yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
keluarga bayu
Bayu sebelumnya diinformasikan berumur 22 tahun. Bayu merupakan sasaran penyergapan Densus 88 terhadap pelaku teror pos polisi di Kota Solo pada Jumat (31/8) malam. Dia ditangkap hidup-hidup di kediaman mertuanya di Bulurejo, Karanganyar. Sedangkan dua terduga teroris lainnya,F dan M tewas dalam aksi baku tembak di Jalan Veteran di malam yang sama. Joko menceritakan, usia putranya itu sengaja dipalsukan supaya perkawinannya dicatat sah sesuai aturan negara. ”Karena usianya belum mencukupi, lalu saya tuakan. Secara agama sudah sah (perkawinan),” kata pria yang kesehariannya menarik becak itu.
Mengenai penangkapan putranya itu, Joko merasa penuh kejanggalan.Dia yakin Bayu tak mungkin berbuat nekat, mengingat usianya masih belia. Dia menduga Bayu hanya dikambinghitamkan. Jika Bayu terlibat aksi teror, dia meyakini putranya itu hanya diperalat. ”Dia masih kecil, sangat muda. Mungkin cuma disuruh pentolannya. Ya pasti manut saja, orang masih cilik,”lanjutnya.
Untuk itulah Joko meminta keadilan bagi Bayu.Selain karena keluarga tak menerima surat perintah penangkapan, polisi juga sampai kemarin merahasiakan keberadaan putranya itu. Selanjutnya, Joko berencana meminta pendampingan Ormas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) untuk bantuan hukum. Dia mengungkapkan, Bayu mengunjungi kediamannya pada Jumat (31/8) sore.
Sebelum berpamitan kembali ke rumah mertuanya di Karanganyar, Bayu membawa nasi dan lauk yang dimasukkan ke tas yang belakangan disita Densus 88 sebagai barang bukti.Joko mengatakan, tas yang biasa dibawa Bayu berisi Alquran dan peralatan salat. Adapun senjata api yang disebut-sebut ditemukan dari tangan pelaku teror, Joko buru-buru menepisnya.”Tidak mungkin isinya pistol dan sebagainya. Yang ada nasi,lauk,peci dan sarung,”tutur Joko.
Sementara itu Sri,bibi Bayu sehari sebelumnya menceritakan perangai keponakannya itu berubah drastis setelah kerap bergaul dengan kelompok garis keras. Bayu hanya mau berkomunikasi dengan kelompok tersebut, dibandingkan bergaul di kampung bersama pemuda seusianya. Perawakan Bayu tinggi dan besar,sehingga menurut Sri, tak terlihat usianya masih belasan tahun.