Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ramadan & Lebaran adalah satu paket kebahagiaan tersendiri bagi kami, warga desa terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebagai momen menyenangkan, tentu saja warga desa kami mengisi Ramadan & lebaran ini dengan berbagai tradisi, sebagai manifestasi dari kegembiraan tersebut.
Khusus momen lebaran, kali ini akan Ane ceritakan tradisi yg sering dilaksanakan warga desa Ane sejak malam lebaran hingga hari esoknya. Tradisi tersebut adalah Barter Kue antar warga, yg detail prosesinya adalah sebagai berikut:
1. Kue Disiapkan Beberapa Hari Sebelumnya
Kue dibuat satu hari atau bahkan beberapa hari sebelumnya, tergantung banyaknya jumlah & tipe kue yg dibuat. Untuk kue tipe tape misalnya, tentu dibuat sekitar 1 pekan sebelumnya. Atau kue biasa dalam jumlah yg banyak, tentu harus mulai dibuat sehari atau 2 hari sebelumnya.
2. Waktu Pelaksanaan
Barter kue dilaksanakan/dimulai sejak magrib malam lebaran hingga magrib esok harinya, namun umumnya dilaksanakan pada malam lebaran.
Seorang warga misalnya, menyiapkan 10 porsi kue untuk diberikan kepada 10 tetangga atau keluarganya. Setelah kue diberikan, maka ia akan menerima kue balasan dari yg menerima, sehingga ia kembali mendapat 10 tipe kue yg berbeda.
Artinya setiap piring kue yg diberikan, akan langsung diganti dengan kue lain oleh si penerima, sehingga tidak ada piring yg kembali dalam keadaan kosong.
3. Jenis Kue yg Dibuat
Jenis kue yg dibuat untuk barter adalah kue basah, bukan kue kering atau instan sejenis biskuit. Walaupun tidak ada larangan atau celaan kalau memberikan kue kering, namun tradisi masyarakat desa kami dari dulu sering mengpakai kue basah, yg filosofinya adalah supaya hati sering basah/lembut, & sering saling menolong, serta terjalin silaturahmi yg kuat.
4. Tidak Barter dengan Kue yg Sejenis
Jika seseorang menerima satu tipe kue, maka ia akan sedapat mungkin untuk membalasnya dengan tipe kue yg lain, misalnya kue apam dibalas bingka, bukan bingka dengan bingka, atau apam dengan apam. Kecuali kalau kebetulan ia tak punya tipe kue lainnya.
5. Kue Barter Dibarter Lagi
Bingka Barabuk
Kadang seseorang mendapat kue sejenis yg cukup banyak, sehingga agak bosan atau neg memakannya. Maka supaya bervariasi, kue tersebut diberikan lagi kepada tetangga yg lain, supaya mendapat balasan tipe kue yg lain, syukur-syukur kalau mendapat balasan kue yg enak khas daerah kami, yaitu Bingka Barabuk, yg rasanya gurih, karena bahannya ada beberapa bumbu dapur, seperti bawang merah, cabai, & sebagainya.

***
Dibuat dengan pemikiran sendiri. Foto dokpri.
Hari ini 19:54