Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Akibat banyak yg tidak taat prokes angka covid kini semakin menanjak, entah pemerintah sudah berulang kali mengupayakan supaya semua masyarakat wajib prokes, tetapi lihat faktanya di lapisan bawah ada saja yg beranggapan bahwa corona virus tidak ada.
Padahal dari zaman SARS & MERS variant corona virus sudah terbentuk, lalu sekarang bermutasi jadi Covid. Mereka yg tidak percaya ini yg menciptakan banyak orang lengah, tidak menjaga kesehatan dengan baik.
Lalu sekarang PPKM lebih tegas & keras, namun faktanya banyak orang yg melanggar kebijakan yg diambil pemerintah. Padahal saat ini petugas kesehatan sedang kewalahan menangani banyak pasien dengan penyakit ISPA karena covid. Belum lagi penyakit yg lain, sudah pasti rumah sakit di zona merah pun hampir menyerah bahkan ada beberapa pasien yg sudah kritis tidak dapat ditangani karena rumah sakit penuh.
Persediaan tabung oksigen pun jadi masalah baru, karena banyak orang yg membutuhkan isi tabung oksigen harus antri & menunggu. Tidak dapat instant atau simsalabim langsung dapat dipakai, maka angka kematian di zona merah pun tinggi.
Media sudah memberitakan hal itu untuk masyarakat waspada & banyak-banyak menjaga kesehatan, namun apa yg terjadi?
Tetap saja pelanggaran prokes masih tinggi, para pengusaha tak mau rugi membayar pekerjanya yg harus dirumah karena mereka tak dapat produksi untuk mengejar target stok yg sudah dipesan, khususnya para buruh karyawan pabrik. Pekerja juga bila dirumahkan takut dengan bayang-bayang PHK, karena pada faktanya mereka seperti dibiarkan tanpa bantuan sosial. Kemungkinan akbar ada tetapi tidak merata, atau kena sunat oleh mereka para pemimpin yg tak peduli dengan keadaan rakyat.
Agak dilema bukan? Pemerintah bikin kebijakan tidak di dukung semua lapisan lalu hasilnya pun kosong, dapat dibilang tidak ada perubahan yg berarti.
Lantas, menurut opini ane kalau begitu sulit menangani masyarakat yg bandel, apalagi banyak pejabat yg korupsi sedangkan hutang negara semakin tinggi.
Bagaimana kalau diberikan solusi vaksin gratis & masyarakat dibebaskan memilih hidupnya sendiri harap sehat atau sakit, karena masalah kesehatan yg biasanya ditanggung negara kini dikembalikan ke masing-masing warga, & itu semua jadi urusan pribadi yg tidak dapat diintervensi pemerintah.
Jadi kalau ada yg sakit karena covid, tidak dicover bpjs, tidak ada keringanan biaya kecuali untuk warga yg mempunyai "surat keterangan miskin". Kehidupan berjalan normal seperti biasa, cuma saja bila ada yg sakit itu bukan urusan pemerintah. Silahkan isoman mandilu, silahkan ke rumah sakit dengan biaya sendiri.
Dapat dipastikan masyarakat akan lebih aware lagi akan kesehatan dirinya sendiri, kesehatan keluarganya, mereka yg harap sehat pasti akan mengerjakan prokes 3M, maka jangan heran kalau mereka akan jaga jarak dengan sendirinya, karena dapat saja orang yg ditemui dijalan atau kantor itu sudah terpapar virus.
Tanpa harus dipaksa vaksin mereka yg sadar akan kesehatan akan segera vaksin dengan vaksin mandilu. Karena ini berkaitan dengan herd immunity. Lantas bagaimana yg bandel, otomatis lambat laun akan terpapar covid tinggal bagaimana tubuhnya bertahan, bahkan dapat menularkan ke keluarganya & penyesalannya seumur hidup bila ada keluarganya yg komorbid & meninggal gara-gara kelakuannya.
Memang solusi ini agak gila, tetapi lihat sekarang pemerintah yg sudah berupaya keras menangani covid ini ternyata tidak dianggap. Herd immunity alami dapat jadi solusi daripada masyarakat ditekan tanpa diberi makan, kalau masyarakat peduli & menurut maka abaikan solusi ini.
Hmmm, menarik bukan untuk di diskusikan tetapi menurut anda adakah solusi lain yg lebih baik untuk menurunkan angka penderita covid?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik
Pic : google