• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Batik Sinoman

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
62TnQ.jpg
Jon Koplo, guru honorer di salah satu SMA swasta di Klaten ini pada suatu hari mendapat undangan pernikahan Lady cempluk, teman seprofesinya, di daerah Baki, Sukoharjo.

Maka beberapa hari sebelumnya Koplo sudah mipik baju batik baru di Pusat Grosir Solo. Maklum, selain njagong pria lajang juga punya misi lain, yaitu memikat Gendhuk Nicole, teman mengajarnya. Bahkan ia sudah janjian lewat SMS mau ketemu di sana.

Koplo tampak bangga dengan baju batik yang ia kenakannya. Sambil senyam-senyum sendiri ia mingar-minger mematut diri di depan kaca. Tak lupa minyak wangi di-kecrut-kan di sekujur tubuh agar lebih memikat. Setelah merasa oke, Koplo pun berangkat.

Dengan langkah PD, Koplo menyalami para among tamu, mengisi buku tamu, memasukkan amplop sumbangan, kemudian masuk mencari tempat duduk Nicole. Ndilalah ketemu. Koplo pun dengan bangganya duduk di samping gebetan hatinya.

Setelah acara srah-srahan manten, giliran para sinoman keluar untuk menyajikan hidangan. Tapi tak disangka dan tak dinyana, betapa kagetnya Koplo melihat barisan sinoman pembawa nampan berisi snack itu memakai baju seragam batik persis plek dengan baju batik yang dipakainya. Horok!

“Asem-ik, klambiku kembar karo sinoman!” pekiknya dalam hati.

Koplo tampak lingak-linguk kebingungan seakan ingin melarikan diri, namun ia tidak enak meninggalkan Gendhuk Nicole sendirian. Akhirnya ia memilih cuek meskipun harus menahan malu di hadapan tamu undangan lain.

Alhasil, selama njagong, Koplo tak bisa tenang karena setiap kali hidangan dikeluarkan oleh sinoman, ada saja suara-suara pating cekikik dari orang-orang di sekelilingnya.

solopos
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.