Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Harga BBM baru saja naik per tanggal 3 September 2022 lalu. Setiap kali BBM naik, pasti banyak golongan masyarakat yg tidak setuju, termasuk emak-emak. Pasalnya, kenaikan harga BBM akan memicu naiknya harga kebutuhan lain seperti beras, minyak goreng, telur, daging, & lain lain. Apalagi emak-emak biasanya berperan sebagai pengatur keuangan keluarga. Kenaikan harga-harga pasti menciptakan emak-emak harus memutar otak, mengatur pendapatan keluarga supaya tetap cukup meskipun harga-harga sudah berubah.
Photo: https://c1.wallpaperflare.com/previe...motorcycle.jpg
Di sisi lain, kenaikan BBM yg diduga akan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi biasa nyatanya belum memperlihatkan hasil yg signifikan. Berdasarkan sumber yg gue baca di sini, kenaikan jumlah penumpang KRL Jabodetabek pasca kenaikan BBM cuma mencapai 3%. Ya kalo mau ditingkatkan juga kasihan penumpangnya sih, makin berjejal
, kecuali kalo gerbongnya ditambah. Untuk angkot & transportasi biasa lain, gue belum dapat datanya. Tapi yg gue perhatikan sih, sepertinya transportasi biasa belum terlihat jadi opsi utama masyarakat. Apalagi tarif angkutan umumnya pun ikutan naik. Mungkin inilah yg jadi penyebab banyak orang tetap memakai motor sebagai tranportasi sehari-hari, termasuk emak-emak.
Dulu, motor identik sebagai kendaraan yg macho. Tapi, seiring perubahan zaman, motor tak cuma dipakai oleh laki-laki. Penampilan motor pun semakin beragam, dari yg sporty, gagah, hingga yg imut-imut. Makanya, wajar kalau emak-emak zaman sekarang terlihat mengpakai motor ke mana-mana. Soalnya motor semakin banyak yg kecil & ringan. Bahkan, saat BBM naik pun, emak-emak tak beralih ke transportasi umum. Bukan karena loyal sama motornya
, tetapi memang ada alasannya:
Lebih hemat
Photo: https://mpca.com.ph/wp-content/uploa...ging-Money.png
Berdasarkan perbandingan biaya BBM motor & tarif angkutan umum, jelas naik motor pribadi lebih hemat. Emak-emak yg sedang berusaha hidup irit tentu akan memilih mengpakai motor pribadi sebagai kendaraan sehari-hari. Dengan uang 10 ribu, kalau dipakai untuk naik kendaraan umum, paling cuma cukup untuk perjalanan pulang-pergi. Sedangkan kalau dipakai untuk membeli BBM, dapat cukup untuk pulang-pergi lebih dari 1 kali.
Fleksibel
Emak-emak zaman now bukan cuma berkegiatan di rumah seperti masak, beres-beres rumah, mencuci, dll. Mereka juga biasa mengantar-jemput anak ke sekolah, belanja ke pasar/supermarket, hingga mengurus usaha sendiri. Makanya, mereka membutuhkan kendaraan pribadi seperti motor. Bentuknya kecil, mudah dikendarai, dapat nyalip-nyalip di tengah jalan yg ramai, muat untuk membonceng anak, & mudah untuk diparkir. Misalnya habis mengantar anak ke sekolah, lanjut ke pasar, lalu COD-an dengan konsumen, lanjut pulang & masak, sebelum nanti jemput anak. Kalo pakai angkutan umum, memang agak ribet & pasti gak akan semurah biaya BBM motor sih.
Jadi, selama tarif angkutan biasa lebih mahal daripada budget BBM untuk motor, ya pasti emak-emak (dan banyak orang) akan tetap mengpakai motor. Kalo ada yg nanya, Mampu beli motor tetapi kok protes BBM naik? Ya kan kalo BBM naik, harga barang-barang lain ikutan naik, bray!
Photo: http://assets.kompasiana.com/items/a...750d1fecb2.jpg
Dua hal yg perlu emak-emak ingat soal motor; Patuhi peraturan lalu lintas & jangan lupa perawatan motor! Soalnya masih banyak banget emak-emak yg bawa motor asal maju & belok doang tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Bahaya, bikin celaka! Terus, gak suka ngerawat motor, yg penting bensin full! Padahal kalo jarang dirawat, jarang ganti oli, itu ngaruh ke performa mesin. Mesin motor yg kondisinya gak prima dapat bikin asap knalpot jadi hitam & bau. Mengganggu pengendara lain tuh!
Yok dapat yok, rutin ganti oli & servis motor. Jangan tunggu hingga motornya mogok & harus turun mesin, bun! Mahal biayanya.
Kalo agan atau sista punya emak yg suka naik motor, jangan bosan-bosan ingatkan mereka biar taat aturan lalu lintas serta rutin ganti oli & servis, ya.
Kemarin 22:53
Photo: https://c1.wallpaperflare.com/previe...motorcycle.jpg
Di sisi lain, kenaikan BBM yg diduga akan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi biasa nyatanya belum memperlihatkan hasil yg signifikan. Berdasarkan sumber yg gue baca di sini, kenaikan jumlah penumpang KRL Jabodetabek pasca kenaikan BBM cuma mencapai 3%. Ya kalo mau ditingkatkan juga kasihan penumpangnya sih, makin berjejal
Dulu, motor identik sebagai kendaraan yg macho. Tapi, seiring perubahan zaman, motor tak cuma dipakai oleh laki-laki. Penampilan motor pun semakin beragam, dari yg sporty, gagah, hingga yg imut-imut. Makanya, wajar kalau emak-emak zaman sekarang terlihat mengpakai motor ke mana-mana. Soalnya motor semakin banyak yg kecil & ringan. Bahkan, saat BBM naik pun, emak-emak tak beralih ke transportasi umum. Bukan karena loyal sama motornya
Lebih hemat
Photo: https://mpca.com.ph/wp-content/uploa...ging-Money.png
Berdasarkan perbandingan biaya BBM motor & tarif angkutan umum, jelas naik motor pribadi lebih hemat. Emak-emak yg sedang berusaha hidup irit tentu akan memilih mengpakai motor pribadi sebagai kendaraan sehari-hari. Dengan uang 10 ribu, kalau dipakai untuk naik kendaraan umum, paling cuma cukup untuk perjalanan pulang-pergi. Sedangkan kalau dipakai untuk membeli BBM, dapat cukup untuk pulang-pergi lebih dari 1 kali.
Fleksibel
Emak-emak zaman now bukan cuma berkegiatan di rumah seperti masak, beres-beres rumah, mencuci, dll. Mereka juga biasa mengantar-jemput anak ke sekolah, belanja ke pasar/supermarket, hingga mengurus usaha sendiri. Makanya, mereka membutuhkan kendaraan pribadi seperti motor. Bentuknya kecil, mudah dikendarai, dapat nyalip-nyalip di tengah jalan yg ramai, muat untuk membonceng anak, & mudah untuk diparkir. Misalnya habis mengantar anak ke sekolah, lanjut ke pasar, lalu COD-an dengan konsumen, lanjut pulang & masak, sebelum nanti jemput anak. Kalo pakai angkutan umum, memang agak ribet & pasti gak akan semurah biaya BBM motor sih.
Jadi, selama tarif angkutan biasa lebih mahal daripada budget BBM untuk motor, ya pasti emak-emak (dan banyak orang) akan tetap mengpakai motor. Kalo ada yg nanya, Mampu beli motor tetapi kok protes BBM naik? Ya kan kalo BBM naik, harga barang-barang lain ikutan naik, bray!
Photo: http://assets.kompasiana.com/items/a...750d1fecb2.jpg
Dua hal yg perlu emak-emak ingat soal motor; Patuhi peraturan lalu lintas & jangan lupa perawatan motor! Soalnya masih banyak banget emak-emak yg bawa motor asal maju & belok doang tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Bahaya, bikin celaka! Terus, gak suka ngerawat motor, yg penting bensin full! Padahal kalo jarang dirawat, jarang ganti oli, itu ngaruh ke performa mesin. Mesin motor yg kondisinya gak prima dapat bikin asap knalpot jadi hitam & bau. Mengganggu pengendara lain tuh!
Kalo agan atau sista punya emak yg suka naik motor, jangan bosan-bosan ingatkan mereka biar taat aturan lalu lintas serta rutin ganti oli & servis, ya.