• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Banyak Lubang di Jalur Alternatif

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
IKYSy.jpg

ilustrasi​

Jalur arternatif untuk menuju Yogyakarta bisa langsung ditempuh dari Cilacap.Tapi jika pemudik sudah menempuh perjalanan cukup jauh,maka disarankan untuk melalui Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) mulai dari Gombong- Karangbolong-Puring-Petanahan- Ambal-Mirit.Atau pemudik bisa juga melalui pertigaan Guyangan ke selatan sampai Petanahan, Ambal,Mirit. Kondisi jalan di JLSS memang tidak cukup lebar, tapi cukup dilalui dua kendaraan keluarga.

Kondisi jalan juga cukup baik,hanya ada sedikit jalan bergelombang dan berlubang. Lubang yang ada di sepanjang ruas jalur Petanahan,Pandan, Bulus Pesantren,Ambal hingga Mirit hanya terdapat di beberapa titik.Lubang-lubang itu pun tidak terlalu besar. Meski demikian,pemudik terutama yang menggunakan kendaraan roda dua dituntut ekstra waspada setelah melewati Kecamatan Mirit, Kebumen.

Pasalnya,kondisi jalan mulai daerah ini cukup mengkhawatirkan. Tidak hanya bergelombang, lubang yang bisa membahayakan pemudik tersebar hampir di sepanjang jalan. Kondisi terparah antara lain di Ukirsari, Ketawangrejo, hingga Kentengrejo,Purworejo. Tidak terlihat sedikit pun perbaikan yang dilakukan di sepanjang jalan ini.Kondisi itu diperparah minimnya lampu penerangan jalan.

Sehingga, jika tidak berhati-hati potensi kecelakaan mengancam pemudik yang melewati jalur ini. Setelah melewati Kentengrejo, pemudik baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat dipastikan terbebas dari siksaan jalur yang sangat buruk. Sebab,mulai dari daerah ini hingga Pasar Glaeng di Jangkaran yang merupakan perbatasan Purworejo dan Kulonprogo, kondisi JLSS cukup mulus.

Tidak ada jalan bergelombang atau pun lubang menganga di sepanjang jalan ini.Tapi itu tidak berarti pemudik bisa melalui jalan seenaknya.Pemudik tetap dituntut ekstra hati-hati karena rambu lalu lintas di jalur ini sangat minim. Padahal,terdapat beberapa penyeberangan antardua kampung di sisi kiri-kanan jalan yang cukup besar. Terlebih lagi,tidak ada lampu penerangan jalan yang dapat membantu pemudik saat melalui jalur ini di malam hari.

Sehingga,sikap hati-hati para pemudik wajib didahulukan saat melalui jalur ini.Jika tidak, kecelakaan bisa saja menghampiri. Sementara itu jika tidak ingin melalui jalur alternatif, pemudik bisa mengandalkan jalur arteri.Namun ada beberapa titik yang wajib diwaspadai sepanjang perjalanan.Setidaknya mulai perempatan Kemranjen, Banyumas hingga Kulonprogo. Sedangkan jalur Cilacap-Kemranjen,walau pun terdapat beberapa pasar tapi tidak menimbulkan kemacetan.

Kondisi jalan juga jauh lebih baik setelah dilakukan perbaikan. Di simpang empat Kemranjen yang merupakan perpisahan arah menuju Cilacap,Purwokerto, dan Jakarta,pemudik tetap harus hati-hati.Median jalan di simpang empat ini memang cukup lebar.Bahkan lebarnya lebih besar dibanding jalan umum biasanya.Tapi kondisi yang bergelombang berpotensi mengundang bahaya. Bus-bus besar juga biasanya menaikkan dan menurunkan pemumpang di sekitar simpang empat ini.Baik yang menuju Jakarta,Purwokerto maupun Cilacap.

Untuk sampai di kota tujuan,pemudik masih harus ekstra waspada.Setelah simpang empat ini ada beberapa titik rawan macet yang terjadi akibat pasar tumpah. Potensi kemacetan pertama akibat pasar tumpah ada di sekitar Pasar Sumpiuh,Banyumas. Di sini pemudik harus mengurangi laju kendaraan karena lalui lintas cukup padat. Ditambah lalu lalang warga yang keluar masuk pasar.Lalu lintas akan semakin padat mendekati lebaran.

Pasar semakin padat pada hari pasaran yaitu Rabu dan Sabtu. Kemacetan juga biasanya terjadi di sekitar Pasar Tambak yang akan dijumpai setelah pasar Sumpiuh.Tidak hanya ramai oleh warga,di sekitar jalanan di depan pasar ini bisanya dilakukan menaikan dan menurunkan pemumpang. Sehingga kemacetan semakin menjadi. Setelah Tambak,pemudik akan kembali dihadapkan pada kemacetan di sekitar Pasar Wonokriyo, Gombong.

Ruas jalan di depan pasar ini biasanya dibatasi dengan tiang-tiang kecil yang diikat satu dan lainnya menggunakan tali rafia. Tahun-tahun sebelumnya,di lokasi ini juga disiapkan personel kepolisian dibantu anggota pramuka untuk membantu memperlancar arus. Pemudik yang melalui jalur ini harus bersabar,terutama siang hari saat terik matahari menyengat.

Pemudik akan menjumpai pasar tumpah ketika melalui jalur Sruweng,tepatnya Pasar Tengok, Sruweng. Kemacetan parah,juga biasanya terjadi di perlintasan KA Karanganyar.Di sini,saat puncak arus mudik kemacetan bisa mencapai 10 km. Saat ini diperlintasan dekat RM Lestari,tak jauh dari Stasiun Karanganyar dilakukan pelebaran jalan.Sehingga jalur kendaraan arah Purworejo- Yogyakarta dialihkan memutar ke depan stasiun.

Pengalihan ini bukan tanpa masalah, sebab,jalur kendaraan dari arah berlawanan setelah stasiun tidak ikut dialihkan. Pertemuan kendaraan dari dua arah inilah yang kerap menimbulkan kemacetan. Sampai daerah Soka,pemudik bisa melalui jalur lingkar luar atau lurus melewati tengah Kota Kebumen.Biasanya kendaraan dari arah barat diarahkan menuju kota.Tapi jika ingin melalui jalan lingkar,pemudik harus mewaspadai beberapa titik, antara lain di depan Pasar Kutowinangun.

Lokasi pasar yang persis di pinggir jalan dapat mengganggu pemudik,karena lalu lalang kendaraan yang keluar masuk pasar. Tak jauh dari pasar,di sekitar perlintasan KA terdapat perbaikan jalan.Akibatnya, jalan yang dilalui pemudik menyempit.Di wilayah ini terdapat titik rawan kecelakaan yakni sebelum Jembatan Gentan Prembun,persisnya di pertigaan Gentan. Untuk itu,menjelang titik ini pengendara ada baiknya meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan kecepatan.

Sebab di pertigaan sering terjadi kecelakaan akibat adanya kendaraan yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.Setelah itu,tinggal satu simpul kemacetan harus dilalui sebelum meninggalkan wilayah Kebumen yakni Pasar Prembun Pasar ini persis berada di pinggiran jalan.Disusul kemudian Terminal Prembun.Meski tidak banyak difungsikan,tapi bus angkutan dalam kota dan antar kota biasanya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan pemumpang.Banyak juga yang berhenti di bahu jalan yang cukup sempit menunggu muatan.

Memasuki wilayah Purworejo, pemudik juga bisa melalui dua jalur,yakni kota maupun lingkar luar.Meski kondisi jalan cukup baik,tak berarti jalur dalam kota bebas hambatan. Potensi kemacetan tetap ada akibat padatnya kendaraan. Sedangkan jalur lingkar lebih mengawatirkan. Di jalur ini,terutama beberapa kilo menjelang jalan utama masih dilakukan perbaikan jalan.Jalanan yang semula bergelombang mulai dicor agar bisa menahan beban lebih berat.Sayang,cor belum selesai dilakukan di kedua sisi jalan.

Akibatnya,diberlakukan buka tutup jalan di jalur ini. Jika pemudik memaksakan melewati jalan lingkar ini maka kemacetan dipastikan akan sangat parah.Tapi melalui jalur dalam kota juga membutuhkan kewaspadaan agar terhindar dari kecelakaan. Sisa perjalanan menuju Yogyakarta bisa dilalui dengan tenang selepas Purworejo. Kondisi jalan cukup lebar dan mulus.Namun minimnya penerangan di beberapa titik membuat pemudik harus hatihati.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.