goesdun
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 32661
- Sejak
- 7 Feb 2008
- Pesan
- 3.024
- Nilai reaksi
- 66
- Poin
- 48
KELAHIRAN Isnaini sungguh membuat masyarakat Kecamatan Bohorok, Langkat, Sumatera Utara, geger. Pasalnya, bayi tersebut luar biasa kecil, lahir dengan panjang 5 cm dan berat 2,5 ons. Masyarakat setempat berbondong-bondong mendatangi Desa Sei Musam Pembangunan, untuk melihat bayi mini itu.
Isnaini lahir normal dengan anggota tubuh yang lengkap, yang beda hanya pada ukuran panjangnya yang tidak seperti bayi normal pada umumnya.
Kalau mengacu pada Guinness World Record, bisa dibilang kondisi Isnaini ini telah memecahkan rekor Guinness bayi terkecil di dunia yang disandang Rumaisa Rahman, yang lahir dengan panjang 20 cm dan berat 8,6 ons.
Menurut sang ibu, Susi, saat hamil tidak ada hal aneh yang dia alami. Kehamilan berjalan normal, sama seperti ketika ia hamil putri pertamanya.
Karenanya dia sempat heran mengapa ketika lahir, bayi keduanya itu berukuran mini, panjang 5 cm dan berat 2,5 ons. Namun dalam sebulan pertumbuhan Isnaini cukup signifikan, kini telah 10 cm dan berat 6 ons.
Sayangnya baik Susi maupun suaminya, Hariadi, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, tidak setuju ketika pihak pemda setempat ingin membawa mereka ke rumah sakit guna menjalani perawatan sekaligus melakukan observasi terhadap kondisi Isnaini.
“Kami belum melakukan pemeriksaan medis karena keluarga tidak mengizinkan dibawa ke rumah sakit,” kata dr. Indra Salahudin, Kadis Kesehatan Langkat. Dia juga memperkirakan Isnaini bisa dicatat dalam Rekor Muri karena ukuran tubuhnya yang superkecil.
Rekor Dunia
Meskipun tak seheboh di Bohorok, namun kelahiran Rumaisa Rahman, dengan panjang 20 cm dan berat 8,6 ons, juga sempat mengejutkan pihak Loyola University Medical Centre in Maywood, Illinois, tempat Rumaisa lahir. Keunikan kelahiran Rumaisa ini membuatnya dicatat Guinnesss dalam rekor bayi terkecil yang bertahan hidup.
Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Madeline Mann yang lahir dengan panjang 24 cm.
Rumaisa sebenarnya terlahir kembar, namun saudara kembarnya, Hiba lebih besar dengan berat 1 pound 4 ons.
Meski terlahir superkecil tapi nyatanya kedua bayi tersebut tumbuh sehat. Orangtua Rumaisa dan Hiba, Mohammed Abdul Rahman dan Mahajabeen Shaik dari India, mengaku bersuka cita sekalipun kedua anaknya lahir dengan panjang dan berat tidak normal. Menurut mereka yang terpenting adalah keduanya sehat dan menunjukan pertumbuhan yang baik dari waktu ke waktu. - dia
Isnaini lahir normal dengan anggota tubuh yang lengkap, yang beda hanya pada ukuran panjangnya yang tidak seperti bayi normal pada umumnya.
Kalau mengacu pada Guinness World Record, bisa dibilang kondisi Isnaini ini telah memecahkan rekor Guinness bayi terkecil di dunia yang disandang Rumaisa Rahman, yang lahir dengan panjang 20 cm dan berat 8,6 ons.
Menurut sang ibu, Susi, saat hamil tidak ada hal aneh yang dia alami. Kehamilan berjalan normal, sama seperti ketika ia hamil putri pertamanya.
Karenanya dia sempat heran mengapa ketika lahir, bayi keduanya itu berukuran mini, panjang 5 cm dan berat 2,5 ons. Namun dalam sebulan pertumbuhan Isnaini cukup signifikan, kini telah 10 cm dan berat 6 ons.
Sayangnya baik Susi maupun suaminya, Hariadi, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, tidak setuju ketika pihak pemda setempat ingin membawa mereka ke rumah sakit guna menjalani perawatan sekaligus melakukan observasi terhadap kondisi Isnaini.
“Kami belum melakukan pemeriksaan medis karena keluarga tidak mengizinkan dibawa ke rumah sakit,” kata dr. Indra Salahudin, Kadis Kesehatan Langkat. Dia juga memperkirakan Isnaini bisa dicatat dalam Rekor Muri karena ukuran tubuhnya yang superkecil.
Rekor Dunia
Meskipun tak seheboh di Bohorok, namun kelahiran Rumaisa Rahman, dengan panjang 20 cm dan berat 8,6 ons, juga sempat mengejutkan pihak Loyola University Medical Centre in Maywood, Illinois, tempat Rumaisa lahir. Keunikan kelahiran Rumaisa ini membuatnya dicatat Guinnesss dalam rekor bayi terkecil yang bertahan hidup.
Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Madeline Mann yang lahir dengan panjang 24 cm.
Rumaisa sebenarnya terlahir kembar, namun saudara kembarnya, Hiba lebih besar dengan berat 1 pound 4 ons.
Meski terlahir superkecil tapi nyatanya kedua bayi tersebut tumbuh sehat. Orangtua Rumaisa dan Hiba, Mohammed Abdul Rahman dan Mahajabeen Shaik dari India, mengaku bersuka cita sekalipun kedua anaknya lahir dengan panjang dan berat tidak normal. Menurut mereka yang terpenting adalah keduanya sehat dan menunjukan pertumbuhan yang baik dari waktu ke waktu. - dia