hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
BOGOR, KOMPAS.com - Hingga Selasa (15/2/2011) petang, belum ada orangtua yang mengakui bayi cantik berusia 5 bulan. Bayi itu ditemukan di depan sebuah rumah makan di Kampung Padurenan RT 05 RW 04, Pabuaran, Cibinong, Minggu (13/2/2011) pukul 19.30 WIB.
Bayi perempuan tampak cantik itu ditemukan seorang ibu yang melintas di depan warung makan kosong tersebut. Petugas Polsek Cibinong masih menyelidiki siapa pelaku yang membuang bayi tersebut, apakah dilakukan orangtuanya sendiri atau bayi itu adalah korban penculikan yang kemudian dibuang pelakunya di lokasi tersebut.
Suhendra (39), saksi mata, menjelaskan, saat ditemukan bayi tersebut mengenakan pakaian berwarna pink dan tergolek beralaskan handuk dengan kondisi fisik lemas serta berkeringat dingin. Di dekat bayi terdapat sebuah tas hitam yang isinya sejumlah pakaian bayi plus perlengkapan bayi seperti susu, mainan seta sebuah telepon seluler.
Penemuan itu membuat geger warga setempat. Warga langsung menghubungi pihak kepolisian. Bersama petugas sejumlah warga akhirnya membawa bayi perempuan itu ke RSUD Cibinong, namun pihak rumah sakit menolak untuk menerima bayi tersebut.
'Alasannya takut tertular karena kondisi bayi lemas,' ujar Suhendra, Senin (14/2/2011).
Kapolsek Cibinong Kompol M Santoso mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan tiga orang saksi. Awalnya, ada kecurigaan pada seorang pengamen, yang sebelum bayi ditemukan dia berada di sekitar lokasi.
"Namun saksi-saksi lain mengatakan kalau pengamen itu bahwa dia tidak tahu menahu ada bayi itu," ujarnya.
Bayi tersebut diperkirakan berusia 5- 6 bulan, dengan berat 8,5 kilogram. Polisi menitipkan bayi malang tersebut ke pasangan suami-isteri Ari Jamilah, warga Kampung Pabuaran. Oleh Ari, bayi itu diberi nama Anjani Rahmayanti.
"Temuan bayi tersebut sudah juga kami laporkan ke Dinas Sosial. Untuk perawatan sehari-hari bayi kami titipkan ke keluarga Ari. Kami akan menunggu orangtua atau keluarga si bayi sampai enam bulan ke depan. Setelah itu nasib bayi selanjutnya baru ditentukan atau proses adopsi baru bisa dilakukan," kata Kapolsek.
Hingga dua hari setelah penemuan itu, lanjut Santoso, belum ada juga warga yang datang ke kantor polsek untuk melapor kehilangan bayinya atau yang memberi informasi tentang menghilangnya seorang bayi anak tetangga, kenalan, atau kerabatnya. Santoso sangat berharap publikasi mengenai ditemukan bayi perempuan itu oleh media massa dapat membantunya.