Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa Bart Ehrman & kenapa TS menciptakan satu trit untuk membahas manusia yg satu ini?
Bart Ehrman berasal dari Kansas, Amerika Serikat, lahir & akbar di keluarga Kristen yg taat. Kansas salah satu wilayah yg terkenal kuat dalam hal agama (bible belt). Jadi wajar saja kalau Bart Ehrman tumbuh dengan keyakinan yg kuat akan Alkitab & kekristenan.
Iman & kesayangan-nya pada Yesus, yg membawa dia menuntut pendidikan di jenjang yg lebih tinggi di bidang agama Kristen. Lulus dari Moody Bible Institute, dia melanjutkan ke Princeton Theological Seminary, hingga akhirnya meraih gelar S3 di bidang teologi agama Kristen.
Namun di titik inilah keraguan mulai muncul dalam benar Bart Erhman.
Dalam perjalanan yg panjang, bergumul antara apa yg dulu dia percayai & apa yg sekarang dia pelajari, mempertanyakan keaslian & kredibilitas Akitab, pada akhirnya menciptakan Barth Ehrman berakhir sebagai seorang Agnostic Atheist.
Buku demi buku yg mempertanyakan dasar-dasar keimanan orang Kristen & kebenaran Alkitab, dia tulis, diterbitkan, & jadi best seller di negara asalnya.
Judul-judul bukunya cukup sensasional, misalnya :
- Misquoting Jesus: The Story of Who Changed the Bible and Why. (Terjemahan bebas : memelintir omongan Yesus : Kisah tentang siapa yg mengubah Alkitab & alasannya).
- Jesus Interrupted: Revealing the Hidden Contradictions in the Bible. (Terjemahan bebas : Menyela Yesus : Mengungkap Kontradiksi dalam Alkitab yg dirahasiakan).
- Forged: Why the Bible's Authors Are Not Who We Think They Are. (Terjemahan bebas : Pemalsuan : Mengapa Penulis Alkitab yg sebenarnya, bukanlah orang yg selama ini kita kira jadi penulis Alkitab.)
Lalu bagaimana reaksi orang-orang Kristen yg taat kepada buku-buku & ucapan-ucapan Barth Ehrman yg mempertanyakan, bahkan mendakwa bahwa apa yg mereka imani selama ini adalah salah?
Tentu saja, singkat kata, secara biasa reaksi yg perdana muncul adalah marah. Menurut saya itu reaksi yg wajar ketika apa yg selama ini diimani, jadi penyangga & dasar, dalam mereka menjalani hidup, tiba-tiba dipertanyakan, bahkan dinyatakan sebagai sebuah kebohongan.
Kemudian apa? Cuma marah saja? Tidak ada aksi lanjutan?
Tentu saja ada, yg terjadi berikutnya adalah, banyak tokoh-tokoh pakar agama Kristen yg kemudian mengundang Barth Ehrman untuk berdebat. Banyak juga muncul tulisan dari berbagai kalangan Kristen, mulai dari yg awam, hingga dengan mereka yg ahli, untuk mendebat point-point dalam tulisan Barth Ehrman.
Lepas dari apa hasil perdebatan mereka, satu hal yg pasti, Bart Ehrman masih hidup tentang studi mengenai agama di sebuah Universitas, masih aktif menulis buku, menghadiri seminar sebagai pembicara, baik itu di depan audiens yg atheist, maupun audiens orang Kristen sendiri.
Bukan berarti umat Kristen menerima pendapat Bart Ehrman sebagai kebenaran, tetapi pendapat dilawan dengan pendapat, pemikiran dilawan dengan pemikiran, ide dilawan dengan ide.
Sepanjang pengetahuan TS, belum ada ancaman yg dilontarkan kepada Bart Ehrman terkait buku-bukunya yg mendiskreditkan doktrim-doktrin & dasar keimanan agama Kristen itu.
Sumber referensi :
31-10-2020 23:01
Gbr diambil dr : StrangeNotion.com
Bart Ehrman berasal dari Kansas, Amerika Serikat, lahir & akbar di keluarga Kristen yg taat. Kansas salah satu wilayah yg terkenal kuat dalam hal agama (bible belt). Jadi wajar saja kalau Bart Ehrman tumbuh dengan keyakinan yg kuat akan Alkitab & kekristenan.
Iman & kesayangan-nya pada Yesus, yg membawa dia menuntut pendidikan di jenjang yg lebih tinggi di bidang agama Kristen. Lulus dari Moody Bible Institute, dia melanjutkan ke Princeton Theological Seminary, hingga akhirnya meraih gelar S3 di bidang teologi agama Kristen.
Namun di titik inilah keraguan mulai muncul dalam benar Bart Erhman.
Dalam perjalanan yg panjang, bergumul antara apa yg dulu dia percayai & apa yg sekarang dia pelajari, mempertanyakan keaslian & kredibilitas Akitab, pada akhirnya menciptakan Barth Ehrman berakhir sebagai seorang Agnostic Atheist.
Buku demi buku yg mempertanyakan dasar-dasar keimanan orang Kristen & kebenaran Alkitab, dia tulis, diterbitkan, & jadi best seller di negara asalnya.
Gbr diambil dr : http://www.bartdehrman.com/books-published/
Judul-judul bukunya cukup sensasional, misalnya :
- Misquoting Jesus: The Story of Who Changed the Bible and Why. (Terjemahan bebas : memelintir omongan Yesus : Kisah tentang siapa yg mengubah Alkitab & alasannya).
- Jesus Interrupted: Revealing the Hidden Contradictions in the Bible. (Terjemahan bebas : Menyela Yesus : Mengungkap Kontradiksi dalam Alkitab yg dirahasiakan).
- Forged: Why the Bible's Authors Are Not Who We Think They Are. (Terjemahan bebas : Pemalsuan : Mengapa Penulis Alkitab yg sebenarnya, bukanlah orang yg selama ini kita kira jadi penulis Alkitab.)
Lalu bagaimana reaksi orang-orang Kristen yg taat kepada buku-buku & ucapan-ucapan Barth Ehrman yg mempertanyakan, bahkan mendakwa bahwa apa yg mereka imani selama ini adalah salah?
Tentu saja, singkat kata, secara biasa reaksi yg perdana muncul adalah marah. Menurut saya itu reaksi yg wajar ketika apa yg selama ini diimani, jadi penyangga & dasar, dalam mereka menjalani hidup, tiba-tiba dipertanyakan, bahkan dinyatakan sebagai sebuah kebohongan.
Kemudian apa? Cuma marah saja? Tidak ada aksi lanjutan?
Tentu saja ada, yg terjadi berikutnya adalah, banyak tokoh-tokoh pakar agama Kristen yg kemudian mengundang Barth Ehrman untuk berdebat. Banyak juga muncul tulisan dari berbagai kalangan Kristen, mulai dari yg awam, hingga dengan mereka yg ahli, untuk mendebat point-point dalam tulisan Barth Ehrman.
Gbr diambil dr : owllife.kennesaw.edu
Lepas dari apa hasil perdebatan mereka, satu hal yg pasti, Bart Ehrman masih hidup tentang studi mengenai agama di sebuah Universitas, masih aktif menulis buku, menghadiri seminar sebagai pembicara, baik itu di depan audiens yg atheist, maupun audiens orang Kristen sendiri.
Bukan berarti umat Kristen menerima pendapat Bart Ehrman sebagai kebenaran, tetapi pendapat dilawan dengan pendapat, pemikiran dilawan dengan pemikiran, ide dilawan dengan ide.
Sepanjang pengetahuan TS, belum ada ancaman yg dilontarkan kepada Bart Ehrman terkait buku-bukunya yg mendiskreditkan doktrim-doktrin & dasar keimanan agama Kristen itu.
Sumber referensi :
31-10-2020 23:01