• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!


Kita pasti kenal ungkapan ini, Buku adalah jendela dunia. Membaca buku berarti membuka wawasan kita, menciptakan kita berilmu. Tak heran kalau anak-anak sekolah, dari jenjang yg paling rendah hingga paling tinggi diingatkan oleh para gurunya untuk rajin membaca.

Sekarang, aktivitas membaca tersebut tidak cuma membaca buku secara fisik, karena buku pun sudah berkembang jadi buku digital. Kegiatan membaca juga sudah berkembang, dengan berkembangnya dunia internet. Banyak berita dapat dibaca secara daring (online), begitu juga artikel, esai, hingga karya-karya nonfiksi seperti puisi, cerpen, & lain-lain.

Banyak membaca pun menjadikan kita sebagai insan yg berilmu, berbudi pekerti, & bermental serta berkarakter kuat. Tapi, kenapa banyak baca, tak berilmu jua? Ini penyebabnya.

1. Tidak tahu tujuan membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!


Tetapkan dulu tujuanmu! Itu penting, termasuk ketika harap banyak membaca. Jika tujuan kita adalah harap menambah ilmu politik, ya bacalah referensi-referensi yg berkaitan dengan dunia politik. Demikian pula, kalau tujuan kita membaca harap memperkuat mental di kala krisis maka bacalah bacaan-bacaan yg bertema inspirasi, motivasi, atau pengembangan diri.

Tujuan membaca yg sudah dipahami pada awalnya akan mengarahkan kita pada bacaan-bacaan yg tepat. Jika asal baca banyak sumber tetapi tidak sesuai dengan tujuan maka ilmu kita pun tidak berkembang dari aktivitas baca yg kita lakukan.

2. Tidak tahu manfaat membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!


Mengapa orang malas baca? Mengapa guru, orangtua, & pemerhati pendidikan hingga saat ini masih prihatin karena minat baca anak didik belum sesuai dengan yg diharapkan? Salah satunya adalah kita tidak tahu manfaat membaca. Padahal, untuk mengerjakan apa pun, kalau kita tahu manfaatnya maka kita dapat mengerjakannya dengan riang.

Ketidaktahuan manfaat membaca inilah yg juga menciptakan kita terbiasa membaca dengan tidak tuntas. Misalnya, sekadar membaca judulnya, tanpa memperdalam dengan membaca isinya. Kita pun jadi insan yg tidak berilmu dari apa yg kita baca. Membaca judul tanpa membaca isi tulisan, misalnya, akan menciptakan kita punya pemikiran sendiri, pendapat sendiri, bahkan kecurigaan sendiri, yg berujung pada emosi, kemarahan tak terkendali, atau berakhir pada ketakutan dari apa yg kita baca. Ilmu menjauh, prasangka yg berkembang!

3. Tidak pernah tuntas saat membaca

Banyak Baca, Tak Berilmu Juga? Ini Sebabnya!


Melengkapi poin 2, salah satu penyebab kita tidak berilmu meski banyak baca, karena kita terbiasa membaca apa pun tanpa menuntaskannya. Hanya membaca judul, cuma membaca paragraf pertama, atau cuma membaca pengantarnya, tanpa menuntaskannya, menciptakan ilmu kita tidak sempurna. Bahkan, kita dapat jadi tersesat dengan banyak bacaan yg kita santap.

Contoh sederhana, membaca bacaan bertema kuliner, yg menyuguhkan resep-resep masakan. Apakah kita cuma cukup berhenti pada judul, misalnya, Cara Membuat Kue Bolu, tanpa melanjutkan membaca resepnya? Tentu kita tidak akan dapat mempraktikkan ilmu dari bacaan masakan tersebut. Atau kita membaca resepnya, tetapi tidak hingga akhir. Apakah kue yg akan kita buat jadi sempurna, enak dimakan & yummy? Tentu saja tidak.

Demikian pula kalau membaca karya sastra, seperti puisi, cerpen, atau novel. Apakah kita cuma membaca setengah dari keseluruhan tulisan yg disajikan? Jika terbiasa begitu maka kita tidak akan mendapatkan ilmu sastra dengan baik. Termasuk kalau cuma membaca sinopsisnya, tanpa membaca seluruh novel bernilai sastra, maka kita tidak akan dapat menghayati isi novel yg dituliskan. Ilmu sastra kita jadi dangkal.

Banyak baca itu menyenangkan, tetapi juga menyiksa kalau dalam keterpaksaan. Namun, kalau harap berilmu & berbudi pekerti luhur, ketahui dulu tujuan membaca, manfaatnya, & tuntaskan semua hal yg kita baca. Itu saja cukup!

Terima kasih sudah membaca tulisan ini hingga tuntas. Semoga kita jadi insan yg berilmu & berakhlak mulia dari semua hal yg kita baca.



Foto: pixabay.com Hari ini 00:05
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.