar sama kita sebagai seorang ibu, rasanya tu sedih banget.
4. Harus Bisa Mengganggap Kedua Mertua Seperti Kudua Orang Tua Kandung Sendiri
Menikah itu tak sesimpel mengucapkan mengatakan 'sah'. Ada dua keluarga yg harus disatukan, ada banyak kepala dengan pemikiran yg berbeda-beda harus dipahami sebelumnya. Nggak dapat dipungkiri, terkadang ada saja permasalahan yg muncul, misal, ipar yg jahat, mertua yg bawel, bapak mertua yg genit, & lain sebagainya.
5. Membantu Perekonomian Keluarga
Terkadang, gaji suami saja belum cukup untuk menghidupi keluarga, seiring bertambahnya usia anak kita, jenjang pendidikan semakin tinggi, maka pengeluaran pun bertambah, tak cuma itu, biaya hidup yg semakin mahal juga tentunya harus menciptakan kita sebagai seorang perempuan supaya jadi perempuan yg tangguh.
Ane sempat merasakan hal tersebut, ane menolong perekonomian keluarga dengan cara berjualan baju & pakaian perempuan lainnya. Syukur, bila mau berusaha maka rezeki akan sering ada.
Namun, semua itu harus tetap kita syukuri. Karena memang seperti itulah kenyataan hidup yg ada.
Terkadang manis, terkadang juga pahit. Semakin kita sering mengeluh, maka akan semakin banyak permasalahan yg muncul.
Ane cuma dapat berharap, semoga para generasi muda jaman sekarang dapat jadi generasi yg baik generasi yg menghasilkan generasi penerus yg baik pula. Karena jujur, ane miris melihat secara langsung kehidupan jaman sekarang, hamil diluar nikah marak terjadi di kalangan anak sekolah.
Setelah memiliki anak, bahkan dari segi umur yg sepatutnya sudah dewasa pun ane lihat masih banyak anak atau menantu yg menjadikan orang tuanya bagaikan Babu di rumahnya sendiri. Di suruh nyuciin bajunya bahkan pakaian dalamnya, dimintai uang buat beli kuota dll.
Semoga thread ane dapat bermanfaat ya GanSis.
Penulis : srinami
Sumber referensi : opini pribadi