Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Netizen kaskus, mirip warga twitter. Bar bar nya maksimal
Bayangin gue buat konten memiliki value aja dibabat hanaya karena gak sesuai ideal nya mereka.
Wajar sih pelampiasan terbaik orang orang toxic itu adalah sosial media. Pernah lihat fans para seniman kalau pas komen komen nya itu gila bangat sumpah serapah. Padahal apa urusan nya coba. Yang melakuakan kesalahan nya orang lain idolanya ko dia yg sewot kaya dunia mau runtuh gitu
Ini problem mentalitas yg real
Pernah dengar riset microsoft yg menempatkan netizen indonesia no 1 paling tidak sopan di dunia. Yes ini citra sesungguh nya kultur negara kita
Bahkan bukan cuma itu netizen indonesia terkenal katro & norak.
Walaupun negara kita indonesia terkenal keramahan nya. Tapi sisi lain dibalik layar justru menampulkan muka lain.
Yes problem keluarga yg dimasa kecil cuma dapat asupan dari informasi sinteron ke sinetron & ftv. Tambah kultur cara mendidik dari warisan masa lalu berbasickan mitos & legenda dongeng.. Plus kalau pun sekolah ilmu nya ilmu ngitung, & rumus. Terus suruh mengahdapi kenyataan hidup yg konpleks ya jadinya kolaps.
Tapi emang sih gue juga dulu pernah di posisi sama. Ketika belum mengal ilmu pengembangan diri. Sosial media jadi ajang ekisis untuk menampakan diri. Caci sana sini, kririk sana sini. Bully sana sini. Nah apa yg saya lakukan itu program dari masa lalu. Ketika gue pernah di bully maka tindkaan gue bakal suka membully. Ketika gue suka di caci maki kritik itu pula yg bakal gue lakukan ke orang lain
Ini belajar parenting itu sangat penting sekali. Dibanding mempelajari ilmu matematika yg notabene hal itu masih dapat diwakilkan sama kalakulator & komputer. Tapi pendidikan karakter. Emang kaekater kita dapat diwakilkan
Makanya saya buat conten youtube seolah saya punya hutang akbar pada kehidupan. Saya pernah ada di posisi mereka. Dan saya pernah merasakan apa yg mereka rasakan. Yaitu para korban bullying ini. Terutama menekan ilmu parenting ini
Dulu gue ketika suka membully itu hal wajar & gak ada yg salah. Itulah karena karkater nya sudah menajadi kesadaran. Perlunya indonesia meningkatkan kualitas SDM nya dimasa depan diawali pendidikan karakter. Karena pendidikan teknis sekolah & universitas saya rasa sudah cukup. Bahkan sekarang banyak nya lembaga kursus itu sudah cukup untuk menjadikan orang itu memiliki skill hebat. Tapi tabiat hebat itu yg kurang
Deddy corbuzier pernah bilang saat dia menelusuri hattersnya yg membully dia dengan mengatakan kata kasar, umpatan, hinaan & cemoohan yg gak pantas. Saat ditelusuri ternyata seorang bapak bapak berprofesi sebagai guru. Gila gak sekolah tinggi sampe serjana itu bukan jadi jaminan seseorang memiliki karkater baik Hari ini 03:53