• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

BBM Bersubsidi 2015 Diusulkan Sebesar 49 Juta Kilo Liter

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik baru saja merampungkan rapat kerja dengan Komisi VII DRP RI, terkait pembahasan dan penetapan asumsi energi, pada Kamis sore (3/7/2014).

Dalam rapat yang digelar selama lebih kurang 3 jam itu, disepakati sejumlah asumsi energi untuk diusulkan dalam Rancangan APBN 2015. Ketua Komisi VII DPR RI, Milton Pakpahan memaparkan, Komisi VII dan Kementerian ESDM mengusulkan harga rata-rata minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) di kisaran 95-105 dollar AS per barel.

“Usulan dalam RAPBN 2015, produksi migas mencapai 2.065.000-2.130.000 BOEPD, terdiri dari lifting minyak 830.000-870.000 BPOD, dan produksi gas sebesar 1.235.000-1.260.000 BOEPD,” papar Milton.

Adapun volume BBM bersubsidi diusulkan sebesar 47-49 juta kiloliter, terdiri dari premium dan bioethanol (0,5 persen) sebanyak 29,39-30,75 juta kiloliter, minyak tanah 0,85 juta kiloliter, serta minyak solar dan biodiesel (10 persen) sebanyak 16,76-17 juta kiloliter.

Milton menambahkan, volume elpiji 3 kilogram sebanyak 5,766 juta ton, sementara volume LGV (liquid gas vehicle) sebanyak 2.389 kiloliter, dengan harga Rp 1.500 per liter. Adapun usulan subsidi bahan bakar nabati biodiesel untuk tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1.500 per liter.

Sementara untuk bioethanol sebesar Rp 2.000 per liter. “Komisi VII memberikan catatan komposisi energi primer PLN harus merupakan bagian dari penertapan subsidi listrik. Sehingga perubahannya harus disampaikan ke Komisi VII, secara tertulis,” jelas Milton.

Sementara itu subsidi listrik tahun berjalan yang diusulkan dalam RAPBN 2015 sebesar Rp 64,78 triliun–Rp 79,08 triliun.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.