• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Batasi Impor Migas, Rupiah Akan Menguat

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48



Kepala Biro Humas bunk Indonesia (BI) Difi A Johansyah mengatakan, pemerintah harus tegas dalam pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Jika tegas, maka nilai tukar rupiah akan menguat.

Selama ini, impor minyak dan gas (migas) selalu membuat neraca pembayaran dan neraca perdagangan pemerintah defisit. Dengan kondisi itu, maka nilai tukar akan semakin melemah, meski pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh sentimen global dan regional.

"Sehingga pemerintah harus tegas dalam membatasi impor BBM tersebut. Caranya dengan pengendalian BBM bersubsidi secara nasional. Nanti imbasnya juga akan membantu menguatkan nilai tukar rupiah, meski pengaruhnya tidak secara langsung," kata Difi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Hingga saat ini, Difi juga belum pernah diajak untuk rapat soal BBM di Istana Presiden. Namun bila di level teknis, BI selalu diajak untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan terkait pengendalian BBM bersubsidi ini. BI ikut dilibatkan dalam rapat koordinasi pengendalian BBM bersubsidi ini karena bunk sentral bertanggung jawab dalam mengendalikan inflasi.

Selama ini, bunk sentral masih optimis target pengendalian inflasi masih 4,5 plus minus 1 persen. "Kami belum tahu kalau BI diajak rapat di istana soal BBM ini. Tapi kalau di level teknis, mereka selalu berkoordinasi dengan Menteri Keuangan," tambahnya.

Selama ini, Presiden memang belum mengindikasikan untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi. Meski neraca perdagangan pemerintah sudah defisit akibat impor migas yang tinggi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.