• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Barter Mata Uang Rupiah-Won Untuk Dukung Perdagangan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
QC4YJ.jpg
Hari ini bunk Indonesia (BI) dan bunk of Korea menandatangani kerjasama barter mata uang (bilateral currency swap agreement), yang memungkinkan swap mata uang lokal senilai 10,7 triliun won Korea atau Rp 115 triliun.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan selain guna membangun kerjasama di antara negara-negara sahabat, kerjasama ini juga berguna untuk mendukung perdagangan antara kedua negara.

"Kita juga utamanya ingin mendukung perdagangan. Jadi currency swap ini spesifik local currency. Mempromosikan penggunaan mata uang rupiah dan mata uang won. Jadi kalau perdagangan Indonesia-Korea Selatan terus berkembang, kita bisa menggunakan rupiah dan won Korea," kata Agus di kantornya, Kamis (6/3/2014).

Agus memandang saat ini perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan berkembang sangat pesat. Dengan adanya kerjasama barter mata uang rupiah dan won ini, lanjut Agus, diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan terhadap mata uang dollar AS seperti yang terjadi selama ini.

"Ini adalah untuk promoting perdagangan dan kerjasama keuangan antar 2 negara," jelasnya.

Bentuk kerjasama ini dikatakan Agus dapat dimanfaatkan seluruh pelaku usaha, baik sektor riil maupun perbankan. Oleh karena itu, Agus mengatakan akan segera dilakukan sosialisasi atas kerjasama ini kepada pelaku usaha. "Harus ada proses pembelajaran di private, di sektor riil, perbankan dan bunk sentral," kata dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.