notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
Iwan, bocah 7 tahun, jalan-jalan bersama ayahnya. Ketika mereka melewati sebuah lokalisasi, terlihat dari salah satu jendela seorang PSK melambaikan tangannya ke sang ayah.
“Ayah, itu tempat apa sich?” tanya Iwan.
“Itu, tempat menjual barang yang paling disuka laki-laki,” Sang ayah menjelaskan.
“Barangnya apa, Yah?”
“Em… Nanti ayah jelaskan kalau kamu sudah besar,” kata sang ayah.
Tapi Iwan masih penasaran dengan barang yang paling disuka laki-laki. Ketika sampai di rumah, Iwan memecahkan celengan dan pergi sambil membawa semua uangnya ke lokalisasi. Di sana dia menyerahkan uangnya ke meja resepsionis/kasir dan mengatakan, “ Aku mau barang yang paling disuka laki-laki!”
Sang wanita kasir merasa kasihan melihat antusiasme si bocah (“Dosa gue ngerusak anak orang…”), jadi dia ke dapur dan membuat tiga roti isi buat Iwan; satu roti isi tuna, satu roti isi daging sapi, dan satu roti isi selai. “Ini Sayang, barang-barang yang paling disuka laki-laki,” kata si kasir.
Ketika Iwan pulang ke rumah, dengan tidak sabar dia langsung menceritakan pengalamannya ke sang ayah. “Ayah, hari ini Iwan balik ke tempat di mana menjual barang yang paling disuka laki-laki!”
Sang ayah terkejut, dengan panik bertanya, “Apa yang kamu lakukan di sana?!!”
“Ya…” Iwan menjelaskan, “Iwan nyobain satu yang putih, terus nyobain kedua yang masih merah dan alot. Yang ketiga Iwan kaga suka, terlalu lengket dan basah, jadi Iwan cuma jilat-jilat dikit.”
“Ayah, itu tempat apa sich?” tanya Iwan.
“Itu, tempat menjual barang yang paling disuka laki-laki,” Sang ayah menjelaskan.
“Barangnya apa, Yah?”
“Em… Nanti ayah jelaskan kalau kamu sudah besar,” kata sang ayah.
Tapi Iwan masih penasaran dengan barang yang paling disuka laki-laki. Ketika sampai di rumah, Iwan memecahkan celengan dan pergi sambil membawa semua uangnya ke lokalisasi. Di sana dia menyerahkan uangnya ke meja resepsionis/kasir dan mengatakan, “ Aku mau barang yang paling disuka laki-laki!”
Sang wanita kasir merasa kasihan melihat antusiasme si bocah (“Dosa gue ngerusak anak orang…”), jadi dia ke dapur dan membuat tiga roti isi buat Iwan; satu roti isi tuna, satu roti isi daging sapi, dan satu roti isi selai. “Ini Sayang, barang-barang yang paling disuka laki-laki,” kata si kasir.
Ketika Iwan pulang ke rumah, dengan tidak sabar dia langsung menceritakan pengalamannya ke sang ayah. “Ayah, hari ini Iwan balik ke tempat di mana menjual barang yang paling disuka laki-laki!”
Sang ayah terkejut, dengan panik bertanya, “Apa yang kamu lakukan di sana?!!”
“Ya…” Iwan menjelaskan, “Iwan nyobain satu yang putih, terus nyobain kedua yang masih merah dan alot. Yang ketiga Iwan kaga suka, terlalu lengket dan basah, jadi Iwan cuma jilat-jilat dikit.”

