• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

BBM Subsidi, Pemerintah, & Kelakuan Orang Kaya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
BBM Subsidi, Pemerintah, & Kelakuan Orang Kaya

Sachin Bharti

Hai useless people! Mumpung lagi rame, saya coba menuangken sampah di kepala tentang masalah ini. Sekali-kali riding the wave lah.

Langsung aja~

Tadi siang, pimirintih mengumumken kenaikan harga BBM bersubsidi. Tapi saya tak mau membahas itu. Saya pengin membahas tentang pimirintih kita, & kelakuan orang 'kaya'. Kenapa? Ya biar relate sama judul. Gak mungkin kan dengan judul di atas saya bahas Sisca Kohl makan di warteg.

Oke. Kita coba mundur ke belakang, sebelum pimirintih menaikkan harga BBM, ada berita bendahara negara berujar bahwa 80 persen BBM subsidi dinikmati orang kaya. Tidak mengejutkan dan gak penting!!!

Murkanya Sri Mulyani, Beberkan Fakta 80 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Kaya

Asli, sumpah bu, gak penting sampean ngomong ngunu, bu. Tak kasih badak dua deh buat mendukung keaslian bahwa yg sampean hinggakan itu gak penting.


BBM Subsidi, Pemerintah, & Kelakuan Orang Kaya
Frans Van Heerden

Maksud saya begini, fakta kalau BBM subsidi lebih banyak dinikmati orang kaya, itu sudah ada sejak jaman Kertajaya berkuasa loh, bu. Sudah usang macam kisah sayang Useless People disini. Anda ngasih tau hal itu tuh sama kayak ngasih tau kalo Indonesia gak pernah pemenang piala AFF.

Di era presiden SBY, sudah ada fakta kalo mayoritas BBM subsidi itu yg makan orang kaya. Jadi, anda gak mungkin gak tau. Apalagi anda juga ada di jajaran pimirintihin presiden SBY.

Menteri ESDM Era SBY Bongkar Fakta Penikmat BBM Subsidi
SBY: Subsidi BBM Terlalu Besar & Tidak Tepat Sasaran
SBY Akui Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran

Dengan fakta di atas, saya jadi mikir Kok masalah BBM subsidi gak pernah selesai, ya? Apa karena ternyata di jajaran pimirintihin atas sibuk main Zuma? Hingga lupa akan tugas. Mari kita bertanya pada mbak-mbak perawat yg ngasih informasi ciri-ciri gangguan jiwa di TikTok sambil goyang. Eh, tetapi kenapa mayoritas profesi kalo ngasih informasi di TikTok mesti sambil goyang, ya? Apakah kalo gak goyang, informasi yg diberikan jadi gak valid? Eh, kok jadi bahas TikTok.

Balik lagi~

Dengan masalah yg sudah ada sejak era SBY, ternyata solusinya sangat extraordinary. Naikkan harga BBM. Wow, solutif sekali. Gak sia-sia kita kasih gaji beserta tunjangan.

Naikkin harga BBM subsidi jelas bikin efek domino. Kenaikkan harga barang adalah keniscayaan. Karena mayoritas barang diangkut sama truk, yg mayoritas pake solar buat bahan bakar.

Ini menyambung ke poin selanjutnya. Harga barang naik tentu bukan masalah bagi orang kaya. Iya, orang kaya yg mengatakan bu bendahara penikmat 80 persen BBM subsidi. Orang 'kaya' yg ngisi mobil cicilannya itu pake solar atau pertalite itu.

Saya yakin, orang yg ngasih minum mobilnya pake BBM subsidi, & orang yg parkir mobil di pinggir jalan/komplek, itu adalah orang yg sama. Pasti itu. Tidak ada keraguan di dalamnya.

BBM Subsidi, Pemerintah, & Kelakuan Orang Kaya
GridOto

Saya jadi curiga, mungkin mereka pas mau ngisi BBM subsidi mikir "Duh, saya sudah parkir di jalan, masak mau ngisi BBM subsidi yg juga bukan hak saya. Tapi gpp lah, sekalian. Serakah kok setengah-setengah, wkwkwk!!!".

Yaaa kombinasi kebijakan yg tidak bijak, & keserakahan yg mantap, adalah kombinasi yg paripurna. Menghadirkan masalah yg tak menyentuh keduanya, karena yg kena ya kalangan menengah ke bawah.

Dengan fakta kalo mayoritas BBM subsidi dimakan orang kaya, naikkin harga BBM subsidi itu solusi yg gak on point. Gak ngilangin masalah sesungguhnya. Ibarat esuk mendung, awan saya kudanan. Eh, ibarat genteng bocor tetapi gak dibenerin, lebih milih nadahin pake ember terus.

Kalo kalian mencoba membela pimirintih dengan dalih "Kalo gitu kasih solusi, dong! Jangan bacot aja!". Lohe, lohe, cocote sopo iku? Saya, anda, & seluruh warga negara Indonesia tuh bayar pajak buat gaji pimirintih. Udah jadi tugas pimirintih ngegola negara, cari solusi buat masalah yg scopenya luas! Bukannya mereka pas kampanye juga ngasih janji buat nuntasin masalah? Logikanya itu, loh!

Dah lah. Kita liat aja, mana yg lebih dulu selesai, masalah BBM subsidi atau One Piece.

Sekian.


KEEP READ AND SOUND


Baca Juga Thread Lainnya

SUKA DUKA JUALAN PULSA DI SEKOLAH HT
Move On Dulu Atau Mencari Pengganti Dulu?HT
Yang Semakin Berubah Dari Kampung Halaman
Didi Kempot - Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya HT
Sebuah Pelajaran Dari Dua Centang Biru
Gopay vs opo'o : Siapa Yang Akan Menang?
Keabsurdan Pendidikan Indonesia
Menjadi Pesayang Alam Sejati HT
Karena Perasaan Memang Jualan Paling Laris
Jalanan - Tempat Termudah Untuk Bersyukur & Mengeluh
Iman Yang Kalkulatif
Koar-koar Menolak Valentine & Pacaran. Buat Apa?
5 Lagu Ini Akan Membuat Kalian Mulai Melirik BTS
Memilih atau Dipilih?
Mencoba Menonton Theater JKT48 Untuk Pertama KaliHT
Kata Siapa Cowok Gak Pernah Nangis Saat Patah Hati?
Didi Kempot - (Terus) Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya
Pendidikan di Tengah Pandemi: Ketika Bisnis Membutakan Nurani
KALIAN NGGAK SPESIAL!!!
Sopir Truk: Sang Filsuf Jalanan
TEMPORARY PEOPLE
Kelas Tambahan di Malam Gerimis
Mau Keluar Dari Zona Nyaman? Baca Ini DuluHT
Hal-hal Terbaik Yang Saya Dapatkan Di 2020
Puasa: Ibadah yg (Tak Lagi) Sederhana
Tidak Mudik
Mencoba Berlebaran di Perantauan Untuk Pertama Kali
Selamat Ulang Tahun Bu Khofifah
Ulang Tahun: Sebuah Refleksi Kehidupan HT
Kesenjangan yg Kian Nyata Kala Pandemi Melanda
PPKM Level: Sebuah Review HT
Karena Nyawa Bukan Sekadar Angka
Maaf: Sebuah Perspektif
Hukuman yg Pas Untuk KoruptorHT
Shock Terapi Saat Sholat di Masjid
Lowongan Kerja Avatar: Kekeliruan yg Harus Diluruskan HT
Pop Ice: Penyambung Hidup & Bacot Netizen
Mencoba Menonton Konser JKT48 Untuk Terakhir Kali?​
Kemarin 19:05
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.