AlexTorpin
IndoForum Newbie F
- No. Urut
- 282643
- Sejak
- 17 Feb 2014
- Pesan
- 2
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 1
BANJIR
Teori Ceplas Ceplos Penanganan Banjir
Kalau dari hulu ditahan jumlah air yang mengalir,di muara jelas akan berkurang jumlah kubik airnya.Air dimuara harus lancar pembuangannya kelaut.Yang terjadi luapan air tidak ada banjir juga tidak ada,itulah teori yang sangat sederhana,sebaiknya penanganannya jangan dibikin rumit.Marilah kita mulai dari teori yang sederhana ini.
Pada ZAMAN V.O.C Saja sudah ada Banjir (1920) maka dibuatlah banjir kanal barat .
sodetan ciliwung ke cisadane perlukah ? Tidak perlu. Normalisasikan, maksimalkan kemampuannya sungai ciliwung tersebut.
Sekarang kita maximalkan saja ciliwung dengan 3 system: yang pertama ( kompas 3 – 10 – 13 hal.pertama) oleh Bp. Gubernur DKI Jokowi & Bp. Menteri BUMN Dahlan Iskan disebut sebagai Long Storage system, yang kedua fly water tunnel (steel pipes) yang ini bekerja saat dibutuhkan, juga dipercepat mengalirnya air, ketiga unlimited storage system.
Ketiga system ini jika sudah diterapkan pada sungai ciliwung yang ganas sudah pasti menjadi terkontrol. Metode ini sebenarnya sudah dipikir sejak 10 tahun yang lalu. Hanya penamaannya saja baru-baru sekarang ini, Proyek Long storage ini sudah benar-benar harus direalisasikan. Termasuk 2 sistemnya lagi berhasilnya system ini tidak terlepas dari kelancaran drainase. Dan diluar gangguan-gangguan dari sampah di aliran sungai dan juga rob yang extreme.
Waduk pluit kita biarkan hanya 20% (16 Ha), yang berfungsi 80% lagi (64 Ha), di split dinding beton, normalnya 8 meter, digali menjadi 10 meter yang 64 Hektar berarti daya tampungnya 6,4 juta m3. ini jangan diisi air, dikosongkan saja. Pada saat banjir datang gelontorkan ke 64 Ha airnya sambil dipompa kelaut, waduk antara 16Ha dan 64 Ha terkonek dan bisa bolak balik sesuai kebutuhan.
Saya perlakukan sama terhadap BKT. Air yang mengalir ke BKT dialihkan kesungai seperti sedia kala. Pintu muara ditutup, jadi BKT dikosongkan juga, pada saat banjir datang yah tampung dikanal ini. Kalau sudah terisi setengah dari kapasitas kanal, maka airnya dipompa kelaut, inilah yang benar benar dinamakan system penanggulangan banjir. Jika BKB/BKT dan waduk sistemnya sudah berjalan niscaya bisa mengurangi 80% banjir .
Kali-kali di jakarta banyak hitam pekat, Salah satunya kali yang ada di Jl.Gajah Mada Jakarta. Sejak Kapan? Dan maunya hitam pekat sampai tahun berapa?
Warna hitam pekatnya sangat merana sekali, mengapa? karena tidak ada satu orang pun yang peduli, padahal itu salah satu cermin nya ibu kota Jakarta. Air hitamnya bisa difilter dengan system ……… ! infrastrukturnya juga murah hasil kualitasnya setingkat air Ciliwung yang datang dari Bogor, rumus dan metodenya ada. Sederhana tapi luar biasa, maintenancenya juga sangat luar biasa murahnya.
BOGOR, DESEMBER 2013
YANG PEDULI
(ALEX TORPIN)
Teori Ceplas Ceplos Penanganan Banjir
Kalau dari hulu ditahan jumlah air yang mengalir,di muara jelas akan berkurang jumlah kubik airnya.Air dimuara harus lancar pembuangannya kelaut.Yang terjadi luapan air tidak ada banjir juga tidak ada,itulah teori yang sangat sederhana,sebaiknya penanganannya jangan dibikin rumit.Marilah kita mulai dari teori yang sederhana ini.
Pada ZAMAN V.O.C Saja sudah ada Banjir (1920) maka dibuatlah banjir kanal barat .
sodetan ciliwung ke cisadane perlukah ? Tidak perlu. Normalisasikan, maksimalkan kemampuannya sungai ciliwung tersebut.
Sekarang kita maximalkan saja ciliwung dengan 3 system: yang pertama ( kompas 3 – 10 – 13 hal.pertama) oleh Bp. Gubernur DKI Jokowi & Bp. Menteri BUMN Dahlan Iskan disebut sebagai Long Storage system, yang kedua fly water tunnel (steel pipes) yang ini bekerja saat dibutuhkan, juga dipercepat mengalirnya air, ketiga unlimited storage system.
Ketiga system ini jika sudah diterapkan pada sungai ciliwung yang ganas sudah pasti menjadi terkontrol. Metode ini sebenarnya sudah dipikir sejak 10 tahun yang lalu. Hanya penamaannya saja baru-baru sekarang ini, Proyek Long storage ini sudah benar-benar harus direalisasikan. Termasuk 2 sistemnya lagi berhasilnya system ini tidak terlepas dari kelancaran drainase. Dan diluar gangguan-gangguan dari sampah di aliran sungai dan juga rob yang extreme.
Waduk pluit kita biarkan hanya 20% (16 Ha), yang berfungsi 80% lagi (64 Ha), di split dinding beton, normalnya 8 meter, digali menjadi 10 meter yang 64 Hektar berarti daya tampungnya 6,4 juta m3. ini jangan diisi air, dikosongkan saja. Pada saat banjir datang gelontorkan ke 64 Ha airnya sambil dipompa kelaut, waduk antara 16Ha dan 64 Ha terkonek dan bisa bolak balik sesuai kebutuhan.
Saya perlakukan sama terhadap BKT. Air yang mengalir ke BKT dialihkan kesungai seperti sedia kala. Pintu muara ditutup, jadi BKT dikosongkan juga, pada saat banjir datang yah tampung dikanal ini. Kalau sudah terisi setengah dari kapasitas kanal, maka airnya dipompa kelaut, inilah yang benar benar dinamakan system penanggulangan banjir. Jika BKB/BKT dan waduk sistemnya sudah berjalan niscaya bisa mengurangi 80% banjir .
Kali-kali di jakarta banyak hitam pekat, Salah satunya kali yang ada di Jl.Gajah Mada Jakarta. Sejak Kapan? Dan maunya hitam pekat sampai tahun berapa?
Warna hitam pekatnya sangat merana sekali, mengapa? karena tidak ada satu orang pun yang peduli, padahal itu salah satu cermin nya ibu kota Jakarta. Air hitamnya bisa difilter dengan system ……… ! infrastrukturnya juga murah hasil kualitasnya setingkat air Ciliwung yang datang dari Bogor, rumus dan metodenya ada. Sederhana tapi luar biasa, maintenancenya juga sangat luar biasa murahnya.
BOGOR, DESEMBER 2013
YANG PEDULI
(ALEX TORPIN)